Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The KOMODIFIKASI BUDAYA DALAM SENI PERTUNJUKKAN JOGED BUMBUNG SINABUN BULELENG (Perspektif Komunikasi Hindu) Hemamalini, Kadek; Patera, A.A Ketut; Jaya Negara, Made; Dwi Apriliana, Made
Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu Vol 30 No 2 (2025): Vol. 30, No. 2 September 2025
Publisher : Lembaga Penerbit Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54714/widyaaksara.v30i2.293

Abstract

Bali tidak bisa terlepas dengan kesenian sakral dan tradisi yang berkaitan dengan aktivitas keagamaan yang memiliki nilai filosofi tinggi, yakni suatu kekuatan yang magis religius yang diwarisi secara turun temurun. Tari Joged Bumbung merupakan tarian rakyat yang mengandung unsur sosial dan budaya yang berfungsi sebagai tari balih-balihan mengalami telah mengalami komodifikasi diakibatkan oleh perkembangan jaman. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dengan pengumpulan data melalui sumber referensi kitab/susastra dan literatur lainnya. Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa perubahan pada komponen Tari Joged Bumbung mengakibatkan terjadinya pergeseran nilai-nilai tradisional pada tarian karena perubahan tersebut disesuaikan dengan tren yang sedang berkembang di era modern. Tari Joged Bumbung mengalami perubahan menjadi produk komoditas yang dapat diperjualbelikan sehingga dapat menjadi sumber penghasilan bagi penari, grup tari, dan masyarakat lokal. Meskipun bermanfaat untuk mempromosikan budaya Bali dan mendorong perekonomian, namun memiliki resiko yang dapat mengorbankan nilai-nilai spiritual dan lokal yang terdapat dalam seni tari balih-balihan dalam Tari Joged Bumbung. Diharapkan bahwa seni keagamaan kedepannya mampu melestarikan budaya lokal dan membentuk kepribadian estetis masyarakatnya namun tetap dijiwai oleh nilai-nilai agama Hindu yang menambah kesempurnaan nilai-nilai budaya setempat sehingga masyarakat semakin yakin dengan nilai-nilai kebenaran budayanya.
COMMUNICATION STRATEGIES OF WOMEN LEADERS IN AI-BASED DIGITAL TRANSFORMATION IN TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP PERSPECTIVES AND SENSEMAKING Limarandani, Ni Putu; Tundjungsari, Ira; Patera, A.A Ketut
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 1 (2026): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v9i1.27357

Abstract

The development of Artificial Intelligence (AI) has driven digital transformation that is not only technological in nature but also communicative and symbolic within organizations. This transformation requires leadership capable of managing meaning, building collective understanding, and directing change through communication processes. This study aims to examine the communication strategies of women leaders in AI-based digital transformation using the perspectives of transformational leadership and sensemaking theory. This study employs a qualitative approach, with the primary informant being Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd., President of BPW Indonesia, supported by two additional informants Fiyatri Widuri, S.T., Vice President of Business Professional Women (BPW) Indonesia, and I Dewa Ayu Dania Adnyani, an organizational partner of BPW Indonesia as a form of source triangulation. Data were collected through in-depth interviews, observation, and document analysis, and subsequently analyzed using thematic and interpretative techniques. The findings indicate that women’s leadership communication strategies are articulated through the formulation of a transformational vision, the use of inclusive narratives and communicative symbols, and dialogical communication practices that encourage participation and collective learning. Leadership communication functions as a mechanism for constructing shared meaning about AI, reconstructing organizational members’ perceptions from uncertainty toward understanding and readiness for transformation. Conceptually, this study extends leadership communication scholarship by positioning AI-based digital transformation as a communicative process mediated by women’s leadership