Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Inovasi Komposter Dua Fungsi Sebagai Solusi Pengelolaan Limbah Rumah Tangga di Kabupaten Trenggalek: Realita, Arie; Fahmi, Muhammad Nurul; Madlazim; Putri, Nugrahani Primary; Kusumawati, Diah Hari; Ramadhan, Yuansyah Dhaniar; Situmeang, Adedio Daniel; Huda, Naufal Mumtas
Journal of Dedication in Community Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya (UNESA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jodic.v3n2.p1-11

Abstract

Pengelolaan limbah organik rumah tangga masih menjadi tantangan di berbagai wilayah perdesaan Indonesia, termasuk Kabupaten Trenggalek. Rendahnya kesadaran masyarakat dan terbatasnya akses terhadap teknologi tepat guna menyebabkan limbah dapur rumah tangga belum dimanfaatkan secara optimal. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi lingkungan dan keterampilan pengelolaan limbah melalui inovasi komposter dua fungsi, yang mampu menghasilkan kompos padat dan pupuk cair secara simultan. Kegiatan dilaksanakan di Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari, dengan melibatkan 20 ibu rumah tangga dari kelompok PKK. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif berbasis model DEK SUSI dan Participatory Technology Development (PTD). Evaluasi dilakukan melalui pre–post test, angket, observasi, dan wawancara. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dari skor rata-rata 2,9 menjadi 3,9, dengan 95% peserta memahami fungsi kompos, 75% menyatakan alat mudah digunakan, dan 85% bersedia bergabung dalam skema penggunaan kolektif. Hambatan utama adalah keterbatasan alat, ruang, dan akses bioaktivator. Program ini terbukti efektif dalam membangun kesadaran dan keterampilan masyarakat terhadap pengelolaan limbah berbasis rumah tangga. Inovasi sederhana ini memiliki potensi untuk direplikasi secara luas guna mendorong transformasi perilaku lingkungan dan ekonomi sirkular lokal.
HVSR-Based Microzonation of Natural Frequency, Amplification, Vulnerability Index, and Ground Shear-Strain in Malang City, East Java Situmeang, Adedio Daniel; Saputra, M. Rizky; Ramadhan, Yuansyah Dhaniar; Cholisatin, Safira Nur; Asyfiya, Divana Zumrotul; Madlazim, Madlazim; Fahmi, Muhammad Nurul; Safrian, Alif Haidar; Putri, Rasamala I.W; Realita, Arie
Prisma Sains : Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram Vol. 14 No. 1: January 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/j-ps.v14i1.17820

Abstract

Seismic activity in Malang City is very high due to tectonic dynamics in the subduction zone between the Indian-Australian and Eurasian plates and the active local faultsm, including the northeast-southwest trending Watukosek Fault, and the east-west fault around the Pasuruan Fault, which have the potential to cause damaging ground shaking in Malang City. The BMKG also recorded an earthquake with a magnitude of 4.5 Mw on March 16, 2025. Based on these events, this study was conducted to analyze the vulnerability of Malang City, East Java, using the Horizontal-Vertical Spectral Ratio (HVSR) method by integrating the parameters of natural frequency (f0), amplification (Ag), soil vulnerability index (Kg), and Ground Shear-Strain (γ).  A total of 19 points were processed using Geopsy software to obtain the HVSR curve and obtain the f₀ and Ag values, while Kg and γ were obtained from processing the HVSR parameters and then mapped through spatial interpolation in ArcGIS. The results of data processing and analysis show that several points in Malang City have f0 1.448 - 9.938 Hz with amplification 1.704 - 6.639 and soil vulnerability index values 0.383 - 14.871, as well as shear strain values up to 0.009. Zones are mainly concentrated by high amplification and vulnerability are mainly concentrated in the northern part of Kedungkandang District, the eastern part of Blimbing District, and parts of Lowokwaru District, which are dominated by higher frequencies with low amplification, as well as the western part of Sukun District, indicating a high level of earthquake risk.  While previous studies primarily utilized only utilized natural frequencies and amplification, whereas this study offers HVSR-based microzonation by integrating dynamic soil parameters (f₀, Ag, Kg, and γ).