Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Sistem Informasi Pengelolaan Obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Menggunakan Pendekatan HOT-FITPenerapan Sistem Informasi Pengelolaan Obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Menggunakan Pendekatan HOT-FIT: IMPLEMENTATION OF DRUG MANAGEMENT INFORMATION SYSTEM IN PHARMACY INSTALLATION OF REGIONAL GENERAL HOSPITAL USING HOT-FIT APPROACH Azizatunnisa, Rahmatia; Ghozali, Muhammad Thesa; Ahyar, Zeda Kumala; Dewi, Pramitha Esha Nirmala; Widayati, Aris
JFL : Jurnal Farmasi Lampung Vol. 14 No. 2 (2025): JFL : Jurnal Farmasi Lampung
Publisher : Program Studi Farmasi-Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam-Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/rvts9708

Abstract

Implementasi lapangan Sistem Informasi Manajemen Pengelolaan Obat (SIM-PO) di instalasi farmasi rumah sakit menuntut keselarasan faktor manusia, organisasi, serta teknologi agar berdampak pada mutu layanan dan efisiensi logistik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh dari Human, Organization, dan Technology terhadap keberhasilan penerapan SIM-PO di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang berlokasi di sebuah kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia menggunakan metode HOT-FIT. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kuantitatif cross-sectional pada 35 tenaga kefarmasian dari berbagai unit kerja, menggunakan kuesioner yang valid dan reliabel; analisis ini dilakukan dengan Partial Least Squares (SmartPLS 3.0). Hasil penelitian membuktikan bahwa ketiga dimensi berpengaruh signifikan terhadap implementasi SIM-PO di instalasi farmasi; domain Human (β=0,364; t=3,231; p=0,0013), Organization (β=0,334; t=2,812; p=0,0051), dan Technology sebagai determinan paling dominan (β=0,442; t=3,676; p=0,0003). Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi sistem ini ditentukan oleh kualitas teknis dan layanan TI, dukungan organisasi (kebijakan, kepemimpinan, pelatihan), serta kompetensi dan kepuasan pengguna. Selain itu, implikasi praktiknya adalah prioritas peningkatan keandalan sistem informasi obat dan interoperabilitas, program peningkatan kapasitas pengguna berbasis kebutuhan unit, serta tata kelola dan dukungan manajerial yang konsisten.