Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGHAMBATAN CENDAWAN ENDOFIT BUNGA BAWANG DAYAK Fusarium solani EnI TERHADAP CENDAWAN KONTAMINAN SECARA IN VITRO DAN CENDAWAN PATOGEN SECARA IN VIVO Sari, Noorkomala; Santoso, Untung; Rizali, Akhmad; Norhaliza, Siti; Nanda, Tiya Dwi; Santoso, Kris Budi
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i4.8620

Abstract

Cendawan endofit adalah salah satu agen pengendali biologi yang dapat melindungi tanaman dari serangan patogen. Bawang dayak merupakan tanaman obat di Kalimantan Selatan sebagai inang dari cendawan endofit yang berpotensi sebagai agen pengendali biologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan cendawan endofit bunga bawang dayak, Fusarium solani EnI,  dalam mengendalikan penyakit layu fusarium di tanaman bawang merah, kemampuan hambatnya dengan Aspergillus flavus dan skrining bahan metabolit yang terkandung dalam ekstrak kultur endofit. Metode penelitian menggunakan uji penghambatan in vitro terhadap A.flavus, kejadian penyakit layu fusarium pada pada tanaman bawang yang merah yang diaplikasikan endofit cendawan bunga bawang dayak F. solani EnI di rumah kaca serta skrining fitokimia kultur endofit. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yaitu perbedaan media tumbuh secara in vitro dan pengayaan cendawan  endofit pada benih dan media tanam secara in vivo. Parameter pengamatan meliputi persen daya hambat, kejadian penyakit layu fusarium, tinggi tanaman, berat kering tanaman dan uji kualitatif fitokimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan benih dan media tanam yang diperkaya cendawan endofit F.solani EnI pada bawang merah telah meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan layu fusarium ditunjukan dengan meningkatnya pertumbuhan tanaman dari parameter tinggi tanaman yaitu dengan nilai tanaman tertinggi 43 cm pada 7 MST dan berat kering tertinggi yaitu 22 g. Hal ini dikarenakan kemampuan endofit yang mengandung senyawa metabolit terpenoid yang bersifat antimikroba dari hasil kualitatif fitokimianya. Cendawan endofit F. solani EnI juga mampu menghambat pertumbuhan cendawan kontaminan A. flavus secara in vitro dengan daya hambat 50-68 % pada variasi media PDA, jagung dan kedelai.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PEMASARAN DIGITAL PADA UMKM RENGGINANG: DESAIN, IMPLEMENTASI, DAN CAPAIAN AWAL Kamaroellah, R. Agoes; Aulia, Anis; Syafa, Wirdana; M.P, Arisandi Romadhona; Jibran H, Bakti Reynal; Fahmy, Muhammad Ali; Oktaviana, Ade Malyka Alya; Nikmah, Qurrotul Aini; Norhaliza, Siti; Ma’rufah, Siti; Afriyani, Feni Nur; Halimiyah, Eny; Sirul, Mohammad; Ali, Bahrul
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 11 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i11.3001

Abstract

MSMEs are small businesses owned and managed by individuals or groups with certain wealth and income limits, playing an important role in the community economy, including in Lebbek Village, Pakong District. This study used a qualitative and descriptive approach to understand the dynamics of rengginang businesses, which are local MSMEs with great potential but facing marketing constraints. Community service is focused on training in using digital technology as a marketing medium through platforms such as TikTok, Instagram, and Shopee, involving three active rengginang business actors as participants. The increase in participants’ knowledge was measured qualitatively through interviews and observations, covering their understanding of social media utilization and digital marketing strategies. However, it was not supplemented with quantitative data, such as sales or market reach changes, before and after the training. The research results show an increase in the knowledge of MSME actors in managing digital marketing and opening opportunities to expand the market. Thus, this activity not only strengthens the competitiveness of local MSMEs but also encourages rural economic development through sustainable marketing innovation.