Nadiyah Tunnikmah
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KOMODIFIKASI TEKNIK CETAK SARING DI KAMPUNG WEDI, KLATEN Nadiyah Tunnikmah
Corak : Jurnal Seni Kriya Vol 6, No 1 (2017): MEI 2017
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.933 KB) | DOI: 10.24821/corak.v6i1.2392

Abstract

The active use of screen printing techniques by industry sectors encourages this technique to be developed both in the use of tools or materials. It is undeniable that the use of screen printing techniques or so-called commercial screen printing makes this technique can be studied not only in formal educational institutions but also non-formal. The emerging of screen printing practitioners made this technique development specifically according to their individual needs. One of Commodification of screen printing techniques in the community is in dukuh Krangkungan, di Desa Pandes, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Central Java. Characteristics that developed in Wedi researched using field methods of observation, documentation and interviews. Paguyuban as a place to communicate and socialize have a role to screen printing technique that exist in Wedi. The spirit of togetherness that is built in Paguyuban Kampung Sablon not only in the stage of running a business but also on various aspects besifat technically one of them is to divide the screen printing ability. Paguyuban also as a forum to exchange information about the technical, tools and materials. Paguyuban also encourages employees who have working experience as a screen printing and has mastered the technical screen printing to open screen printing services themselves. Seen from the number of members of the community that has grown from 9 at the beginning of established now become 15 units of screen printing. The screen printing unit developed will be able to survive one of them with improved quality, work ability and efficiency. Key word: Screen Printing, Commodification, Sablon  Penggunaan secara aktif teknik cetak saring oleh sektor industri mendorong teknik ini terus dikembangkan baik dalam penggunaan alat atau bahan. Tidak dapat dipungkiri penggunaan teknik cetak saring atau yang biasa disebut sablon secara komersial membuat teknik ini dapat dipelajari tidak hanya di lembaga pendidikan formal tapi juga non formal. Praktisi sablon yang akhirnya bermunculan juga mengembangkan teknik ini lebih spesifik sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Komodifikasi teknik cetak saring di masyarakat salah satunya di dukuh Krangkungan, di Desa Pandes, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Karakteristik serta rekayasa teknik yang berkembang di Kampung Sablon Wedi diteliti menggunakan metode lapangan berupa observasi, dokumentasi dan wawancara. Paguyuban sebagai wadah untuk berkomunikasi dan bersosialisai mempunyai peran terhadap teknik sablon yang ada di Wedi. Semangat kebersamaan yang dibangun dalam Paguyuban Kampung Sablon tidak hanya dalam tahap menjalankan usaha tapi juga pada berbagai aspek yang besifat teknis salah satunya adalah membagi kemampuan menyablon.. Paguyuban juga sebagai wadah untuk bertukar informasi mengenai teknis, alat dan bahan. Paguyuban juga mendorong karyawan yang telah lama bekkerja sebagai tukang sablon dan telah menguasai teknis sablon utnuk membuka jasa sablon sendiri. Terlihat dari jumlah anggota paguyuban yang telah bertambah dari 9 pada awal didirikan sekarang menjadi 15 unit sablon. Unit sablon yang dikembangkan akan bisa bertahan salah satunya dengan peningkatan kualitas, kemampuan kerja dan efisiensi kerja. Kata Kunci: Cetak Saring, Komodifikasi, Sablon
Adiksi Game Gacha sebagai Inspirasi Karya Seni Grafis Kalyana Aqila Saputra; Bambang Witjaksono; Nadiyah Tunnikmah
IKONIK : Jurnal Seni dan Desain Vol. 6 No. 02 (2024): JULI 2024
Publisher : LPPM Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/ijsd.v6i02.16633

Abstract

Berawal dari kegemaran bermain video games, yang kemudian menjadi sebuah pintu masuk ke dunia games bergenre gacha. Sebuah rasa cemas muncul saat kegemaran tersebut kemudian berdampak negatif ke berbagai faktor kehidupan sehari-hari seperti sosial, kesehatan, hingga finansial. Pengalaman tersebut kemudian dijadikan sebuah rumusan dalam penciptaan karya dengan teknik seni grafis yang bertujuan untuk menginformasikan kepada masyarakat luas terhadap bahanya dari games bergenre gacha ini. Metode penciotaan yang dikakukan dalam mewujudkan karya yaitu dengan pendekatan konsep kekaryaan Agar  pesan  lebih  mudah  tersampaikan, perwujudan karya menggunakan metode apropriasi atau plesetan dari media yang sering dikonsumsi masyarakat terutama para penghuni internet. Hasil penciptaan karya menunukan dengan praktek transaksi mikro berbasis peluang, games gacha dapat menyebabkan pemainnya haus akan dopamin yang menyebabkan adiksi. Karya yang diwujudkan merupakan kritik terhadap games gacha yang mengeksploitasi pemainnya  demi  keuntungan  moneter.  Kelima belas karya dicetak menggunakan teknik cetak saring yang dinilai adalah teknik yang paling mudah untuk menerjemahkan desain digital namun  tetap  mempertahankan  sentuhan  karya  tradisional.  Dalam  proses  pengerjaan karya ini juga menjadi suatu momen untuk mengevaluasi diri terhadap pilihan irasional yang telah dilakukan saat sedang dalam pengaruh game gacha, sehingga dapat dinilai menjadikan pengalaman negatif menjadi suatu yang produktif adalah sebuah capaian yang perlu diapresiasi. Kata kunci: Video games, transaksi, gacha, adiksi, cetak saring, seni grafis.
A Critical Literature Review of Mediatization of Art on Instagram Tunnikmah, Nadiyah; Irawanto, Budi; Hujatnika, Agung
IJCAS (International Journal of Creative and Arts Studies) Vol 11, No 2 (2024): December 2024
Publisher : Graduate School of Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ijcas.v11i2.11323

Abstract

A critical review of the literature was conducted to investigate the mediatization of art on Instagram. Finding out about fine art on Instagram through empirical studies, identifying knowledge gaps, and possible future developments can all be done by conducting a critical literature review. To search for the required articles, Boolean operators (AND, OR, NOT) are used by combining and filtering search terms effectively. The main databases were searched using the following terms: (“art” OR “visual arts” OR “contemporary art”) AND (“Instagram” OR “Instagram Art”) AND (“Mediatization” OR “art” OR “Visual Arts”). Databases used include Scopus, JSTOR, Google Scholar. From the search, 198 references were obtained, after checking the relevance it was decided that 24 articles were worthy of being used as references in a critical literature review. Based on observations of previously existing literature, this literature can be categorized into three parts, namely: Instagram as a data source and analyzing the visual form of uploads, Study of arts on Instagram, Study of mediatization of fine arts on Instagram.Tinjauan Pustaka Kritis Mediatisasi Seni di Instagram Abstrak Tinjauan kritis terhadap literatur dilakukan untuk menyelidiki mediatisasi seni di Instagram. Mencari tahu tentang seni rupa di Instagram melalui kajian empiris, mengidentifikasi kesenjangan pengetahuan, dan kemungkinan perkembangan di masa depan, semuanya dapat dilakukan dengan melakukan tinjauan literatur kritis. Untuk mencari artikel yang dibutuhkan, digunakan operator Boolean (AND, OR, NOT) dengan menggabungkan dan memfilter istilah pencarian secara efektif. Basis data utama dicari menggunakan istilah berikut: (“seni” ATAU “seni visual” ATAU “seni kontemporer”) DAN (“Instagram” ATAU “Seni Instagram”) DAN (“Mediatisasi” ATAU “seni” ATAU “Seni Visual” ). Database yang digunakan antara lain : Scopus, JSTOR, Google Scholar. Dari penelusuran diperoleh 198 referensi, setelah dilakukan pengecekan relevansi diputuskan 24 artikel layak dijadikan rujukan dalam tinjauan pustaka kritis. Berdasarkan pengamatan terhadap literatur-literatur yang telah ada sebelumnya, maka literatur ini dapat dikategorikan menjadi tiga bagian, yaitu: Instagram sebagai sumber data dan menganalisis bentuk visual unggahan, Kajian seni rupa di Instagram, Kajian mediatisasi seni rupa di Instagram.
INTERAKSI SIMBOLIK DALAM MEDAN SENI RUPA DI YOGYAKARTA Tunnikmah, Nadiyah
PRASI Vol. 20 No. 01 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v20i01.85196

Abstract

Di Yogyakarta, seniman menunjukkan bentuk kemandirian yang berbeda dibandingkan dengan rekan-rekan mereka di kota-kota Indonesia lainnya, terutama melalui penyelenggaraan berbagai pameran seni independen. Kemandirian berbasis kolektif ini mendefinisikan seniman Yogyakarta sebagai individu dalam komunitas seni yang lebih besar. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika interaksi simbolik medan seni rupa Yogyakarta, menguraikan pola interaksi pelaku seni serta menganalisis asal-usul kolektif dari kemandirian seniman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan teori interaksi simbolik, melibatkan wawancara mendalam, dan studi dokumen sebagai teknik pengumpulan data. Analisis pola interaksi mengungkap bahwa kemandirian seniman Yogyakarta berkembang melalui hubungan simbolik yang berkelanjutan, terlihat dalam berkembangnya ruang-ruang seni yang dikelola secara kolektif. Studi ini mengungkap bahwa kemandirian ini berkembang melalui interaksi simbolik yang berkelanjutan di antara para seniman, yang terbukti dalam menjamurnya ruang-ruang yang dikelola seniman di seluruh Yogyakarta.