Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Klinik Pemajuan Kebebasan Beragama/Berkeyakinan Berbasis Nilai Islam Melalui Materi Bahasa Arab Di Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus Putri Yahya, Yuangga Kurnia; Farhah, Farhah; Rachmawati, Fadhillah; Mahmudah, Umi; Chusna, Nala Alfia; Ma'arif, Samsul; Shaliha, Corina Durra; Masitoh, Siti
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2025): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v4i4.2139

Abstract

Kegiatan yang bertajuk “Klinik Literasi KBB Berbasis Nilai Islam di Perguruan Tinggi Pesantren” ini merupakan klinik KBB yang diselenggarakan di pondok pesantren dan perguruan tinggi pesantren. Klinik ini berfokus pada pengenalan dan pembentukan perspektif (atau minimal awareness) terkait isu  Kebebasan Beragama atau Berkeyakinan (KBB) pada Mahasiswa/i Guru.Tujuan praktisnya memperkenalkan isu KBB pada Mahasiswa/i Guru dan memberikan awareness akan pelanggaran KBB dalam konteks Indonesia yang masih banyak ditemui. Realisasi program pengabdian ini dimulai dari tahap persiapan, pelaksanaan, dan tahap evaluasi dan refleksi dengan memanfaatkan berbagai metode dan integrasi dengan mata kuliah “Bahasa Arab lil Qira’ah wa al-Kitabah”. Dalam pelaksanaannya, program ini terbagi ke dalam program formal di dalam kelas dan program non-formal di luar kelas. Kegiatan formal di dalam kelas meliputi sesi dalam mata kuliah tertentu dan dalam bentuk workshop. Adapun kegiatan non-formal di luar kelas dilaksanakan dalam bentuk kajian rutin setelah sholat maghrib. Di berbagai program tersebut, tim pengabdi menyajikan pembelajaran seputar isu KBB dengan berbagai metode yang menarik, mulai dari membuat peta opini, studi kasus, menonton video, melakukan kajian ayat al-Qur’an, hingga bermain peran untuk merefleksikan bentuk-bentuk pelanggaran KBB dalam kehidupan sehari-hari. Program-program tersebut diadakan dalam rangka memberikan wawasan dan kompetensi yang dikemas dalam suasana belajar baru yang berbeda dengan suasana belajar di kelas. Nuansa baru ini diperkenalkan dalam rangka merangsang minat dan kepekaan para guru pondok pesantren dalam memandang isu-isu KBB, khususnya dalam konteks Indonesia.
Paradigma Otonomi Estetika dalam Diskursus Barat dan Islam: Sebuah Analisis Kritis: The Paradigm of Aesthetic Autonomy in Western and Islamic Discourse: A Critical Analysis Yasmin, Alifah; Chusna, Nala Alfia
Journal of Islamic and Occidental Studies Vol. 3 No. 2 (2025): Journal of Islamic and Occidental Studies
Publisher : Center of Islamic and Occidental Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jios.v3i2.50

Abstract

The slogan “art for art’s sake” emerged in modern western aesthetics developed as a paradigm viewing the autonomy of art, free from ethical, religious, or practical purposes. According Théophile Gautier’s theory, this slogan emphasizes beauty as an end in itself. In the modern era, its influence is evident in artistic products that prioritize formal innovation, subjective expression, and aesthetic experience, such as abstract painting, experimental architecture, and conceptual art. Within the context of Islamic modern aesthetics, this paradigm interacts critically with traditional Islamic views that integrate beauty, ethics, and spirituality, producing both adaption and tension in contemporary Islamic art, design, and visual culture. This study employs a qualitative research method through philosophical analysis and critical textual interpretation of Kantian aesthtetics and modern Islamic discourse. The research indicates that “art for art’s sake” is characteristic of Western thinking, which is free from religious and spiritual values. Meanwhile, aesthetics in Islam involves the integration of ḥaqq, khayr, and jamāl. Beauty in Islam must contain goodness and truth, and be based on the values of tawhid and religion.