Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI FINANSIAL KEPALA SEKOLAH DALAM MENGELOLA PEMBIAYAAN SEKOLAH RINTISAN di SD MUHAMMADIYAH TUNAS SURYA Sulanjari, Wegang; Yusuf, Muh Nur Azis; Muzakki, Ghufron Ahmad; Arjanti, Evlia Ratna; Sulanjari; Ari, Lukit Adi Syam; Harsono; Indri
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v5i3.6393

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sumber pembiayaan, mekanisme pengelolaan dana, serta peran para pemangku kepentingan dalam keberlangsungan operasional SD Muhammadiyah Tunas Surya Kabupaten Klaten. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan strategi studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan kepala sekolah, guru, bendahara, PCM, BPH, dan pelaku usaha, serta studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sementara keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiayaan SD Muhammadiyah Tunas Surya bersumber dari dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP), Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP), serta dukungan swadaya dari Badan Pengurus Harian (BPH) dan pelaku usaha sekitar. BPH menjadi penopang utama dalam mencukupi kekurangan anggaran, termasuk pembangunan sarana prasarana dan operasional rutin, karena kontribusi PCM masih terbatas. Sekolah telah menerapkan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dalam penyusunan RAPBS dan pengelolaan anggaran, sehingga meskipun keterbatasan dana, proses pembelajaran tetap berjalan efektif, efisien, dan transparan untuk keberlangsungan lembaga pada masa awal pertumbuhan.
Humanisasi Sistem Penilaian: Menggeser Paradigma dari Ranking menuju Asesmen Autentik di Sekolah Dasar Ari, Lukit Adi Syam; Sulanjari, Wegang Sri; Yusuf, Muh Nur Azis; Muzakki, Ghufron Ahmad; Arjanti, Evylia Ratna; Muhibbin , Ahmad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5423

Abstract

Pendidikan abad ke-21 menuntut transformasi fundamental dari sekadar transfer pengetahuan menuju pengembangan karakter dan kompetensi holistik peserta didik. Namun, praktik pendidikan di sekolah dasar masih banyak didominasi oleh sistem penilaian berbasis pemeringkatan atau ranking yang cenderung bersifat dehumanis dan reduktif. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi secara mendalam pergeseran paradigma penilaian di SDN Telukan 02, dari budaya testing menuju budaya asesmen autentik yang memanusiakan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, dan siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, sistem ranking berdampak negatif terhadap kondisi psikologis siswa, berupa kecemasan akademik, penurunan harga diri, dan pelabelan negatif. Kedua, strategi humanisasi pendidikan diterapkan melalui asesmen diagnostik, diversifikasi instrumen penilaian seperti proyek dan portofolio, serta umpan balik konstruktif. Ketiga, transformasi penilaian menghadapi tantangan manajerial berupa resistensi guru terhadap beban administrasi dan ekspektasi orang tua yang masih berorientasi pada kompetisi angka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa asesmen autentik dalam kerangka Kurikulum Merdeka merupakan instrumen strategis untuk mengembalikan hakikat pendidikan sebagai proses humanisasi dan pengembangan potensi peserta didik secara utuh, berkeadilan, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan psikologis siswa sekolah dasar. Temuan ini memperkuat urgensi reformasi penilaian demi terciptanya iklim belajar yang inklusif, dialogis, dan berpusat pada anak