Imamah, Rizkia Fifiqotul
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendekatan ABCD Dalam Pemanfaatan Potensi Alam Untuk Ekonomi Alternatif Melalui Pengolahan Singkong di Desa Jadi, Semanding, Tuban Muhibbullah, Muhammad Zaim; Hana, Rissiril; Salsabila, Siti Nur Ika; Fransiska, Nur Jelita Ananda; Agustina, Tri Noviani; Sari, Uut Kenanga; Imamah, Rizkia Fifiqotul; Mahmuddah, Lailatul; Muk’alimah, Siti; Salsabila, Najwa; Rohma, Nur Okta Fiatul
ABDIMASY: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Desember
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/abdimasy.v4i2.3977

Abstract

Indonesia sebagai negara agraris memiliki kekayaan sumber daya alam, khususnya di sektor pertanian. Salah satu komoditas potensial adalah singkong, tanaman yang mudah tumbuh dan kaya karbohidrat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini berfokus di Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani lahan kering. Melalui pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD), kegiatan ini bertujuan memetakan dan mengembangkan aset lokal, terutama potensi singkong. Metode yang digunakan adalah observasi dan wawancara mendalam terhadap masyarakat serta perangkat desa. Hasil kegiatan berupa inovasi produk olahan singkong, yaitu Singkong Karamel dan Kerupuk Seblak Sandariyah (SeblaKriyah), yang tidak hanya menambah variasi pangan lokal, tetapi juga berpotensi menjadi sumber ekonomi alternatif. Pendekatan ABCD terbukti meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap aset yang dimiliki, mendorong kreativitas, serta memperkuat partisipasi sosial dalam pembangunan ekonomi desa secara mandiri dan berkelanjutan.
PEMETAAN KEBUTUHAN GAYA BELAJAR DAN MINAT BELAJAR ERA TRANSFORMASI DIGITAL PENDIDIKAN PADA SISWA KELAS VIII MATA PELAJARAN SKI DI MTsN Imamah, Rizkia Fifiqotul; Hidayah, Nurul lailatul
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i1.8660

Abstract

ABSTRACT The development of education in the digital era requires educators to gain a deep understanding of students’ learning characteristics in order to create effective and meaningful learning processes. In the context of Islamic Cultural History (SKI) learning at MTsN 1 Tuban, this study focuses on mapping the learning styles and learning interests of eighth-grade students, as well as examining the use of digital learning media in the instructional process. The study was designed using a qualitative descriptive approach, with data collected through in-depth interviews, participatory observation, and analysis of instructional documentation. The results indicate that students exhibit diverse learning styles, including visual, auditory, and kinesthetic, with visual learning being the most prominent. The use of digital learning media such as visual presentations, instructional videos, and interactive quizzes was shown to enhance students’ learning interest and engagement in SKI learning. Nevertheless, the implementation of digital learning continues to face several challenges, including limited availability of devices, internet connectivity constraints, and teachers’ readiness to systematically map students’ learning styles. This study concludes that digital-based mapping of learning styles and learning interests plays an important role as a foundation for designing differentiated and student-centered SKI learning in the era of digital transformation. ABSTRAK Perkembangan pendidikan di era digital menuntut pendidik untuk memahami secara mendalam karakteristik belajar peserta didik guna mewujudkan proses pembelajaran yang efektif dan bermakna. Dalam konteks pembelajaran SKI di MTsN 1 Tuban, penelitian ini difokuskan pada pemetaan gaya belajar dan minat belajar siswa kelas VIII serta kajian terhadap pemanfaatan media pembelajaran digital dalam proses pembelajaran. Penelitian ini dirancang menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan tahapan pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumentasi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberagaman gaya belajar siswa mencakup visual, auditorial, dan kinestetik, dengan gaya belajar visual sebagai kecenderungan yang paling menonjol. Penggunaan media pembelajaran digital, seperti presentasi visual, video pembelajaran, dan kuis interaktif, terbukti mampu meningkatkan minat serta keterlibatan siswa dalam pembelajaran SKI. Meskipun demikian, pelaksanaan pembelajaran digital masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain keterbatasan perangkat, akses jaringan internet, serta kesiapan guru dalam melakukan pemetaan gaya belajar secara sistematis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemetaan gaya belajar dan minat belajar berbasis digital berperan penting sebagai dasar perancangan pembelajaran SKI yang berdiferensiasi serta berorientasi pada peserta didik di era transformasi digital.
IMPLEMENTASI PROGAM TAHSIN ALQUR’AN SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR ALQUR’AN SISWA MAN TAHUN PELAJARAN 2025/2026 Fauzi, M.; Imamah, Rizkia Fifiqotul; Wijaya, Abdul Latif Akbar; Mufarikhah, Zumrotul
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v6i1.9652

Abstract

ABSTRACT Variations in Qur’anic reading proficiency among Madrasah Aliyah students, particularly in Grade X where some students have not yet mastered the hijaiyah letters and accurate articulation (makharijul huruf), indicate a gap between the expected graduate competency standards and the students’ actual level of Qur’anic literacy at school. This study focuses on examining how the Tilawati-based Tahsin Al-Qur’an program is integrated into the madrasah curriculum and how it contributes to improving students’ reading skills and learning motivation in the 2025/2026 academic year. The research employed a qualitative approach with a descriptive design. Data were collected through participant observation, semi-structured interviews, and document analysis, and were analyzed using data reduction, data display, and interactive conclusion drawing. The findings reveal that the integration of the Tilawati method as a compulsory local content subject establishes a structured and consistent tiered learning system. The implementation of staged evaluations through daily assessments, semester examinations, and munaqosyah promotes progressive improvement in Qur’anic reading skills according to grade level and fosters a clear achievement orientation among students. In addition to enhancing pronunciation accuracy and the application of tajwid rules, the program also strengthens learning motivation through measurable competency standards and a transparent evaluation system. Therefore, the Tilawati-based Tahsin program functions not only as an intervention to improve reading skills but also as a strategic effort to cultivate sustained commitment to Qur’anic learning within the Madrasah Aliyah environment. ABSTRAK Variasi kemampuan membaca Al-Qur’an di kalangan peserta didik Madrasah Aliyah, khususnya pada siswa kelas X yang sebagian belum menguasai huruf hijaiyah dan ketepatan makharijul huruf, menunjukkan adanya kesenjangan antara standar kompetensi lulusan dan capaian faktual literasi Al-Qur’an di sekolah. Penelitian ini berfokus pada bagaimana pelaksanaan program Tahsin Al-Qur’an berbasis metode Tilawati diintegrasikan ke dalam kurikulum madrasah serta bagaimana kontribusinya terhadap peningkatan kemampuan membaca dan motivasi belajar siswa Tahun Pelajaran 2025/2026. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi metode Tilawati sebagai muatan lokal wajib membentuk sistem pembelajaran berjenjang yang terstruktur dan konsisten. Penerapan evaluasi bertahap melalui penilaian harian, ujian semester, dan munaqosyah mendorong peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an secara progresif sesuai tingkat kelas serta membangun orientasi capaian yang jelas bagi siswa. Selain memperbaiki kualitas pelafalan dan ketepatan tajwid, program ini juga menumbuhkan motivasi belajar melalui standar kompetensi yang terukur dan sistem evaluasi yang transparan. Dengan demikian, program Tahsin berbasis Tilawati tidak hanya berfungsi sebagai intervensi peningkatan keterampilan membaca, tetapi juga sebagai strategi penguatan komitmen belajar Al-Qur’an yang berkelanjutan di lingkungan Madrasah Aliyah.