Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN MEDIA SOSIAL DALAM PEMBENTUKAN OPINI POLITIK MASYARAKAT: DINAMIKA, TANTANGAN, DAN IMPLIKASI DEMOKRASI Muhammad Iqbal; Sri Utami; Tania Fadillah; Wahyu Saputra; Fariza Makmun; Rini Setiawati; Zamhariri
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/9jj0b811

Abstract

Media sosial memainkan peran penting dalam membentuk opini politik publik, tetapi juga menghadirkan tantangan bagi demokrasi. Berikut adalah abstrak tentang peran media sosial dalam membentuk opini politik publik: dinamika, tantangan, dan implikasi demokratik. Munculnya dan berkembangnya teknologi informasi telah mengubah perilaku masyarakat. Perubahan ini memengaruhi cara orang berpikir, merasakan, dan bertindak. Media sosial jelas dapat digunakan oleh pemerintah untuk memengaruhi opini publik dan partisipasi politik. Di negara demokrasi seperti Indonesia, opini publik sangat penting karena pemerintah tidak dapat berfungsi tanpanya. Di negara demokratis seperti Indonesia, opini publik sangat penting karena pemerintahan tidak dapat berfungsi tanpa itu. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang Peran Media Sosial dalam Membentuk Opini Politik Publik: Dinamika, Tantangan, dan Implikasi Demokratis. Artikel ini menggunakan penelitian kepustakaan, suatu metode pengumpulan data yang melibatkan pemahaman dan kajian teori dari berbagai literatur terkait penelitian ini. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi penelusuran internet dan studi dokumentasi. Kemunculan dan perkembangan teknologi informasi telah mengubah perilaku masyarakat. Perubahan ini memengaruhi pola pikir, perasaan, dan tindakan masyarakat. Media sosial jelas dapat digunakan oleh pemerintah untuk memengaruhi opini publik dan partisipasi politik. Di negara demokrasi seperti Indonesia, opini publik sangat penting karena pemerintah tidak dapat berfungsi tanpanya. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang Peran Media Sosial dalam Pembentukan Opini Politik Masyarakat: Dinamika, Tantangan, dan Implikasi Demokrasi Artikel ini menggunakan studi pustaka, yaitu metode pengumpulan data yang melibatkan pemahaman dan peninjauan teori dari berbagai literatur yang terkait dengan penelitian ini. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi penelusuran internet dan studi dokumentasi.
Model Penyuluhan Agama Dalam Pemberdayaan Nilai Dan Norma Adat Masyarakat Sai Batin Lampung Erna Martia Anggraini; Suhendi Suhendi; Tania Fadillah; Wahyu Saputra; Abdul Syukur; Rika Damayanti; Shonhaji Shonhaji
Jurnal Pengabdian Bersama Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2026): April : Jurnal Pengabdian Bersama Masyarakat Indonesia
Publisher : CV. Aksara Global Akademia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59031/jpbmi.v4i2.863

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan model dakwah keagamaan yang bertujuan memberdayakan nilai-nilai dan norma-norma adat masyarakat Sai Batin di Lampung, dengan mengintegrasikan tradisi budaya lokal dengan ajaran agama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian deskriptif, menganalisis sumber primer dan sekunder, termasuk dokumen resmi terkait kegiatan dakwah keagamaan, laporan masyarakat, dan literatur tentang integrasi nilai-nilai adat dengan ajaran agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model dakwah keagamaan di masyarakat Sai Batin di Lampung berhasil mengintegrasikan ajaran agama dengan nilai-nilai adat setempat, sehingga meningkatkan pemahaman dan penerimaan masyarakat terhadap ajaran agama berdasarkan norma-norma adat. Metode dakwah partisipatif terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan masyarakat, memfasilitasi diskusi, dan memperkuat pemahaman ajaran agama. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan, seperti keterbatasan sumber daya dan pemahaman sebagian anggota masyarakat tentang pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai adat dalam dakwah keagamaan. Meskipun demikian, penelitian ini menegaskan bahwa integrasi nilai-nilai adat dalam dakwah keagamaan sangat penting untuk memberdayakan masyarakat dan memastikan pelestarian tradisi lokal sambil tetap berpegang pada ajaran agama. Studi ini berkontribusi pada pengembangan model dakwah keagamaan yang menghormati nilai-nilai lokal, memberikan wawasan untuk program serupa di komunitas lain. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk fokus pada peningkatan alokasi sumber daya dan perluasan penggunaan teknologi untuk memperluas jangkauan dan dampak dakwah keagamaan