Qarinaturrahmah Siregar
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN SEKTOR PARIWISATA DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN DI SUMATERA UTARA Anyea Marcella Sitepu; Resnita Naibaho; Qarinaturrahmah Siregar
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 3 No. 3 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v3i3.6518

Abstract

Pariwisata merupakan sektor strategis yang memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi pariwisata terhadap peningkatan pendapatan di Sumatera Utara, baik pada level pendapatan asli daerah (PAD) maupun pendapatan masyarakat. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dengan data sekunder yang diperoleh dari publikasi resmi Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Pariwisata, serta berbagai kajian akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan domestik pada tahun 2023 mencapai 27.006.445 kunjungan dengan total pengeluaran sebesar Rp 76,23 triliun, sementara kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 196.875 orang dengan total pengeluaran Rp 4,79 triliun. Angka ini mencerminkan kontribusi besar pariwisata terhadap perputaran ekonomi, penciptaan lapangan kerja, penguatan UMKM, serta peningkatan PAD melalui pajak hotel, restoran, retribusi wisata, dan sektor pendukung lainnya. Objek wisata unggulan seperti Danau Toba, Bukit Lawang, Berastagi, dan Air Terjun Sipiso-piso terbukti menjadi daya tarik utama yang berpengaruh pada peningkatan kunjungan wisatawan. Meskipun demikian, masih terdapat sejumlah kendala yang memengaruhi optimalisasi sektor ini, antara lain keterbatasan sarana dan prasarana, rendahnya kualitas sumber daya manusia, tata kelola yang belum transparan, serta tantangan keberlanjutan lingkungan. Strategi pengembangan pariwisata Sumatera Utara perlu diarahkan pada perbaikan infrastruktur, peningkatan kapasitas SDM, promosi destinasi secara digital, serta penguatan sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat lokal. Dengan strategi yang berkelanjutan, pariwisata dapat menjadi motor penggerak peningkatan pendapatan daerah sekaligus kesejahteraan masyarakat.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA BERBASIS TEKNOLOGI BAGI WIRAUSAHA MUDA Qarinaturrahmah Siregar; Muthia Latifah; Jeremia Renhard Tampubolon; Nurul Khalila Pohan; Intan Sari; Raihana Syahira
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 3 No. 3 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v3i3.6513

Abstract

The development of digital technology in the era of industrial transformation has driven significant changes in business patterns and strategies, including for young entrepreneurs. Technology is not only a support but also a crucial foundation for marketing, operations, and business development. This study aims to analyze the use of technology by young entrepreneurs, identify the obstacles they face, and formulate effective technology-based business development strategies. The study used a qualitative approach with descriptive methods, involving five young entrepreneurs aged 19–32 who had been running technology-based businesses for at least one year. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, then analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña model The research results show that technology is being utilized in various aspects, such as digital marketing through Instagram, TikTok, and marketplaces; operational management using cashier applications, Trello, and Google Business; and strengthening branding through digital content. However, young entrepreneurs still face obstacles such as low digital literacy, limited content editing skills, changes in social media algorithms, and limited capital for digital advertising. Business development strategies identified include consistent content creation, improving digital competency through independent training, and selecting digital platforms appropriate to their business type. This study concludes that technology plays a central role in the development of young entrepreneurs, but its effectiveness depends heavily on digital literacy, creativity, and adaptive strategies. Optimizing digital competencies and utilizing appropriate platforms are key to young entrepreneurs' success in facing competition in the digital economy.