Radikalisme dan intoleransi di lingkungan perguruan tinggi Indonesia menunjukkan kecenderungan meningkat dalam satu dekade terakhir sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas ideologi bangsa dan identitas kebangsaan generasi muda. Mahasiswa menjadi kelompok yang rentan karena berada dalam fase pencarian jati diri, mudah terpapar arus informasi digital yang tidak terverifikasi, serta aktif dalam jejaring organisasi intra maupun ekstra kampus yang berpotensi menjadi ruang masuknya ideologi ekstrem. Penelitian ini bertujuan menganalisis penguatan nilai-nilai Pancasila sebagai strategi ideologis dalam mencegah radikalisme dan intoleransi pada mahasiswa melalui metode meta-analisis kualitatif. Sebanyak 24 artikel dan laporan penelitian bertema radikalisme mahasiswa, pendidikan Pancasila, dan strategi kontra-ekstremisme yang diterbitkan antara 2010–2020 dianalisis untuk mengidentifikasi pola, cara kerja radikalisasi, dan efektivitas program pencegahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan nilai Pancasila terbukti efektif melalui tiga pendekatan utama, yaitu: (1) internalisasi nilai secara reflektif dan dialogis melalui pembelajaran kritis-progresif, sehingga mahasiswa mampu memaknai nilai kebangsaan secara kontekstual; (2) integrasi nilai toleransi dan kebhinekaan ke dalam kegiatan kemahasiswaan untuk menciptakan kultur kampus yang inklusif; dan (3) kolaborasi antara perguruan tinggi, masyarakat sipil, dan lembaga pemerintah dalam menjalankan program pencegahan ekstremisme berbasis kampus. Studi ini berkontribusi pada pengembangan model pencegahan radikalisme di perguruan tinggi berorientasi Pancasila serta memberikan implikasi penting untuk perumusan kebijakan pendidikan tinggi, pembaruan kurikulum Pancasila, dan penguatan ekosistem kampus yang moderat dan berkeadaban.