Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PESISIR SEBAGAI RUANG TEORI: KRISIS AIR DI TALLO DAN DEKOLONISASI PENGETAHUAN Ferdhiyadi; A. Noer Chalifah Ramadhany
EDUSOS: Jurnal Edukasi dan Ilmu Sosial Vol. 2 No. 02 (2025): Vol.2 No.2 (2025): Volume 02 Nomor 02 (Des 2025)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisis air yang berlangsung selama lebih dari dua dekade di pesisir Tallo, Kota Makassar, memperlihatkan bahwa masalah ekologis tidak dapat dipahami hanya melalui pendekatan teknis. Penelitian ini bertujuan membaca krisis air sebagai krisis epistemik dengan menempatkan pengalaman warga sebagai sumber pengetahuan. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif jangka panjang, percakapan informal dengan perempuan dan pemuda, dokumentasi riset mahasiswa Sosiologi UNM), serta arsip visual dan material dari proses kuratorial pameran Air Mata Laut (2025). Analisis tematik digunakan untuk menafsir hubungan antara air, tubuh, ruang, dan kekuasaan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa: (1) beban pengelolaan air terbebankan secara tidak proporsional pada perempuan, membentuk memori ekologis lintas-generasi; (2) warga mengembangkan pengetahuan berbasis rasa, ritme waktu, dan tanda ekologis yang sering lebih akurat dibanding indikator teknokratis; dan (3) praktik kuratorial berfungsi sebagai metode produksi pengetahuan, menciptakan counter-archive atas narasi resmi pemerintah kota. Berdasarkan temuan tersebut, artikel ini mengusulkan konsep pesisir sebagai ruang teori, yaitu kerangka yang memposisikan pengalaman komunitas masyarakat sebagai dasar pembentukan teori sosial dekolonial di Indonesia. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan sosiologi lingkungan dan metodologi dekolonial melalui integrasi etnografi, advokasi, dan praktik seni.
Dari Kampung ke Kota: Mengurai Benang Kusut Mobilitas Sosial Migran Urban Alwi Usra Usman; Ferdhiyadi; Reni Alfiyah; A. Hardiyanti; Muhammad Al-khahfi Akhmad; Arisnawawi
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.13345

Abstract

Urbanisasi dari daerah pedesaan ke kota merupakan fenomena sosial yang kompleks dan terus berkembang, dipengaruhi oleh dinamika ekonomi, sosial, dan struktural. Studi ini bertujuan untuk menganalisis motivasi migrasi, strategi bertahan hidup, hambatan mobilitas sosial, dan perubahan status sosial yang dialami oleh migran perkotaan. Dengan menggunakan tinjauan pustaka dan pendekatan kualitatif deskriptif, hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan untuk bermigrasi tidak hanya didorong oleh faktor ekonomi, tetapi juga oleh pertimbangan pribadi, kondisi struktural di daerah asal, daya tarik daerah tujuan, dan hambatan geografis. Setelah bermigrasi, keberhasilan migran dalam membangun kehidupan baru di kota sangat dipengaruhi oleh pemanfaatan modal sosial dan ekonomi sebagai strategi bertahan hidup. Namun, mobilitas sosial mereka sering terhambat oleh hambatan struktural, ekonomi, sosial budaya, spasial, dan psikologis yang membatasi peluang peningkatan status sosial. Studi ini menegaskan bahwa mobilitas sosial migran bersifat multidimensional dan tidak sepenuhnya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi sangat dipengaruhi oleh kebijakan dan struktur sosial perkotaan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk perumusan kebijakan pembangunan perkotaan yang lebih inklusif dan menguntungkan kelompok migran.