Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Rasionalitas Pemilih Urban: Studi Pilihan Kotak Kosong Dalam Pilkada Kota Makassar 2018 Halim, Maqbul; Kasnawi, Tahir; Muhammad, Rahmat; Wulandari, Pratiwi; Akhmad, Muhammad Al-khahfi
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 6: Oktober 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i6.10818

Abstract

Pemilihan Wali Kota Makassar 2018 menghadirkan anomali dalam sejarah pemilu Indonesia, ketika kotak suara kosong memenangkan pemungutan suara melawan satu-satunya kandidat. Penelitian ini mengeksplorasi motivasi di balik pilihan warga Makassar tersebut, dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi lapangan. Menggunakan teori pilihan rasional James Coleman, hasil penelitian mengungkap enam motivasi utama: (1) keinginan akan calon pemimpin yang lebih baik di masa depan, (2) ketidakpuasan terhadap visi dan program kandidat, (3) partisipasi dalam kampanye kotak kosong yang berbasis akar rumput, (4) keraguan terhadap kapasitas kepemimpinan kandidat, (5) pengaruh keluarga dan jejaring sosial dalam membentuk pilihan politik, serta (6) penolakan terhadap politik dinasti. Temuan ini menunjukkan meningkatnya kesadaran politik pemilih urban serta penggunaan strategi elektoral sebagai sarana untuk menuntut kualitas kepemimpinan yang lebih baik. Studi ini berkontribusi pada pemahaman rasionalitas pemilih, dinamika elektoral, serta pentingnya gerakan akar rumput dalam memperkuat demokrasi lokal. Rekomendasi kebijakan juga ditawarkan untuk mendorong persaingan elektoral yang sehat dan meningkatkan partisipasi pemilih dalam pemilihan daerah.
Identifikasi Bentuk-Bentuk Risiko Penyaluran Dana Hibah Di Sulawesi Selatan: Studi Kasus Bantuan Pembangunan Masjid Salehuddin; Suparman Abdullah; Rahmat Muhammad; Pratiwi Wulandari; Muhammad Al-Khahfi Akhmad
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i1.13797

Abstract

Dana hibah merupakan salah satu instrumen kebijakan pemerintah daerah untuk mendukung pembangunan sosial, termasuk pembangunan rumah ibadah. Hibah diharapkan mampu mengurangi risiko sosial yang timbul akibat krisis maupun kerentanan masyarakat. Namun, di Sulawesi Selatan implementasi hibah justru menghadirkan sejumlah persoalan berupa penyalahgunaan, konflik kepentingan, lemahnya pengawasan, dan minimnya akuntabilitas pelaporan. Kondisi ini menandakan adanya kesenjangan antara regulasi normatif yang telah diatur dalam Permendagri dan Peraturan Gubernur dengan realitas praktik di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk risiko dalam penyaluran dana hibah serta faktor-faktor penyebabnya dengan menitikberatkan pada hibah pembangunan masjid. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, dilaksanakan di Biro Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan pada Mei–Juli 2025. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pejabat pemerintah, pengurus masjid, auditor, serta aktivis masyarakat sipil, dan diperkuat dengan studi dokumen regulasi, laporan audit, serta pemberitaan media. Hasil penelitian menunjukkan delapan bentuk risiko, antara lain mekanisme pembayaran tunai, pemalsuan tanda tangan, keterlambatan pencairan, konflik kepentingan, lemahnya pelaporan, rendahnya kapasitas pengurus, lemahnya pengawasan lintas struktur, dan ketiadaan standar baku besaran hibah. Kesimpulannya, dana hibah berpotensi menjadi sumber risiko baru jika tidak dikelola dengan transparan dan akuntabel.
Habitus dan Krisis Transmisi Pengetahuan Tradisional: Analisis SosiologisĀ Regenerasi Pengrajin Songkok Recca di Kecamatan Awampone Akhmad, Muhammad Al-khahfi; Muhammad Syukur; Nursalam; Akhmad
Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2026): EQUILIBRIUM : JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/tq50ex37

Abstract

Penelitian ini menganalisis dinamika transmisi pengetahuan tradisional dalam konteks regenerasi pengrajin Songkok Recca di Kecamatan Awampone, Sulawesi Selatan. Menggunakan kerangka teoretis Pierre Bourdieu tentang habitus dan modal kultural, studi ini mengungkapkan bagaimana mekanisme pewarisan pengetahuan tradisional mengalami disrupsi signifikan akibat transformasi struktural masyarakat kontemporer. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode etnografi dan wawancara mendalam terhadap 25 pengrajin dari tiga generasi berbeda, penelitian ini menemukan bahwa fragmentasi waktu interaksi intergenerasional, transformasi struktur keluarga, dan devaluasi pengetahuan tradisional dalam hierarki epistemik kontemporer menjadi faktor krusial dalam menurunnya minat generasi muda terhadap kerajinan tradisional. Temuan menunjukkan bahwa generasi muda mengalami "generation gap" tidak hanya pada dimensi teknologis dan ekonomis, tetapi juga epistemologis dan aksiologis. Penelitian ini berkontribusi pada diskursus sosiologi pengetahuan dengan mendemonstrasikan bagaimana modal kultural tradisional mengalami devaluasi dalam konteks ekonomi kreatif kontemporer, sekaligus mengidentifikasi strategi adaptif yang dikembangkan pengrajin untuk mempertahankan relevansi pengetahuan tradisional.
Dari Kampung ke Kota: Mengurai Benang Kusut Mobilitas Sosial Migran Urban Alwi Usra Usman; Ferdhiyadi; Reni Alfiyah; A. Hardiyanti; Muhammad Al-khahfi Akhmad; Arisnawawi
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.13345

Abstract

Urbanisasi dari daerah pedesaan ke kota merupakan fenomena sosial yang kompleks dan terus berkembang, dipengaruhi oleh dinamika ekonomi, sosial, dan struktural. Studi ini bertujuan untuk menganalisis motivasi migrasi, strategi bertahan hidup, hambatan mobilitas sosial, dan perubahan status sosial yang dialami oleh migran perkotaan. Dengan menggunakan tinjauan pustaka dan pendekatan kualitatif deskriptif, hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan untuk bermigrasi tidak hanya didorong oleh faktor ekonomi, tetapi juga oleh pertimbangan pribadi, kondisi struktural di daerah asal, daya tarik daerah tujuan, dan hambatan geografis. Setelah bermigrasi, keberhasilan migran dalam membangun kehidupan baru di kota sangat dipengaruhi oleh pemanfaatan modal sosial dan ekonomi sebagai strategi bertahan hidup. Namun, mobilitas sosial mereka sering terhambat oleh hambatan struktural, ekonomi, sosial budaya, spasial, dan psikologis yang membatasi peluang peningkatan status sosial. Studi ini menegaskan bahwa mobilitas sosial migran bersifat multidimensional dan tidak sepenuhnya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi sangat dipengaruhi oleh kebijakan dan struktur sosial perkotaan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk perumusan kebijakan pembangunan perkotaan yang lebih inklusif dan menguntungkan kelompok migran.