Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Kejadian Stres dan Kejadian Emotional Eating dengan Status Gizi pada Remaja SMA di Kecamatan Banjarsari Surakarta Devira Novi Aprillia; Puspitasari, Dyah Intan; Sarbini, Dwi
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v4i4.5961

Abstract

Stress management or coping strategies of stress are individual efforts to manage the emotional pressure they experience. One form of coping strategy that is often practiced is emotional eating, the behavior of overeating arising from emotional factors. This behavior can affect nutritional status. Therefore, this study aims to determine the relationship between stress levels and emotional eating with nutritional status in high school adolescents. This type of research is observational analytic with a quantitative approach and the research design used a cross-sectional study design. This study was conducted in two locations, namely SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta and MAN 1 Surakarta, with a total of 154 respondents selected using a proportional random sampling technique. The instruments used included the Depression Anxiety Stress Scale for Youth (DASS-Y 21) and the Adult Eating Behavior Questionnaire (AEBQ) as well as anthropometric measurements. Data analysis was carried out univariately and bivariately using the Spearman Rank correlation test. The research findings show no significant relationship between stress levels and nutritional status (p-value = 0.629), and between emotional eating and nutritional status (p-value = 0.051). Therefore, it can be concluded that there is no statistically significant relationship between stress events and emotional eating behavior and nutritional status in high school adolescents. This is because stress factors and emotionally triggered eating behavior do not directly affect adolescents' nutritional status in this context. These findings demonstrate the importance of monitoring students' stress levels, which can influence emotional eating, which in turn can affect nutritional status.
PENYULUHAN PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG PENCEGAHAN STUNTING PADA IBU DENGAN BALITA DI DESA MADEGONDO, GROGOL, SUKOHARJO Danuartha Vandika; Zahra Faisha Salsabila; Nur Fauziyah; Hanny Nur Rahmani; Bunga Cintantya Rudisty; Rizky Amalia Nur'aini; Ouwada Aiko Suda; Yuli Nurmasari; Nasywa Amila Shabira; Shafira Azzahra; Devira Novi Aprillia; Nisrina Devi Wienasari; Aan Sofyan; Kartinah
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1. No. 3, September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/berkawan.v1i3.6062

Abstract

Stunting pada anak-anak berdampak signifikan terhadap komposisi tubuh, perkembangan motorik, pertumbuhan fisik, dan fungsi neurokognitif mereka. Global Nutrition Report 2022 menunjukkan prevalensi stunting dan anemia pada perempuan usia subur masih menjadi masalah serius di banyak negara. Pemerintah Indonesia telah mengidentifikasi stunting sebagai prioritas nasional dengan berbagai program intervensi, termasuk pemberian ASI eksklusif dan kampanye gizi seimbang. Pada posyandu Kelurahan Madegondo terdapat sebanyak 12,06% dari 58 anak dengan kategori gizi kurang. Di Desa Madegondo, data menunjukkan berbagai kategori gizi dan tinggi badan pada anak-anak, dengan upaya pemerintah untuk mengatasi stunting melalui berbagai program. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu dengan balita, penerapan pedoman gizi seimbang, dan mendemostrasikan ulang Massage tuina sebagai upaya pencegahan stunting. Metode yang digunakan meliputi ceramah dan tanya jawab tentang pencegahan stunting dan gizi seimbang serta demonstrasi Massage tuina sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan nafsu makan, serta evaluasi dengan pre-test dan pos-test untuk menilai perubahan pengetahuan ibu dengan balita. Media yang digunakan adalah powerpoint precentation, leaflet, dan video YouTube. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu dengan balita yang menunjukkan nilai pretest 8,32, sementara pos-test meningkat menjadi 9,16. Ini menunjukkan efektivitas pendekatan edukasi yang komprehensif dalam meningkatkan pemahaman ibu dengan balita dalam upaya pencegahan stunting. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran dan pengetahuan ibu dengan balita tentang upaya pencegahan stunting. Saran yang diberikan adalah perlunya keberlanjutan program melalui Posyandu dan dukungan berkelanjutan dari kader kesehatan untuk memastikan kepatuhan pemeriksaan pertumbuhan dan perkembangan serta konsumsi makanan dengan gizi seimbang.