Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemikiran Pendidikan Islam Tentang Adab Guru Dan Murid Sebagai Fondasi Etika Pembelajaran Di Era Artificial Intelligence (AI) Afifah Ramadhanisa; Aliffaa Hani; Azaaro Nadzifah; Dian Izati Nabila; Febri Afriyanti; Siti Naziroh; Liliyana Yolanda; Nur Mazwin
QAZI: Journal of Islamic Studies Vol 2 No 2 (2025): 2025
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qz.v2i2.450

Abstract

Pendidikan Islam tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga penanaman adab sebagai fondasi pembentukan karakter, sehingga relevansinya diuji kembali di tengah perkembangan kecerdasan buatan (AI). Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemikiran tokoh-tokoh Islam klasik dan kontemporer mengenai adab guru-murid, menganalisis tantangan etika pembelajaran di era AI, serta merumuskan kerangka etika pembelajaran berbasis nilai adab yang sesuai dengan konteks pendidikan Islam modern di Indonesia. Penelitian menggunakan metode library research dengan menelaah karya klasik seperti al-Ghazali, Ibnu Sina, dan Ibnu Khaldun, serta literatur kontemporer terkait etika pendidikan dan perkembangan teknologi AI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai adab seperti keikhlasan, keteladanan, penghormatan, dan tanggung jawab ilmiah memiliki relevansi kuat dalam menjawab dilema etis yang muncul akibat penggunaan AI, termasuk risiko plagiarisme, degradasi kemampuan berpikir kritis, bias algoritma, serta melemahnya relasi spiritual antara guru dan murid. Temuan juga menunjukkan bahwa pemikiran tokoh klasik menyediakan fondasi moral, sementara tokoh kontemporer memperluas penerapannya dalam konteks digital, sehingga keduanya dapat diintegrasikan menjadi kerangka etika pembelajaran yang adaptif terhadap tantangan teknologi modern. Penelitian ini menegaskan pentingnya reposisi peran guru sebagai pembimbing etis dan penjamin integritas akademik dalam lingkungan belajar berbasis AI. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi adab guru-murid dengan pemanfaatan AI merupakan langkah strategis untuk menjaga keberkahan ilmu dan humanisasi pendidikan Islam di era digital.
Dampak Tekanan Psikologis, Emosional Dan Sosial Bagi Anak Broken Home Rizky Ayu Ningsih; Afifah Ramadhanisa; Aliffaa Hani; Febri Afriyanti; Nur Mazwin
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.2982

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya dampak negatif dari gejala tekanan bagi anak yang berasal dari keluarga broken home. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tekanan psikologis, emosional dan sosial berserta dampaknya bagi anak dengan kondisi keluarga broken home. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan gejala yang muncul akibat tekanan psikologis, yakni berupa kecemasan, menurunnya tingkat kepercayaan diri dan kesulitan untuk berkonsentrasi. Sedangkan, timbulnya tekanan emosional mendorong anak menjadi mudah marah, sedih, dan menarik diri serta perilaku agresif. Sementara, tekanan sosial yang muncul baik dari lingkungan sekolah maupun masyarakat, berupa stigma sosial sehingga anak merasa malu atau rendah diri. Penanganan terpadu antara orang tua, sekolah, dan lingkungan sekitar diperlukan agar anak tetap mampu berkembang secara sehat meskipun berasal dari keluarga broken home.