Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

FAKTOR PENGHAMBAT BELUM DITERAPKANNYA REKAM MEDIS ELEKTRONIK (RME) DI KLINIK AKSARA TAHUN 2022 Hana Dhini Julia Pohan; Aida Sulisna; Sri Agustina Meliala
Indonesian Trust Health Journal Vol 5 No 1 (2022): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : STIKes Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v5i1.98

Abstract

Electronic Medical Record is a computerized health information system that contains social data and patient medical data, and is equipped with a decision support system. The purpose of this study was to determine the inhibiting factors for not implementing electronic medical records in literacy clinics. This research is a qualitative research using triangulation technique using observation, interview and documentation methods. There are 4 informants in this research. The results of the study stated that there were several factors that had not been implemented in the Electronic Medical Record, including inadequate facilities and a network that was difficult to obtain, besides that it was known that there were no officers with a medical record graduate background at the Aksara Clinic. This causes the implementation of medical record tasks to be less than optimal. The method used is correct using the technical instructions for clinical services, but it has not been realized optimally because there are several obstacles. The conclusion of the study is that there are several factors that have not been implemented in the Electronic Medical Record, including man, money, material, machine and methods. The advice given is that medical record officers with medical record graduate backgrounds, increase the number of machines use the internet network at a higher speed, and should implement Electronic Medical Records at the Aksara Clinic in order to achieve better medical records. Abstrak Rekam Medis Elektronik merupakan sistem informasi kesehatan terkomputerisasi yang berisi data sosial dan data medis pasien, serta dilengkapi dengan sistem pendukung keputusan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor penghambat belum diterapkannya rekam medis elektronik di klinik aksara. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif menggunakan teknik triangulasi dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan penelitian ini berjumlah 4 orang. Hasil penelitian menyatakan terdapat beberapa faktor belum diterapkannya Rekam Medis Elektronik diantaranya fasilitas yang tidak memadai dan jaringan yang sulit didapat, selain itu diketahui bahwa tidak adanya petugas yang berlatar belakang lulusan rekam medis di Klinik Aksara. Hal ini menyebabkan pelaksanaan tugas rekam medis kurang maksimal. Metode yang digunakan sudah benar menggunakan petunjuk teknis pelayanan Klinik, namun belum terealisasikan secara maksimal dikarenakan terdapat beberapa kendala. Kesimpulan penelitian terdapat beberapa faktor belum diterapkannya Rekam Medis Elektronik diantaranya yaitu manusia, uang, bahan, mesin dan metode. Saran yang diberikan sebaiknya petugas rekam medis berlatar belakang lulusan rekam medis, penambahan jumlah mesin, menggunakan jaringan internet dengan kecepatan yang lebih tinggi, dan sebaiknya menerapkan Rekam Medis Elektronik di Klinik Aksara agar tercapainya rekam medis yang lebih baik.
ANALISIS PROSEDUR PENGEMBALIAN BERKAS REKAM MEDIS RAWAT INAP GUNA MENUNJANG EFEKTIVITAS PELAYANAN Hana Dhini Julia Pohan; Sri Agustina Meliala; Aida Sulisna
INFOKES (Informasi Kesehatan) Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Infokes
Publisher : POLITEKNIK PIKSI GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56689/infokes.v6i2.839

Abstract

During a pandemic, BPJS Health increased digital-based innovation to make it easier to provide services to participants. One of them is an online queue system that is integrated into the Mobile-JKN application, making it easy for participants to access services at health facilities. This research was conducted with the aim of knowing the relationship between patient satisfaction with BPJS Kesehatan participants and online registration for the use of the Mobile-JKN application at Pratama Salma in November–December 2022. This research is analytic in nature, using primary and secondary data with a total sample of 30 BPJS participant patients' health at Pratama Salma Clinic in March–October 2022. From the results of the study it can be seen that 12 respondents 40.0% percent of BPJS Health Participating Patients are dissatisfied, most of the use of the Mobile application registration - Easy JKN is 12 respondents 40.0 percent while BPJS Health Participant Patients satisfied as many as 18 respondents 60.0 percent the majority use the Mobile application registration - JKN is easy as many as 10 respondents 33.3 percent, and the minority uses the Mobile application registration - JKN is not easy as many as 8 respondents 26.7 percent. The conclusion is expected: health workers will further improve communication and outreach in providing information, especially the advantages and disadvantages of using the mobile application for online registration (JKN). Keywords: BPJS Health Participant Satisfaction, Online Registration, JKN Mobile Application.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI TERJADINYA DUPLIKASI PENOMORAN REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DATU BERU TAHUN 2020 Sri Agustina Meliala; Dyna Safitri Rakhelmi Rangkut; Rizki Sumanjaya
INFOKES (Informasi Kesehatan) Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Infokes
Publisher : POLITEKNIK PIKSI GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56689/infokes.v6i2.929

Abstract

Background; Based on an initial survey conducted by researchers on December 27, 2019 at the Medical Record unit at the Regional General Hospital Datu Beru by conducting interviewa and observations on medical record officers. As for the results of the interviewand observations made that there is a number patients in 2019 as much 25.428 outpatient. From the results of interviews conducted, medical record officer said that in one month can be found 50 medical record file happens is duplication of medical record numbers. Objectives; to know influencing factors medical record numbering duplication at the local general hospital Datu Beru. Method; this research is analytical survey by design cross sectional. The population of this study is all medical record officers as much as 38 respondent which is also used as a research sample, test used chi-square. Results; test chi-square shows all education variables p = 0,796 have no influence, knowledge p = 0,000, experience p = 0,000 and system p = 0,001 have an influence on medical record numbering duplication. Conclusion; there is an influence of knowledge, experience and system against duplication of medical record numbering at the local general hospital datu beru. Keywords: education, knowledge, experience, medical record numbering duplication system
Analisis Pendidikan Kesehatan Menggunakan Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Pasien Dalam Mencuci Tangan Di Praktek Bidan Sarmiati Hana Dhini Julia Pohan; Sri Agustina Meliala; Aida Sulisna; Merdi Yanti Lestari Harefa
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2654

Abstract

Pendahuluan Mencuci tangan salah satu prosedur paling penting dari pencegahan penyebaran infeksi yang menyebabkan kesakitan. Mencuci tangan merupakan proses menghilangkan kotoran secara mekanis dari kulit telapak tangan dengan sabun dan air. Pendidikan kesehatan dapat diartikan sebagai bentuk upaya dalam memberi pengaruh, masyarakat agar bisa melakukan pelaksanaan perilaku hidup yang sehat, Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Analisis pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet terhadap pengetahuan pasien dalam mencuci tangan di Praktik Bidan Sarmiati, Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan Pre Experimental Design, One Group Pretest-Posttest Design. Responden pada penelitian ini merupakan pasien dengan jumlah 100 responden, Hasil penelitian ini menunjukan pada variabel baca sebelum diberikan pendidikan kesehatan 1.40 dan sesudah diberi pendidikan kesehatan meningkat menjadi 1.58 dengan nilai p=0.010 < P= 0.05. variabel dengar nilai sebelum diberikan pendidikan kesehatan 1.45 setelah diberi pendidikan kesehatan meningkat menjadi 1.64 dengan nilai p= 0.013 < p= 0.05. variabel media leaflet sebelum diberi pendidikan kesahatan dengan nilai 1.40 setalah diberi pendidikan kesehatan meningkat 1.55 dengan nilai p=0.016 < p=0.05. variabel demonstrasi sebelum diberi pendidikan kesehatan dengan nilai 1.40 setelah diberi pendidikan kesehatan meningkat 1.58 dengan nilai p=0.015 < P= 0.05. dan variabel melakukan simulasi sebelum diberikan pendidikan kesehatan 1.30 meningkat setelah diberikan pendidikan kesehatan menjadi 1.54 dengan nilai p=0.001 < p= 0.05, Kesimpulan adanya pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan leaflet untuk menambah pengetahuan pasien rawat jalan dalam mencuci tangan. Saran diharapkan kepada praktek bidan untuk menyediakan wastafel cuci tangan di setiap ruangan tunggu dan menyediakan sabun dan media leaflet sebagai petunjuk cara mencuci tangan yang benar.
Efektivitas Edukasi Pra-Tindakan Terhadap Pemahaman Pasien Tentang Informed Consent Di Rumah Sakit Khusus Mata Medan Baru Aida Sulisna; Sri Agustina Meliala; Muhammad Adiul Ilham
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2655

Abstract

Pendahuluan Pemberian informed consent merupakan bagian penting dalam pelayanan medis yang menekankan hak pasien untuk mendapatkan informasi secara jelas sebelum tindakan medis dilakukan. Namun, tingkat pemahaman pasien terhadap informed consent seringkali masih rendah, yang dapat disebabkan oleh kurang efektifnya edukasi pra-tindakan yang diberikan. Tujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi pra-tindakan terhadap pemahaman pasien tentang informed consent di Rumah Sakit Khusus mata Medan Baru, Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan Pre Experimental Design, One Group Pretest-Posttest Design. Responden pasien yang melakukan tindakan medis dengan jumlah 100 responden, Hasil penelitian ini menunjukan pada variabel materi dimana nilai rata-rata sebelum diberikan pemahaman Informed consent 1.40 dan sesudah diberikan meningkat menjadi 1.58 dengan nilai p=0.010 < P= 0.05. Variable waktu dengan nilai rata-rata sebelum diberikan pemahaman Informed consent 1.45 setelah diberikan meningkat menjadi 1.64 dengan nilai p= 0.013 < p= 0.05. Variabel media sebelum diberi pemahaman Informed consent dengan nilai rata-rata 1.40 setalah diberikan meningkat 1.55 dengan nilai p=0.016 < p=0.05. Variabel metode sebelum diberi pemahaman Informed consent dengan nilai rata-rata 1.40 setelah diberikan meningkat 1.58 dengan nilai p=0.015 < P= 0.05. Kesimpulan hubungan antara edukasi pra-tindakan dan pemahaman informed consent bersifat signifikan, yang menunjukkan bahwa semakin baik edukasi diberikan, maka semakin tinggi pula tingkat pemahaman pasien mengenai informed consent. Saran menjadikan edukasi pra-tindakan sebagai prosedur wajib yang dilakukan secara sistematis dan terdokumentasi sebelum tindakan medis. Dan meningkatkan keterampilan komunikasi, menggunakan metode edukasi yang sesuai dengan latar belakang pasien, serta memastikan bahwa informasi yang diberikan benar-benar dipahami oleh pasien sebelum menandatangani informed consent.
Faktor Yang Memengaruhi Profesionalisme Petugas Rawat Inap Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan Di Rumah Sakit Umum Mitra Medika Tanjung Mulia Medan Dilla Fitria; Sri Agustina Meliala; Dyna Safitri Rakhelmi Rangkuti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3757

Abstract

Mutu pelayanan kesehatan merupakan salah satu hal yang penting dan selalu diperhatikan oleh pasien. Saat ini di Indonesia sampai tahun 2023 cakupan pelayanan kesehatan yang diberikan  kepada  masyarakat  masih  belum  mencapai  target  yaitu  hanya  90,3%  dari  target  yang ditetapkan Universal Health Coverage (UHC) sebesar 97%. Mengetahui faktor yang memengaruhi profesionalisme petugas rawat inap terhadap mutu pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Mitra Medika Tanjung Mulia Medan Tahun 2025. Jenis penelitian ini kuantitatif menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian yaitu seluruh petugas rawat inap sebanyak 84 orang dengan sampel  84 orang yang diambil  menggunakan  teknik  total sampling.  Analisis  data menggunakan analisis univariat, bivariat. Hasil penelitian menunjukkan nilai p untuk variabel caring yaitu p = 0,002, dan  komunikasi terapeutik p = 0,000 yang artinya ada pengaruh caring dan komunikasi terapeutik terhadap mutu pelayanan kesehatan. Kesimpulan ini ada pengaruh caring dan komunikasi terapeutik terhadap mutu pelayanan kesehatan.
Hubungan Disiplin Kerja dengan Kualitas Pelayanan Perawat Rawat Inap di RSU Sinar Husni Hana Dhini julia Pohan; Sri Agustina Meliala; Dilla Fitria
SEHATI: Jurnal Kesehatan Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Pelantar Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52364/sehati.v6i1.157

Abstract

Nurses’ discipline remains relatively low, as evidenced by frequent tardiness, incomplete use of uniforms, and lack of courteousness toward patients. This study aimed to determine the relationship between work discipline and the quality of inpatient nursing services at Sinar Husni Hospital. This research employed a quantitative method with a cross-sectional design. The study population included all 93 inpatient nurses at the Hospital, with total sampling used as the sampling technique. Data were collected using a validated and reliable questionnaire, and analyzed using the chi-square test. The results found a significant relationship (p 0.05) between work discipline and service quality. Compliance with regulations on working hours, attendance, and rest breaks showed a significance value of p = 0.009; adherence to dress codes and professional behavior p = 0.016; compliance with procedures for task performance and work relations p = 0.003; and adherence to organizational rules on permissible and prohibited conduct p = 0.002. It is suggested that the hospital strengthen discipline through continuous guidance, consistent supervision, and the implementation of a fair reward-and-punishment system. Such efforts are expected to enhance nurses’ motivation, responsibility, professionalism, and performance in delivering excellent care.