Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Literasi Digital Dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik Di Era Digital Kamilia Ulfa; Imron Fauzi; M. Ilmil Zawawi
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i1.6203

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya penggunaan teknologi digital oleh peserta didik yang belum sepenuhnya diimbangi dengan literasi digital dan pembinaan karakter yang memadai, sehingga memunculkan berbagai persoalan seperti kurangnya etika digital, kedisiplinan yang melemah, serta ketidakmampuan memilah informasi yang tepat. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran literasi digital dalam pembentukan karakter peserta didik dengan fokus studi kasus pada MA Plus Keterampilan Nurul Qarnain yang memiliki karakteristik unik sebagai madrasah berbasis keterampilan dan teknologi. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dari tujuh informan utama yang terdiri dari guru, peserta didik, serta pihak madrasah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital berperan penting dalam membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, dan etika digital melalui pembiasaan penggunaan teknologi yang terarah serta penguatan nilai-nilai moral dalam aktivitas pembelajaran. Temuan juga mengindikasikan bahwa kolaborasi antara guru dan peserta didik, didukung kebijakan madrasah, mampu meningkatkan kesadaran kritis dalam penggunaan media digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa literasi digital bukan hanya kompetensi teknis, melainkan instrumen pembentukan karakter yang relevan dengan tuntutan era digital. Implikasi penelitian menegaskan perlunya integrasi literasi digital dalam strategi pendidikan karakter dan pengembangan kurikulum madrasah.
Analisis Kesadaran Lingkungan Siswa terhadap Pencemaran Air di Sekitar Sekolah Kamilia Ulfa; Muhammad Suwignyo Prayogo; Anazala Septia Azis; Naula Sabrina
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 3 (2026): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i3.7345

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kesadaran lingkungan dalam menjaga kualitas air sebagai bagian dari keberlangsungan kehidupan manusia. Permasalahan pencemaran air yang masih sering terjadi, termasuk di lingkungan sekolah dasar, menunjukkan bahwa kesadaran siswa terhadap lingkungan belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesadaran siswa terhadap pencemaran air, mengidentifikasi perilaku siswa dalam menjaga kebersihan lingkungan, serta mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kesadaran tersebut dan peran guru dalam menanamkannya.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan catatan lapangan. Informan penelitian terdiri dari guru kelas, guru bidang studi, serta siswa kelas tinggi dan kelas rendah. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa telah memiliki pemahaman dasar mengenai pencemaran air, seperti mengetahui bahwa sampah dan limbah dapat menyebabkan air menjadi kotor dan berdampak pada kesehatan. Namun, pemahaman tersebut masih berada pada tahap pengetahuan (knowing) dan belum sepenuhnya berkembang ke tahap tindakan (action). Hal ini terlihat dari masih adanya perilaku siswa yang membuang sampah sembarangan, khususnya di area selokan atau sumber air. Faktor-faktor yang memengaruhi kesadaran lingkungan siswa antara lain kurangnya pembiasaan, minimnya pengawasan, pengaruh lingkungan sekitar, serta kurangnya keteladanan dari orang dewasa. Selain itu, peran guru dalam pembelajaran lingkungan masih cenderung berfokus pada aspek teoritis dan belum didukung oleh kegiatan praktik yang rutin.Penelitian ini menyimpulkan bahwa kesadaran lingkungan siswa masih perlu ditingkatkan melalui upaya yang lebih terintegrasi, seperti penguatan pembiasaan, penyediaan fasilitas yang memadai, peningkatan peran guru sebagai teladan, serta kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Dengan demikian, diharapkan siswa tidak hanya memahami pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga mampu menerapkannya secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.