p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Karimah Tauhid
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengolahan Talas Menjadi Tepung untuk Meningkatkan Mutu dan Daya Simpan Faiha, Anya Arwa; Tiara, Salva; Farihin, Sulthan Fadhil; Jumiono, Aji
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 12 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i12.22258

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi proses pengolahan umbi talas (Colocasia esculenta) menjadi Tepung. talas segar memiliki kadar air tinggi (sekitar 70–80%), sehingga mudah rusak, busuk, dan berjamur bila disimpan lama. yang menurunkan kadar air dan mengubah bentuk fisik menjadi lebih kering, ringan, dan Awet. Selain meningkatkan daya simpan, proses ini juga memudahkan transportasi, penyimpanan, dan pemanfaatan dalam berbagai produk olahan. Pengolahan talas dilakukan dengan beberapa tahap yaitu pengupasan, pengirisan, perendaman, pengeringan dengan oven pada suhu 60–70 oC, penggilingan, dan pengayakan. Berdasarkan hasil kajian dari berbagai jurnal nasional, proses pengeringan berpengaruh signifikan terhadap mutu fisik dan kimia tepung. Semakin tinggi suhu dan lama pengeringan, kadar air dan rendemen menurun, sedangkan warna dan derajat putih meningkat. Tepung talas yang dihasilkan memiliki kadar air berkisar 6,7–11%, rendemen 18–23%, dan derajat putih 64–75%. Selain itu, tepung talas memilih. Dengan demikian, pengolahan talas menjadi tepung dengan kondisi yang tepat dapat meningkatkan mutu dan memperpanjang daya simpan tepung talas secara signifikan.
Analisis Kerusakan Pascapanen pada Produk Serealia (Jagung dan Beras) serta Strategi Penanganannya Hastuti, Arti; Faiha, Anya Arwa
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 12 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i12.22110

Abstract

Jagung dan beras merupakan bahan pangan pokok di Indonesia yang berperan penting dalam ketahanan pangan nasional. Namun, kerusakan pascapanen akibat faktor fisik, kimia, biologi, dan lingkungan masih menjadi masalah serius yang menurunkan kualitas, nilai jual, serta dapat membahayakan kesehatan. Jagung cenderung lebih rentan terhadap serangan jamur seperti Aspergillus flavus yang menghasilkan aflatoksin, sedangkan beras lebih mudah terserang hama gudang seperti Sitophilus oryzae, khususnya pada kondisi lembab dan panas. Kerusakan ini berdampak langsung pada petani di wilayah seperti Bali dan Sulawesi Selatan, yang mengalami kesulitan memenuhi standar mutu dan kehalalan pangan. Metode yang digunakan adalah studi literatur, dengan menelaah jurnal ilmiah, data statistik resmi, serta regulasi pemerintah terkait pangan, halal, dan mutu produk pertanian, yang kemudian didukung oleh studi kasus dari wilayah penghasil utama. Penerapan Good Agricultural Practice (GAP) pada tahap prapanen dan pascapanen menjadi strategi penting untuk meminimalkan kerusakan, meliputi rotasi tanaman, pengelolaan lahan dan pupuk, pemilihan varietas tahan hama/jamur, pengeringan yang tepat, penggunaan wadah bersih, penyimpanan berventilasi, serta pengemasan vakum untuk beras. Penyuluhan kepada petani mengenai praktik penyimpanan dan pengendalian hama juga diperlukan agar hasil panen tetap aman, berkualitas, dan halal. Penanganan pascapanen yang baik, didukung regulasi pemerintah terkait pangan dan halal, mampu menekan kerugian ekonomi, meningkatkan mutu, dan menjamin keamanan serta kehalalan produk bagi konsumen.