Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Sosialisasi Edukasi Mengenal Hukum itu Keren, Dengan Tema “Tindak Pidana Anak di Lingkungan Sekolah SMAN 6 Samarinda” Putra, Ardiansyah Nursha; Athallah, Alghifari Aqil; Ihsan, Beril Fahrezi; Hasanah, Cahya Febri; Saputra, Dhimas; Maulana, Maulana; Riyan, Riyan; Sunarioyo, Sunarioyo
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4819

Abstract

Program pengabdian bertajuk "Mengenal Hukum itu Keren" yang diselenggarakan oleh kami mahasiswa Program Studi S1 Hukum di SMAN 6 Samarinda bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman hukum di kalangan pelajar. Kegiatan edukatif ini berfokus pada tindak pidana anak yang sering terjadi di lingkungan sekolah, meliputi perundungan (bullying), kekerasan (baik fisik maupun verbal), pencurian, perusakan fasilitas, serta berbagai pelanggaran norma hukum lainnya.Uniknya, seluruh materi sosialisasi dipresentasikan sepenuhnya oleh mahasiswa hukum tanpa melibatkan narasumber eksternal. Hal ini sekaligus menjadi sarana untuk melatih kemampuan mahasiswa dalam menyampaikan isu-isu hukum secara efektif kepada masyarakat.Metode yang digunakan dalam sosialisasi ini dirancang agar interaktif dan mudah dipahami, mencakup pemaparan materi hukum dengan bahasa yang sederhana, diskusi dua arah untuk menguji pemahaman siswa, dan simulasi kasus ringan. Metode ini membantu peserta didik mengidentifikasi jenis-jenis tindak pidana dan memahami konsekuensi hukum dari setiap tindakan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya dampak positif berupa peningkatan pengetahuan dan kesadaran hukum siswa terkait kategori tindak pidana anak. Siswa juga menjadi lebih paham tentang pentingnya mematuhi norma hukum dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, tertib, dan mendukung pembentukan karakter pelajar yang taat hukum dan berintegritas
Sosialisasi “Stop Bullying & Kekerasan Seksual : Lindungi Diri, Hargai Teman” Athallah, Alghifari Aqil; Ramadhani, Noval; Hidayat, Taufik; Putra, Ardiansyah Nurshah; Ramadhan, Fitrah; Padli, Rahmad; Pratama, Muh. Arif Yoga; Ramadhani, Muhammad Imam; Dzakir, Muhammad; Putra, Insan Nur Rahmanda; Sunariyo, Sunariyo
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4899

Abstract

Fenomena bullying dan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan maupun masyarakat semakin mengkhawatirkan karena berdampak serius terhadap kesehatan mental, sosial, dan perkembangan karakter remaja. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman peserta didik tentang pentingnya melindungi diri serta menghargai sesama sebagai upaya pencegahan terhadap tindakan kekerasan dan pelecehan. Metode pelaksanaan Pengabdian Kepada masyarakat yang digunakan adalah penyuluhan(Edukasi) terkait perilaku bullying serta kekerasan seksual di kalangan pelajar. Hasil Pengabdian menunjukkan bahwa kurangnya edukasi, pengawasan, dan empati sosial menjadi faktor utama yang memicu terjadinya tindakan Menurut Teori Pembelajaran Sosial (Social Learning Theory) - Albert Bandura. Perilaku agresif, termasuk bullying dan kekerasan seksual, dipelajari melalui pengamatan (observasi) dan peniruan (imitasi) terhadap model di lingkungan sekitar, terutama orang tua, teman sebaya, media massa, dan pornografi. Menjelaskan mengapa anak meniru kekerasan yang dilihatnya di rumah atau di media, dan bagaimana lingkungan yang permisif terhadap agresi dapat melanggengkan bullying dan kekerasan. Melalui program edukatif dan kampanye sosial bertema “Stop Bullying & Kekerasan Seksual”, Sebanyak 110 peserta didik di SMPN 26 MAKROMAN mampu memahami batasan perilaku, menghargai hak orang lain, serta berani melapor ketika menjadi korban atau saksi. Kesimpulannya, upaya pencegahan bullying dan kekerasan seksual harus dilakukan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat agar tercipta lingkungan yang aman, inklusif, dan saling menghargai.
Perbandingan Penegakan Hukum Humaniter (Perbandingan Indonesia VS Bosnia/ICTY) Athallah, Alghifari Aqil; Padli, Rahmad; Ramadhani, Muhammad Imam; Dzakir, Muhammad; Ramadhan, Fitrah; Rahayuningsih, Uut
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4921

Abstract

Penegakan hukum humaniter internasional merupakan pilar fundamental dalam menjamin keadilan bagi korban konflik bersenjata serta mencegah terjadinya impunitas terhadap pelaku kejahatan internasional. Efektivitas penegakan hukum tersebut sangat bergantung pada ketersediaan mekanisme hukum yang independen, kredibel, dan berorientasi pada akuntabilitas. Studi ini bertujuan untuk membandingkan mekanisme penegakan hukum humaniter internasional di Indonesia dan Bosnia-Herzegovina, dengan penekanan khusus pada peran tribunal internasional, terutama International Criminal Tribunal for the former Yugoslavia (ICTY), dalam konteks Bosnia-Herzegovina. Bosnia-Herzegovina menjadi contoh konkret bagaimana mekanisme peradilan internasional dapat berfungsi secara efektif dalam menindak pelanggaran serius hukum humaniter internasional yang terjadi selama konflik bersenjata. Keberadaan ICTY tidak hanya berperan dalam mengadili pelaku kejahatan perang, tetapi juga mendorong reformasi hukum domestik dan penguatan akuntabilitas institusi nasional. Sebaliknya, Indonesia meskipun telah meratifikasi berbagai instrumen hukum humaniter internasional, masih menghadapi tantangan signifikan dalam implementasi dan penegakan hukum tersebut di tingkat nasional. Hal ini terutama terlihat dalam penanganan kasus pelanggaran hak asasi manusia berat, seperti peristiwa di Timor Timur, yang cenderung diselesaikan melalui mekanisme nasional dengan keterbatasan independensi dan kuatnya pengaruh politik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan komparatif, melalui studi literatur, analisis dokumen hukum, serta kajian kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme internasional yang kuat, seperti ICTY, memiliki peran strategis dalam memperkuat penegakan hukum humaniter, sementara ketergantungan pada mekanisme nasional tanpa dukungan internasional berpotensi melemahkan akuntabilitas. Studi ini merekomendasikan penguatan kapasitas peradilan nasional Indonesia serta peningkatan keterbukaan terhadap mekanisme internasional sebagai wujud komitmen terhadap penegakan hukum humaniter internasional.