ABSTRAK Penelitian ini menganalisis makrostruktur dan mikrostruktur dari tiga kamus pelajar ekabahasa, yaitu Kamus Bahasa Indonesia untuk Pelajar, Cambridge School Dictionary, dan Mu’Jam Al-Muḥiid. Efektivitas kamus tidak hanya ditentukan oleh entri leksikal, tetapi juga kejelasan dan kelengkapan desain strukturnya. Makrostruktur mencakup organisasi keseluruhan entri, seperti urutan alfabetis, sistem pengindeksan, jenis lema, dan unsur lainnya. Sementara itu, mikrostruktur meliputi informasi detail setiap entri, seperti pelafalan, kelas kata, definisi, contoh kalimat, etimologi, sinonim, antonim, dan label gaya bahasa. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengidentifikasi persamaan dan perbedaan struktur kamus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Cambridge School Dictionary memiliki fitur makro dan mikro yang sistematis dan komprehensif sehingga efektif untuk pembelajar bahasa Inggris. Kamus Bahasa Indonesia untuk Pelajar cukup membantu, namun terbatas ketiadaan sinonim dan antonim. Mu’Jam Al-Muḥiid sebagai kamus klasik bahasa Arab unggul kedalaman makna dan kekayaan etimologi, tetapi belum memiliki fitur modern yang ramah pengguna, seperti label sosial dan contoh penggunaan kontekstual. ABSTRACT This study analyzes the macrostructure and microstructure of three monolingual student dictionaries: the Indonesian Dictionary for Students, the Cambridge School Dictionary, and Mu’Jam Al-Muḥiid. The effectiveness of a dictionary is determined not only by its lexical entries but also by the clarity and completeness of its structural design. Macrostructure encompasses the overall organization of entries, such as alphabetical order, indexing system, types of entries, and other elements. Meanwhile, microstructure encompasses detailed information about each entry, such as pronunciation, word class, definition, example sentences, etymology, synonyms, antonyms, and stylistic labels. Using a descriptive qualitative approach, this study identifies similarities and differences in dictionary structure. The results show that the Cambridge School Dictionary has systematic and comprehensive macro and micro features, making it effective for English learners. The Indonesian Dictionary for Students is quite helpful, but is limited by the lack of synonyms and antonyms. Mu’Jam Al-Muḥiid, as a classical Arabic dictionary, excels in its depth of meaning and richness of etymology, but lacks modern, user-friendly features, such as social labels and contextual usage examples.