p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmu Kesehatan
Fauza, Nazwa Isni
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Edukasi Kesehatan Berbasis Komunitas Dalam Upaya Pencegahan Diabetes Melitus: Literature Review Fauza, Nazwa Isni; Sari, Nina Pamela
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i1.1560

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis tidak menular yang jumlah penderitanya terus meningkat di tingkat nasional maupun global. Berbagai faktor risiko seperti pola konsumsi tinggi gula, kurang beraktivitas, dan kondisi obesitas menjadikan edukasi kesehatan sebagai pendekatan penting dalam upaya pencegahan di lingkungan masyarakat. Literature review ini disusun untuk menelaah efektivitas pendidikan kesehatan berbasis komunitas dalam menurunkan risiko terjadinya DM. Proses penelusuran artikel dilakukan melalui Google Scholar dan ResearchGate dengan menggunakan kata kunci “community-based education”, “health education”, “diabetes mellitus prevention”, “edukasi kesehatan”, dan “pencegahan diabetes melitus”. Pemilihan artikel mengikuti alur PRISMA, dan diperoleh 12 artikel terbit tahun 2021–2025 yang sesuai dengan kriteria inklusi. Mayoritas penelitian memakai desain pra-eksperimental one group pretest–posttest, sedangkan sebagian lainnya memakai rancangan quasi-eksperimental. Seluruh artikel menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang bermakna setelah edukasi diberikan, serta adanya perubahan perilaku seperti pengurangan konsumsi gula, meningkatnya aktivitas fisik, dan kepatuhan masyarakat dalam melakukan pemeriksaan kesehatan. Selain itu, pelatihan berbasis komunitas juga berpengaruh pada peningkatan kemampuan kader kesehatan dalam memberikan edukasi dan melakukan skrining sederhana. Secara menyeluruh, edukasi kesehatan berbasis komunitas dinilai efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan serta mendorong perilaku pencegahan DM. Strategi ini dapat diterapkan pada berbagai kelompok masyarakat sebagai bagian dari upaya pengendalian diabetes melitus.
Efektivitas Dextrose dalam Penanganan Hipoglikemia pada Pasien Diabetes Melitus: Literature Review Fauza, Nazwa Isni; Nandini, Vira Nian; Rosidawati, Ida; Ariyani, Hana
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i2.1582

Abstract

Hipoglikemia merupakan kondisi emergensi yang sering terjadi pada pasien diabetes melitus akibat penggunaan insulin atau obat penurun glukosa. Penanganan cepat sangat diperlukan untuk mencegah komplikasi serius seperti gangguan kesadaran dan kerusakan neurologis. Literature review ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemberian dextrose dalam menangani hipoglikemia pada pasien diabetes melitus. Kajian dilakukan terhadap lima artikel yang memenuhi kriteria inklusi, mencakup desain pra-eksperimental dan studi kasus yang mengevaluasi perubahan kadar glukosa darah sebelum dan sesudah intervensi. Hasil telaah menunjukkan bahwa pemberian dextrose, baik dalam konsentrasi D10% melalui infus maupun D40% secara bolus, mampu meningkatkan kadar glukosa darah secara cepat pada hipoglikemia ringan hingga berat. Seluruh artikel melaporkan perbaikan kesadaran dan stabilisasi tanda vital setelah intervensi diberikan. Variasi konsentrasi memberikan respons yang berbeda, di mana D40% menunjukkan efek peningkatan glukosa yang lebih cepat, sedangkan infus D10% membantu menjaga kestabilan kadar glukosa serta mengurangi risiko rebound hiperglikemia. Secara keseluruhan, literature review ini menegaskan bahwa dextrose merupakan terapi utama yang efektif dan aman dalam manajemen hipoglikemia pada pasien diabetes melitus. Penyesuaian konsentrasi, dosis, dan metode pemberian perlu disesuaikan dengan kondisi klinis pasien untuk mencapai respons optimal. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi tenaga kesehatan dalam meningkatkan kualitas penatalaksanaan hipoglikemia.