Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konsep Pendidikan Akhlak Menurut Al-Ghazali Dan  Relevansinya Terhadap Pembinaan Karakter Peserta Didik Dalam Pendidikan Islam Kontemporer Kayla Sheina Apdifa; Afdalyanti Afdalyanti; Khodijah Khodijah; Ar-Rumaisha Al-Atsariyyah; Dzikriyah Dzikriyah; Amalia Amalia
El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah Vol 1 No 01 (2025): El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah
Publisher : El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan akhlak merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter peserta didik yang beriman, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia. Pemikiran Imam Al-Ghazali menawarkan konsep pendidikan akhlak yang menekankan penyucian jiwa (tazkiyat al-nafs), pembiasaan kebiasaan baik (ta’dib), dan keteladanan guru (uswah hasanah), yang memiliki relevansi tinggi dengan pendidikan karakter dalam konteks Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research) dan analisis deskriptif, di mana data diperoleh dari kitab-kitab Al-Ghazali, literatur pendidikan Islam, jurnal ilmiah, serta sumber akademik terkini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip pendidikan akhlak Al-Ghazali dapat diintegrasikan dalam praktik pendidikan modern melalui pembiasaan perilaku positif, penguatan spiritual, bimbingan moral, dan kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung pengembangan karakter. Penerapan konsep ini berimplikasi pada pembentukan peserta didik yang seimbang antara aspek intelektual, moral, dan spiritual, mampu mengambil keputusan etis, serta siap menghadapi tantangan sosial dan global. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa pendidikan akhlak Al-Ghazali tidak hanya relevan secara teoretis tetapi juga praktis, sehingga menjadi dasar yang kuat untuk strategi pembelajaran karakter di sekolah Islam modern.
Keutamaan Menuntut Ilmu dalam Hadis Nabi: Telaah Makna, Konteks, dan Implikasinya bagi Pendidikan Islam Ar-Rumaisha Al-Atsariyyah; Sarwadi Sulisno
Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 1 No 02 (2025): AR RUHUL ILMI: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hadits nabi merupakan salah satu dasar penting dalam pendidikan Islam, khususnya dalam menumbuhkan semangat belajar dan membentuk karakter peserta didik. Hadis-hadis yang membahas keutamaan menuntut ilmu sering dijadikan rujukan dalam kajian pendidikan Islam. Namun, sebagian besar penelitian yang ada masih lebih banyak menekankan pada makna teks hadits, tanpa mengaitkannya dengan konteks sejarah kemunculannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hadis-hadis tentang keutamaan menuntut ilmu dengan melihat makna tekstual dan konteks kemunculannya (asbābul wurūd), serta menjelaskan implikasinya bagi pendidikan Islam masa kini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka melalui analisis sanad dan matan hadis, kajian literatur ilmu hadits dan sejarah, serta pembahasan implikasi pendidikan berdasarkan teori pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman hadits secara kontekstual dapat membantu memperjelas maknanya dan mencegah penerapan yang kurang tepat dalam praktik pendidikan. Dengan demikian, penggabungan antara analisis teks dan konteks hadis penting untuk menghasilkan konsep pendidikan Islam yang lebih relevan dan sesuai dengan kebutuhan zaman. Keterbatasan penelitian ini terletak pada penggunaan data kepustakaan tanpa penelitian lapangan, sehingga penelitian selanjutnya disarankan untuk mengombinasikan kajian hadis dengan penelitian empiris agar penerapan nilai-nilai hadis dalam pendidikan Islam dapat dikaji lebih mendalam.