Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PENELUSURAN BANJIR MENGGUNAKAN METODE LEVEL POOL ROUTING PADA WADUK KOTA LHOKSEUMAWE Amalia Amalia; Wesli Wesli
TERAS JURNAL Vol 5, No 1 (2015): TERAS JURNAL, Vol. 5, No. 1, Maret 2015
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.186 KB) | DOI: 10.29103/tj.v5i1.2

Abstract

Kota Lhokseumawe merupakan suatu dataran rendah di pesisir utara Provinsi Aceh yang dipengaruhi kondisi pasang-surut air laut sehingga harus dijaga kekeringannya dengan membangun tanggul dan sistem drainase. Salah satu sistem yang dibangun untuk menanggulangi kondisi ini adalah dengan membangun tempat penampungan air sementara yang disebut waduk atau reservoir. Untuk mengetahui efektivitas reservoir sebagai bangunan pengendali banjir dilakukan dengan analisis penelusuran banjir menggunakan Metode Level Pool Routing. Metode ini diperlukan untuk mengetahui jumlah debit maksimum yang mampu ditampung reservoir. Dengan jumlah debit yang tertampung tersebut dapat dilakukan komparasi terhadap debit hasil analisis hidrologi menggunakan Metode Rasional. Metode ini diperlukan untuk memperoleh debit limpasan yang mengalir dari kota Lhokseumawe ke reservoir. Berdasarkan hasil analisis menggunakan Metode Level Pool Routing, didapatkan bahwa volume tampungan maksimum sebagai kapasitas reservoir adalah sebesar 1023440,987 m3 dengan jumlah debit maksimum yang ditampung oleh reservoir adalah sebesar 856,49 m3/det. Sedangkan debit limpasan dengan periode ulang 5 tahun yang dihitung menggunakan Metode Rasional adalah sebesar 42,17 m3/det. Dari hasil komparasi kedua metode tersebut dapat disimpulkan bahwa saat kondisi hujan reservoir hanya mampu menampung jumlah debit yang mengalir dari Kota Lhokseumawe selama 6,74 jam saja dengan mengasumsikan semua aliran mengalir dengan lancar.Kata Kunci: Banjir, Level Pool Routing, Reservoair
Pengaruh beberapa komposisi media tumbuh terhadapkandungan protein, lipid dan karbohidrat pada tubuh buah jamur merang (Volvariella volvacea) Amalia Amalia; Samingan Samingan; Zairin Thomy
Jurnal Edubio Tropika Vol 5, No 2 (2017): Jurnal EduBio Tropika
Publisher : Jurnal Edubio Tropika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.439 KB)

Abstract

Penelitian mengenai pengukuran kadar protein, lipid dan karbohidrat dalam jamur merang telah dilakukan pada Desember 2015 hingga Februari 2016 di desa Lamkeuneueng, kecamatan Darussalam, AcehBesar dan di laboratorium penguji Balai Riset dan Standarisasi Industri (BARISTAND), Banda Aceh.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen. Objek yangdikaji berupa jamur merang yang diinokulasikan pada 9 kombinasi media dan dengan 3 kali ulangan. Sampel yang dianalisis pada stasium telur. Analisis protein menggunakan metode Kjeldahl, analisis lipid dengan metode soxhlet dan analisis karbohidrat dengan metode Luff-Schoorl. Data dianalisis dengan menggunakan analisis of varians (ANOVA). Kadar protein jamur merang tertinggi diperoleh pada perlakuan menggunakan media kombinasi 68% tandan kosong kelapa sawit, 5% jerami dan 15% ampas tebu. Kadar lipid tertinggi diperoleh pada perlakuan menggunakan 98% ampas tebu, sedangkan kadar karbohidrat tertinggi terdapat pada perlakuan 98% jerami. Hasil analisis varian (α = 95%) diketahui bahwa perlakuan perbedaan komposisi media tumbuh yang diberikan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap kandungan protein, lipid dan juga karbohidrat dalam jamur merang.Kata Kunci: Jamur Merang (Volvariella volvacea), Kombinasi Media, Protein, Lipid dan Karbohidrat
HARGA POKOK BENIH NILAM VARIETAS SIDIKALANG HASIL KULTUR JARINGAN Ekwasita Rini Pribadi; Endang Hadipoentyanti; Amalia Amalia; Nursalam Sirait
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 22, No 1 (2011): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v22n1.2011.%p

Abstract

Kendala dalam penyediaan benih adalah ketersediaan yang tepat waktu, tepat jum-lah, seragam dan sehat. Teknik kultur ja-ringan dapat memecahkan kendala terse-but tetapi biayanya cukup tinggi sehingga harga benih menjadi mahal 3-4 kali harga benih konvensional. Untuk mengatasi hal tersebut pada tanaman nilam, dilakukan perbanyakan benih secara kultur jaringan dengan mensubstitusi bahan kimia yang harganya mahal dengan bahan-bahan al-ternatif yang mudah diperoleh seperti air kelapa dan sumber bahan organik lainnya. Penelitian dilaksanakan di laboratorium kultur jaringan, laboratorium Pengujian Balittro, Balai Besar Pasca Panen, dan ru-mah kaca Balittro sejak Mei 2009 sampai Oktober 2010. Penentuan harga pokok dan skala ekonomi dilakukan secara bertahap : (1) harga pokok zat pengatur tumbuh (zpt) alternatif, terdiri dari air kelapa, ekstrak to-mat, dan ekstrak tauge, (2) harga pokok tunas hasil induksi dari eksplan varietas Sidikalang dengan media Murashige dan Skoog (MS) ditambah zpt alternatif dan sumber vitamin substitusi dari air kelapa, tomat, tauge, dan wood vinegar masing-masing dengan konsentrasi 0 (kontrol), 5, 10, 15, 20, dan 25%, (3) harga pokok multiplikasi tunas nilam dengan media ter-baik pada tahap induksi, (4) harga pokok tunas hasil multiplikasi media MS + air ke-lapa konsentrasi 10% dibandingkan de-ngan media dasar alternatif pupuk maje-muk dengan formulasi NPK 20-20-20 yaitu: (a) pupuk majemuk 0,5 1 g/l + air kelapa 10%, (b) pupuk majemuk 1 g/l + air kela-pa 10%, (c) pupuk majemuk 1,5 g/l + air kelapa 10%, (d) pupuk majemuk 2 g/l + air kelapa 10%, (e) MS + BA 0,5 mg/l, (f) MS + air kelapa 10%, (5) harga pokok ni-lam hasil aklimatisasi di rumah kaca de-ngan perlakuan beberapa jenis media : (a) tanah latosol (kontrol), (b) tanah lato-sol + kompos serasah tanaman (1:1), (c) tanah latosol + arang/sekam padi (1:1), (d) tanah latosol + cocopeat (1:1), (e) ta-nah latosol + kompos serasah tanaman + arang/sekam padi (1:1:1), (f) tanah lato-sol + kompos serasah tanaman + coco-peat (1:1:1), (g) tanah latosol + kompos serasah tanaman + arang/sekam padi + cocopeat (1:1:1:1), (6) harga pokok dan skala usaha nilam di dalam polybag ukur-an 10 x 15 cm dengan media tanam ta-nah + pupuk kandang (2:1). Penentuan harga pokok benih nilam dan skala usaha-nya, dilakukan dengan menganalisis input dan out-put kegiatan produksi benih ni-lam hasil kultur jaringan. Hasil penelitian menunjukkan harga pokok benih nilam skala laboratorium adalah Rp339 per tu-nas dengan media perbanyakan MS di-tambah zpt alternatif air kelapa konsen-trasi 10%, atau Rp796/polybag dengan titik impas/break event point pada jumlah produksi 51.415 polybag benih per 3,5 bulan setelah aklimatisasi, setara dengan pendapatan sebesar Rp40.926.258. 
POTENSI DAN PERANAN ZAKAT DALAM MENGENTASKAN KEMISKINAN DI KOTA MEDAN Amalia Amalia; Kasyful Mahalli
Ekonomi dan Keuangan Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Departemen Ekonomi Pembangunan USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.031 KB)

Abstract

Zakat is one of the alternative solutions to reduce poverty. the results of field studies indicate that the benefits of Zakat is distributed fairly good, but not optimal. although the year-over-year increase zakat but its realization is still less than the potential of the existing zakat. This research was conducted aimed to determine the potential level of relationship and influence the role of zakat to the poor in the city of Medan The method used in this study is the method of Spearman Rank correlation analysis. Data was collected by interview and questionnaires were distributed to District 10 of 21 district in the city of Medan with a total sample of 100 people.Once the data is collected, the authors analyze and interpret resulting conclusions. From the research it can be concluded that most people agree the Medan distribution and utilization of zakat, especially in the form of loans and capital are Qadrul Hasan and accompanied the training and skills provided to increase business progress.
ANALISIS PERBANDINGAN EFISIENSI BANK UMUM KONVENSIONAL DAN BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAN METODE DATA ENVELOPMENT ANALYSIS Amalia Amalia; Meutia Fitri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Akuntansi Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Accounting Departement Economics and Business Faculty Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the efficiency of Conventional Commercial Bank and Islamic Commercial Bank in Indonesian in 2011-2014. The research type used in analysis quantitative descriptive by balanced panel data method. The target sample of this research is Conventional Commercial Bank and Islamic Commercial Bank in Indonesian, there are 9 Conventional Commercial Bank and 9 Islamic Commercial Bank who fulfill the criteria to be the research objects . The data used in this research is secondary data from annual financial reporting in 2011-2014. Data analysis was performed using Data Envelopment Analysis method to find the value of each bank efficiency, and processing the data using program DEAP version 2.1. The results of this research indicate that the average value efficiency of Islamic Commercial Bank with CRS (0,925) and VRS (0,959)models better than Conventional Commercial Bank with value efficiency CRS (0,921) dan VRS (0,952) models.
HARGA POKOK BENIH NILAM VARIETAS SIDIKALANG HASIL KULTUR JARINGAN Ekwasita Rini Pribadi; Endang Hadipoentyanti; Amalia Amalia; Nursalam Sirait
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 22, No 1 (2011): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v22n1.2011.%p

Abstract

Kendala dalam penyediaan benih adalah ketersediaan yang tepat waktu, tepat jum-lah, seragam dan sehat. Teknik kultur ja-ringan dapat memecahkan kendala terse-but tetapi biayanya cukup tinggi sehingga harga benih menjadi mahal 3-4 kali harga benih konvensional. Untuk mengatasi hal tersebut pada tanaman nilam, dilakukan perbanyakan benih secara kultur jaringan dengan mensubstitusi bahan kimia yang harganya mahal dengan bahan-bahan al-ternatif yang mudah diperoleh seperti air kelapa dan sumber bahan organik lainnya. Penelitian dilaksanakan di laboratorium kultur jaringan, laboratorium Pengujian Balittro, Balai Besar Pasca Panen, dan ru-mah kaca Balittro sejak Mei 2009 sampai Oktober 2010. Penentuan harga pokok dan skala ekonomi dilakukan secara bertahap : (1) harga pokok zat pengatur tumbuh (zpt) alternatif, terdiri dari air kelapa, ekstrak to-mat, dan ekstrak tauge, (2) harga pokok tunas hasil induksi dari eksplan varietas Sidikalang dengan media Murashige dan Skoog (MS) ditambah zpt alternatif dan sumber vitamin substitusi dari air kelapa, tomat, tauge, dan wood vinegar masing-masing dengan konsentrasi 0 (kontrol), 5, 10, 15, 20, dan 25%, (3) harga pokok multiplikasi tunas nilam dengan media ter-baik pada tahap induksi, (4) harga pokok tunas hasil multiplikasi media MS + air ke-lapa konsentrasi 10% dibandingkan de-ngan media dasar alternatif pupuk maje-muk dengan formulasi NPK 20-20-20 yaitu: (a) pupuk majemuk 0,5 1 g/l + air kelapa 10%, (b) pupuk majemuk 1 g/l + air kela-pa 10%, (c) pupuk majemuk 1,5 g/l + air kelapa 10%, (d) pupuk majemuk 2 g/l + air kelapa 10%, (e) MS + BA 0,5 mg/l, (f) MS + air kelapa 10%, (5) harga pokok ni-lam hasil aklimatisasi di rumah kaca de-ngan perlakuan beberapa jenis media : (a) tanah latosol (kontrol), (b) tanah lato-sol + kompos serasah tanaman (1:1), (c) tanah latosol + arang/sekam padi (1:1), (d) tanah latosol + cocopeat (1:1), (e) ta-nah latosol + kompos serasah tanaman + arang/sekam padi (1:1:1), (f) tanah lato-sol + kompos serasah tanaman + coco-peat (1:1:1), (g) tanah latosol + kompos serasah tanaman + arang/sekam padi + cocopeat (1:1:1:1), (6) harga pokok dan skala usaha nilam di dalam polybag ukur-an 10 x 15 cm dengan media tanam ta-nah + pupuk kandang (2:1). Penentuan harga pokok benih nilam dan skala usaha-nya, dilakukan dengan menganalisis input dan out-put kegiatan produksi benih ni-lam hasil kultur jaringan. Hasil penelitian menunjukkan harga pokok benih nilam skala laboratorium adalah Rp339 per tu-nas dengan media perbanyakan MS di-tambah zpt alternatif air kelapa konsen-trasi 10%, atau Rp796/polybag dengan titik impas/break event point pada jumlah produksi 51.415 polybag benih per 3,5 bulan setelah aklimatisasi, setara dengan pendapatan sebesar Rp40.926.258. 
Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) as an influenza diagnostic test among children in Yogyakarta Eva Musdalifah; M. Juffrie; Purnomo S; Amalia Amalia
Paediatrica Indonesiana Vol 48 No 5 (2008): September 2008
Publisher : Indonesian Pediatric Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.731 KB) | DOI: 10.14238/pi48.5.2008.288-91

Abstract

Background Influenza virus type A, especially H5Nl subtype oravian influenza, is a highly pathogenic agent that causes epidemicin the world with high mortality. Most cases are preschool andschool children. Anti-viral drug is effective when given at earlyphase. The gold standard for the diagnosis of influenza is viralculture, which takes 2 to 10 days. A rapid and accurate diagnostictest is needed to control further viral infection.Objective To determine the accuracy of RT-PCR as a diagnostictest for children with influenza compared with viral culture.Methods A cross-sectional study was conducted in primary healthcares of Jetis I, Godean I, II and Dr Sardjito Hospital Yogyakartabetween January 2005 and May 2007. The specimens, taken bytrained health personnel, were collected from both anterior naresand throat of children aged from birth to 14 years who met theeligibility criteria, then were stored in a frozen extraction tubeand sent to Jakarta for RT-PCR and viral culture as the goldstandard.Results There were 34 7 children enrolled in this study. Influenzainfection was confirmed in 63 children (18.2%). There were 24children with H3N2 subtype of influenza virus, 13 children withHINI subtype, and one child with H5Nl subtype. The sensitivity,specificity, positive and negative predictive value, positive andnegative likelihood ratio of RT-PCR test were 89%, 90%, 67%,97%, 9, 3, 0, and 12 respectively.Conclusions RT-PCR is accurate enough as influenza diagnostictest in children.
KESESUAIAN PENYIMPANAN PERBEKALAN FARMASI DI GUDANG INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT ISLAM BANJARMASIN Amaliyah Wahyuni; Raihana Raihana; Amalia Amalia
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Insan Farmasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jifi.v5i1.890

Abstract

Storage of supplies of one of the components of supplies in the hospital. Storage of supplies such as medicines, medical devices and consumable medical materials in the Hospital Pharmacy Installation Warehouse (IFRS) should be highly considered because not all medicines, medical devices and consumable medical materials are treated equally in their storage, ensuring properly maintained. Improper pharmaceutical supplies can result in rapid damage and expiry. The purpose of this study is to determine the percentage of suitability of pharmaceutical supply storage in the Pharmacy Installation Warehouse of Banjarmasin Islam Hospital. Non-experimental research is observation using observation sheet based on the suitability of Permenkes No.72 Year 2016 and SPO RS Islam. The population is Islam IFRS Warehouse and the sample is Islam Hospital Pharmacy Installation Warehouse using saturated sampling method. The result of the percentage of suitability of pharmaceutical supplies storage in the Pharmacy Installation Warehouse of The Islam Hospital Banjarmasin. The results of the conformity permenkes No. 72 Year 2016; pharmaceutical preparations 309 indicators (71.52%); MD 136 indicators (62.96%); and CM 133 indicators (61.57%). Conformity Results Based on SOP Islam Banjarmasin Hospital Year 2018 namely; Pharmaceutical Preparations 244 indicators (72.62%);, and MD 167 indicators (69.58%) and CMM 166 indicators (69.16%).
HUBUNGAN KOMPLIKASI DIABETES MELITUS TERHADAP BIAYA TERAPI Amalia Amalia; Tri Murti Andayani; Endang Yuniarti
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 5, No 3
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.227

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu penyakit kronis yang prevalensinya meningkat terus. Komplikasi DM merupakan salah satu faktor yang bisa menaikkan biaya. Penelitian bertujuan mengetahui komponen biaya yang paling berpengaruh pada biaya DM, mengetahui jenis komplikasi yang menimbulkan biaya paling besar, dan mengetahui adakah perbedaan signifikan biaya rata-rata per episode perawatan antara biaya terapi DM tanpa dan dengan komplikasi. Jenis penelitian adalah analisis non eksperimental dengan rancangan cross sectional study. Data diambil dari rekam medik pasien dan bagian keuangan rumah sakit secara retrospektif. Kriteria inklusi adalah pasien dengan diagnosis utama DM dengan/tanpa komplikasi baik rawat jalan maupun inap di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta periode Januari sampai Juni 2014. Biaya yang dihitung adalah biaya medis langsung (perspektif rumah sakit). Analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui distribusi karakteristik subjek penelitian dan alokasi biaya. Uji korelasi bivariate untuk mengetahui hubungan komponen biaya dan biaya terapi DM. Uji T dua sampel independen untuk uji perbedaan biaya rata-rata DM tanpa komplikasi dan dengan komplikasi untuk data terdistribusi normal, sedangkan apabila data tidak terdistribusi normal digunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya pasien DM Rp 816.967.440,00 (55,58% rawat inap dan 44,42% rawat jalan). Komponen biaya yang paling berpengaruh adalah biaya obat, kecuali pada rawat inap DM dengan komplikasi (biaya tindakan medik). Nephropati merupakan komplikasi yang menggunakan biaya ratarata tertinggi sebesar Rp 556.940,00 ± 535.451(rawat jalan) dan retinopati sebesar Rp 9.780.350,00 ± 3.739.534 dalam satu episode rawat inap. Tidak terdapat perbedaan signifikan antara biaya rata-rata DM tanpa komplikasi dan dengan komplikasi, kecuali pada biaya terapi pasien rawat inap kelas III.Kata kunci: komplikasi, diabetes melitus, komponen biaya
Analisis Kepuasan Mahasiswa terhadap Pelayanan Pendidikan di Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Lancang Kuning Rini Nizar; Amalia Amalia; Niken Nurwati
Lectura : Jurnal Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2018): Lectura: Jurnal Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/lectura.v9i1.916

Abstract

Prodi Agribisnis memiliki visi “Menjadi Program Studi yang MenghasilkanLulusan yang Unggul dalam mengembangkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi(IPTEK) dan jiwa kewirausahaan Bidang Agribisnis dengan Berlandaskan BudayaMelayu di tahun 2030”. Untuk mencapai visi tersebut diperlukan langkah-langkahkongkret, salah satunya adalah dengan mengenali mahasiswa yang merupakankonsumen dari jasa pelayanan pendidikan. Paradigma lama yang fokus terhadapproduk saja akan menyebabkan kita akan mengalami ketertinggalan dan bahkanmungkin saja akan ditinggalkan oleh konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk:(1)Mengetahui kesenjangan antara kenyataan dan harapan mahasiswa terhadappelayanan pendidikan dan (2) Menentukan prioritas perbaikan pelayananpendidikan di prodi Agribisnis. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif denganmenggunakan Metode Rasch dimana metode ini menjadi pembeda dari penelitiansejenis sebelumnya. Tidak dilakukan pengujian instrumen penelitian dengan ujivaliditas dan uji reabilitas pada penelitian ini karena kuisioner yang digunakanadalah kuisioner standart yang sudah digunakan untuk perguruan tinggi bermutulihat pada lampiran kuisioner (Tampubolon, 2001). Dari hasil analisis kepuasanmahasiswa terhadap pelayanan pendidikan di Prodi Agribisnis Fakultas PertanianUniversitas Lancang Kuning didapat kesimpulan sebagai berikut: (1) Kesenjanganantara kenyataan dan harapan terhadap pelayanan pendidikan di Prodi Agribisnisdiperoleh hasil gap positif dimana responden telah menerima layanan pendidikanyang melebihi harapan untuk dimensi reability, tangible dan dimensi responsive.Sedangkan hasil gap negatif dimana responden telah menerima pelayananpendidikan kurang dari harapan untuk dimensi sumber belajar, jasaekstrakurikuler, sarana dan prasarana dan assurance. (2) Yang harus menjadiprioritas perbaikan pelayanan pendidikan di prodi agribisnis berdasarkan urutanprioritas adalah sebagai berikut: (a) Dimensi Sarana dan Prasarana (b) DimensiAssurance, (c) Dimensi Sumber Belajar dan (d) Dimensi Jasa Ekstrakurikuler