Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN IBU DAN PERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT (PHBS) DENGAN STATUS GIZI BALITA (BB/U) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GATAK SUKOHARJO Setyoningsih, Wiwit; Nurokhmah, Siti; Ekorinawati, Wiwik
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan gizi pada anak masih menjadi isu kesehatan baik ditingkat global maupun nasional. Di Indonesia, prevalensi underweight mencapai 17,1% pada tahun 2022. Faktor yang mempengaruhi status gizi balita antara lain tingkat pendidikan ibu dan perilaku hidup bersih sehat (PHBS) di rumah tangga. Pendidikan ibu berperan secara tidak langsung terhadap status gizi balita, sedangkan praktik PHBS berpotensi mencegah terjadinya masalah gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan ibu dan PHBS dengan status gizi balita berdasarkan indeks berat badan menurut umur (BB/U) di wilayah kerja Puskesmas Gatak, Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 86 responden. Data tingkat pendidikan ibu dan PHBS dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan kuesioner. Data antropometri diperoleh melalui pengukuran berat badan menggunakan timbangan digital dan status gizi ditentukan berdasarkan nilai Z-score BB/U. Analisis data dilakukan dengan uji Korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki tingkat pendidikan menengah atas dengan rata-rata lama pendidikan 11,9 tahun. Rata-rata skor PHBS rumah tangga yaitu 14,09. Status gizi balita berdasarkan nilai Z-score BB/U mayoritas memiliki status gizi normal dengan rata-rata nilai Z-score -0,93. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat pendidikan ibu berhubungan signifikan dengan status gizi balita BB/U (r = 0,367; p < 0,001), demikian pula PHBS berhubungan signifikan dengan status gizi balita BB/U (r = 0,475; p < 0,001). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan ibu dan PHBS dengan status gizi balita berdasarkan indeks BB/U.  
Nutritional Care Management of a Pediatric Patient with Stage V Chronic Kidney Disease on Hemodialysis Complicated by Hypertension and Pulmonary Edema with a Differential Diagnosis of Rheumatic Heart Disease Windayani, Komang; Ananda, Kiki Rizky; Ekorinawati, Wiwik; Rusliana, Eka; Windaningrum, Laras Sekar
Journal of Global Nutrition Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : Ikatan Sarjana Gizi Indonesia (ISAGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53823/jgn.v6i1.200

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) stage V in pediatric patients requires renal replacement therapy such as hemodialysis and is often accompanied by complications including hypertension and cardiovascular disorders, such as suspected rheumatic heart disease (RHD). These conditions increase the risk of fluid overload, pulmonary edema, and nutritional problems, thus requiring comprehensive nutritional management. This study used a descriptive observational case study design conducted at Dr. Moewardi General Hospital, Surakarta. The subject was selected using purposive sampling based on the risk of malnutrition using the STRONG-kids screening form. Data were collected through interviews, medical records, anthropometric measurements, biochemical and clinical assessments, and a 24-hour food recall. Nutritional care was carried out using the standardized Nutrition Care Process, including assessment, diagnosis, intervention, education, and monitoring for three days. The subject was a 13-year-old pediatric patient with CKD undergoing hemodialysis, presenting with edema, hypertension, and suspected RHD. Dietary intake was inadequate (<70%). Anthropometric assessment based on Mid-Upper Arm Circumference (MUAC) indicated normal nutritional status despite the presence of edema. Biochemical examination showed anemia and increased creatinine and urea levels. Nutritional intervention showed an increasing trend in intake over three days, although energy and carbohydrate intake remained deficient. Clinical parameters, including blood pressure and respiratory rate, showed improvement, along with decreased creatinine and urea levels. Nutritional therapy in the form of a hemodialysis diet and low-sodium diet contributed to improved intake, fluid balance, and clinical outcomes. Sodium restriction played an important role in controlling blood pressure and preventing fluid overload, including the risk of pulmonary edema. Integrated nutritional management combined with hemodialysis improved intake, clinical condition, and biochemical parameters in pediatric CKD patients with hypertension and suspected RHD.