Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

DURIAN SEED EXTRACT AMELIORATES LIPID PROFILES IN METABOLIC SYNDROME MODEL RATS Rusliana, Eka; Nurwati, Ida; Ardyanto, Tonang Dwi
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 1 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i1.2393

Abstract

Sindrom metabolik merupakan sekumpulan kelainan metabolik yang kompleks dan berkaitan dengan terjadinya dislipidemia yang ditandai dengan adanya perubahan profil lipid yang abnormal meliputi peningkatan kadar trigliserida, kadar low-density lipoprotein (LDL) dan rendahnya kadar high-density lipoprotein (HDL). Ekstrak biji durian mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, fenolik dan triterpenoid yang berpotensi dalam memperbaiki profil lipid. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati ekstrak biji durian dalam perbaikan profil lipid. Penelitian ini merupakan eksperimental laboratorium desain pretest-posttest dengan kelompok kontrol. Sebanyak 30 ekor tikus jantan galur Wistar usia 8 minggu, berat 150-200 g dibagi menjadi 6 kelompok. Kelompok kontrol normal (NG) yaitu tikus yang diberi pakan standar, sedangkan 5 kelompok ainnya dibuat model sindrom metabolik dengan diberi diet High Fat High Fructose (HFHFr) 14 hari dan induksi  Streptozotocin (STZ)-Nicotinamide (NA), meliputi kelompok kontrol negatif (NC), yang diberi aquades, dan kelompok kontrol positif (PC), yang diberi simvastatin 0,9 mg/kgBB. Kelompok perlakuan yaitu kelompok perlakuan 1 (TG1), kelompok perlakuan 2 (TG2), dan kelompo perlakuan 3 (TG3), diberikan ekstrak biji durian dosis 100, 200, dan 300 mg/kgBB selama 21 hari. Data dianalisis menggunakan Paired T-test dan One-way ANOVA, dengan signifikansi p<0,05. Hasil menunjukkan setelah 21 hari pemberian ekstrak biji durian terjadi penurunan kadar trigliserida dan LDL serta peningkatan kadar HDL yang signifikan (p<0,05), yang mana perubahan terbesar terjadi pada kelompok dosis 300 mg/kgBB dengan trigliserida sebesar -38,24 ± 6,45 mg/dl, LDL -45,67 ± 2,71 mg/dl dan HDL 54,22 ± 2,72 mg/dl. Pemberian ekstrak biji durian dapat memperbaiki profil lipid pada sindrom metabolik dengan dosis terbaik yaitu 300 mg/kgBB.
Edukasi Kesehatan melalui Sosialisasi Pemanfaatan Tanaman Herbal Daun Pegagan di SMA Negeri 2 Karang Intan Nurbidayah, Nurbidayah; Perdana, Gusti Muhammad Raja Putra; Abdurrahman, Abdurrahman; Rusliana, Eka
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 10 No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v10i1.27255

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan keberagaman hayati yang tinggi. Pemerintah terus berupaya melestarikan penggunaan tanaman obat tradisional dengan berbagai program peningkatan kualitas pemanfaatan tanaman obat dalam bentuk obat tradisional terstandar. Tujuan dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan mengenai pemanfaatan tanaman herbal oleh siswa dan guru sehingga mampu memahami dan mengembangkan potensi generasi muda tentang tanaman herbal untuk hidup sehat maupun peluang usaha yang bernilai. Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan menggunakan metode penyuluhan dengan kegiatan sosialisasi edukasi tamanan herbal menggunakan media power point dan leaflet. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah dilakukan penyuluhan pada kategori baik sebesar 35%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan mengenai pemanfaatan tanaman herbal daun pegagan yang dilaksanakan terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa dan guru. Hal ini ditandai dengan berkurangnya jumlah peserta yang memiliki pengetahuan rendah serta meningkatnya jumlah peserta yang memiliki pengetahuan baik.
Optimalisasi Pemanfaatan Tanaman Lokal Melalui Demonstrasi Pembuatan Teh Daun Pegagan Bagi Siswa Rusliana, Eka; Perdana, Gusti Muhammad Raja Putra; Nurbidayah, Nurbidayah; Abdurrahma, Abdurrahma
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/mapkvr43

Abstract

Pemanfaatan tanaman lokal sebagai bahan pangan fungsional merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam serta memberikan manfaat kesehatan. Pegagan (Centella asiatica) merupakan tanaman herbal yang memiliki kandungan senyawa bioaktif dan berpotensi diolah menjadi produk pangan herbal. Namun, pemanfaatan pegagan di SMA Negeri 2 Karang Intan masih terbatas pada kegiatan budidaya dan pengeringan daun tanpa pengolahan lebih lanjut menjadi produk bernilai tambah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam memanfaatkan pegagan melalui demonstrasi pembuatan teh daun pegagan serta edukasi pelabelan produk. Kegiatan dilaksanakan dengan metode demonstrasi yang disertai praktik langsung oleh siswa. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan kuesioner untuk mengukur keterampilan siswa setelah mengikuti kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 85% siswa tergolong terampil dalam pembuatan teh daun pegagan dan 55% siswa mampu memilih bahan baku pegagan yang berkualitas. Selain itu, siswa juga mampu merancang label kemasan produk sesuai dengan informasi pelabelan pangan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa metode demonstrasi efektif dalam meningkatkan keterampilan siswa dalam mengolah tanaman pegagan menjadi produk teh herbal yang bernilai tambah.
Nutritional Care Management of a Pediatric Patient with Stage V Chronic Kidney Disease on Hemodialysis Complicated by Hypertension and Pulmonary Edema with a Differential Diagnosis of Rheumatic Heart Disease Windayani, Komang; Ananda, Kiki Rizky; Ekorinawati, Wiwik; Rusliana, Eka; Windaningrum, Laras Sekar
Journal of Global Nutrition Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : Ikatan Sarjana Gizi Indonesia (ISAGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53823/jgn.v6i1.200

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) stage V in pediatric patients requires renal replacement therapy such as hemodialysis and is often accompanied by complications including hypertension and cardiovascular disorders, such as suspected rheumatic heart disease (RHD). These conditions increase the risk of fluid overload, pulmonary edema, and nutritional problems, thus requiring comprehensive nutritional management. This study used a descriptive observational case study design conducted at Dr. Moewardi General Hospital, Surakarta. The subject was selected using purposive sampling based on the risk of malnutrition using the STRONG-kids screening form. Data were collected through interviews, medical records, anthropometric measurements, biochemical and clinical assessments, and a 24-hour food recall. Nutritional care was carried out using the standardized Nutrition Care Process, including assessment, diagnosis, intervention, education, and monitoring for three days. The subject was a 13-year-old pediatric patient with CKD undergoing hemodialysis, presenting with edema, hypertension, and suspected RHD. Dietary intake was inadequate (<70%). Anthropometric assessment based on Mid-Upper Arm Circumference (MUAC) indicated normal nutritional status despite the presence of edema. Biochemical examination showed anemia and increased creatinine and urea levels. Nutritional intervention showed an increasing trend in intake over three days, although energy and carbohydrate intake remained deficient. Clinical parameters, including blood pressure and respiratory rate, showed improvement, along with decreased creatinine and urea levels. Nutritional therapy in the form of a hemodialysis diet and low-sodium diet contributed to improved intake, fluid balance, and clinical outcomes. Sodium restriction played an important role in controlling blood pressure and preventing fluid overload, including the risk of pulmonary edema. Integrated nutritional management combined with hemodialysis improved intake, clinical condition, and biochemical parameters in pediatric CKD patients with hypertension and suspected RHD.