Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Isolasi dan Identifikasi Bakteri Endofit pada Batang dan Daun Tanaman Songgolangit (Tridax procumbens (Lour.)) Hamtini, Hamtini; Nurhati, Wida; Rahmita, Mellysa; Trisna, Citra; Rahmawati, Juli; Shufiyani, Shufiyani
Journal of Medical Laboratory Research Vol. 1 No. 1 (2022): Journal of Medical Laboratory Research
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.141 KB) | DOI: 10.36743/jomlr.v1i1.430

Abstract

Bakteri endofit adalah bakteri yang hidup di dalam jaringan tumbuhan secara simbiotik dengan membentuk koloni selama periode tertentu dari siklus hidupnya dan dapat menghasilkan metabolit sekunder. Salah satu tanaman yang memiliki potensi untuk dikembangkan bakteri endofit dari obat tradisional adalah tanaman Songgolangit (Tridax procumbens (Lour)). Tanaman ini merupakan tanaman herba menahun yang digunakan sebagai tanaman obat yang hampir seluruh bagian tanamannya dapat digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya bakteri endofit serta mengetahui jenis bakteri endofit yang terdapat pada batang dan daun tanaman Tridax procumbens. Bakteri endofit diisolasi dari batang dan daun tanaman Tridax procumbens menggunakan metode sterilisasi permukaan kemudian dikulturkan pada media Trypticase Soy Agar (TSA) + antibiotik nistatin 100 ppm lalu diidentifikasi melalui pewarnaan Gram serta dilakukan preservasi bakteri endofit pada agar miring Trypticase Soy Agar (TSA) dan gliserol 40%. Hasil penelitian diperoleh 25 isolat bakteri endofit yang terdiri dari 16 isolat bakteri pada batang dan 9 isolat bakteri pada daun tanaman Tridax procumbens. Isolat bakteri endofit yang diperoleh dari pengamatan Gram didapatkan hasil 17 isolat bakteri endofit Gram (+) dan 8 isolat bakteri endofit Gram (-). Jumlah bakteri endofit di dalam tanaman tidak dapat ditentukan secara pasti, namun bakteri endofit dapat dideteksi dengan mengisolasi pada media agar dan Teknik isolasi yang tepat.
Pemanfaatan Ekstrak Bunga Telang (Clitoria Ternatea L.) Sebagai Alternatif Zat Warna Lpcb Pada Pewarnaan Fungi hamtini, Hamtini; Hakim, Syamsir; Astriani, Ranti Dwi; Fadillah, Muhammad Arief; Rahmawati, Juli
Journal of Medical Laboratory Research Vol. 3 No. 1 (2024): Journal of Medical Laboratory Research
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The eagle flower is a compound flower that is identical to the purple color on the petals. Vines, one of which is eagle flowers, can be found anywhere from the yard of the house to the edge of the rice field. The traditional use for this plant is as an eye medicine and food coloring, and it can also be grown as an ornamental plant. There are two types of dyes, namely dyes made from chemicals and dyes made from plants. Most of the dyes used in laboratories are generally chemicals such as KOH, methylene blue, and lactofenol, which are not good for the environment and are quite expensive. This means that it is necessary to make other dyes that are better for the environment. The purpose of this study was to determine whether or not striped leaf extract can be used as an alternative to LPCB staining in fungi. The method used in this study was maceration of telang flower extract with 96% ethanol solvent, after obtaining the extraction results then dilution was carried out with concentrations of 1%, 2.5%, 5%, 7.5% and 10% using aqueous solvents. The result of this study is that striped flower extract cannot be used as a dye in fungal coloring, this can be seen from the morphological picture of fungi that are not clearly visible and do not absorb dyes from eagle flower extract compared to LPCB dyes used as standard controls.