Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Integrasi Nilai-Nilai Islam dalam Pengembangan Karakter Peserta Didik di Era Digital Efriansyah Putra Bahari Barus; Zulfan; Muhammad Hasanuddin
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : CV. Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/jurpai.v1i3.24

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses integrasi nilai-nilai Islam dalam pengembangan karakter peserta didik di era digital serta melihat dampak yang ditimbulkan dari penerapannya pada lingkungan pembelajaran berbasis teknologi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang melibatkan guru Pendidikan Agama Islam, kepala madrasah, dan peserta didik sebagai informan utama. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi perangkat pembelajaran digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai Islam dilakukan melalui penggunaan media digital, pembelajaran berbasis proyek, pembiasaan etika komunikasi, serta pemanfaatan forum diskusi daring yang berorientasi pada pembentukan akhlak. Peserta didik menunjukkan peningkatan perilaku pada aspek etika komunikasi digital, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam menggunakan teknologi. Guru berperan penting sebagai teladan digital yang memberikan contoh nyata mengenai penerapan nilai Islam dalam interaksi daring. Meskipun terdapat tantangan seperti keterbatasan literasi digital guru dan distraksi peserta didik, dukungan madrasah dan keterlibatan orang tua memperkuat keberhasilan implementasi integrasi nilai Islam. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa teknologi dapat menjadi sarana efektif dalam pembentukan karakter Islami apabila digunakan secara terarah dan konsisten dalam pembelajaran.
The Effectiveness of Using Flashcards in Improving Early Childhood Reading Skills Muhammad Hasanuddin; Abil Alwi Prayoga
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 1 No. 1 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64803/jupaud.v1i1.68

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of using flashcards to improve early reading skills in young children. This research is grounded in the need for engaging, interactive learning methods that align with the developmental characteristics of early childhood. The study employed a quasi-experimental design with a pretest–posttest control group. The sample consisted of children aged 4–6 years, divided into an experimental and a control group. The experimental group received reading instruction using flashcards for four weeks, while the control group used conventional teaching methods. The results indicate a significant improvement in children's reading abilities when using flashcards compared to the control group. The improvement is evident in letter recognition, syllable understanding, and the ability to read simple words. A t-test supports the finding that flashcards have a positive, significant impact on the development of early reading skills. Therefore, it can be concluded that flashcards are an effective and practical learning medium that supports early literacy development in young children.
Dampak Penggunaan Gadget terhadap Perkembangan Sosial Anak Usia 3–6 Tahun Fadilah Ramadani; Siti Khodijah; Cindy Atika Rizki; Muhammad Hasanuddin
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 1 No. 1 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64803/jupaud.v1i1.69

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan gadget terhadap perkembangan sosial anak usia 3–6 tahun dengan menyoroti pola interaksi, kemampuan komunikasi, dan regulasi emosi dalam aktivitas bermain. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan anak, orang tua, serta guru pendidikan anak usia dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gadget yang tidak terkontrol dapat menurunkan kualitas interaksi sosial, menghambat kelancaran komunikasi, dan memicu ketergantungan emosional pada perangkat. Sebaliknya, penggunaan yang didampingi dan diatur secara tepat dapat tetap mendukung perkembangan sosial anak melalui keseimbangan antara pengalaman digital dan interaksi langsung. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendampingan orang tua dan pengaturan penggunaan gadget dalam mendukung perkembangan sosial anak usia dini.
Analisis Minat Siswa Kelas 1 SMK Pada Ekstrakulikuler Sepak Bola Dengan Metode Technology Acceptance Model Muhammad Hasanuddin; Bayu Eka Susanto; Sujatmiko Ginting; Fakhri Rizaldi
Jurnal Komputer Teknologi Informasi Sistem Komputer (JUKTISI) Vol. 4 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juktisi.v4i1.344

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat minat siswa kelas 1 SMK Putra Jaya Stabat terhadap kegiatan ekstrakurikuler sepak bola, serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhinya. Untuk memperdalam pemahaman terhadap penerimaan siswa terhadap sistem informasi yang mendukung kegiatan ekstrakurikuler, penelitian ini menggunakan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM). Model ini digunakan untuk mengukur pengaruh Perceived Usefulness dan Perceived Ease of Use terhadap minat dan perilaku siswa dalam mengikuti serta memanfaatkan sistem informasi pendukung ekstrakurikuler, seperti jadwal digital, absensi daring, atau komunikasi tim secara online. Sampel penelitian berjumlah 74 siswa, ditentukan melalui rumus Slovin dari total populasi 280 siswa. Data dikumpulkan melalui angket skala Likert dan dianalisis secara kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa menunjukkan minat tinggi terhadap ekstrakurikuler sepak bola, serta bersikap positif terhadap penggunaan sistem informasi pendukung. Faktor internal seperti motivasi pribadi dan hobi, serta faktor eksternal seperti kemudahan penggunaan sistem dan dukungan sosial, berkontribusi terhadap tingginya minat tersebut. Temuan ini dapat menjadi acuan bagi sekolah dalam mengembangkan sistem informasi ekstrakurikuler yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan siswa.
Aplikasi Web Komunitas Mahasiswa MBKM dengan Codeigniter 3.x dan Bootstrap 3 Ricky Ramadhan Harahap; Supiyandi; Chairul Rizal; Muhammad Hasanuddin
Jurnal Komputer Teknologi Informasi Sistem Komputer (JUKTISI) Vol. 4 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juktisi.v4i2.710

Abstract

Program Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM) menuntut adanya koordinasi intensif antara berbagai pemangku kepentingan, termasuk mahasiswa, dosen pembimbing, koordinator program, dan mitra eksternal. Namun, komunikasi pelaksanaan MBKM di banyak perguruan tinggi masih memanfaatkan saluran berbasis aplikasi terpisah yang menyebabkan fragmentasi informasi, keterlambatan penyampaian pesan, serta lemahnya dokumentasi aktivitas. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengevaluasi aplikasi web komunikasi MBKM berbasis CodeIgniter 3.x dan Bootstrap 3 sebagai solusi komunikasi terpusat yang ringan, efisien, dan mudah diimplementasikan. Metode yang digunakan adalah Research and Development dengan tahapan analisis kebutuhan, perancangan sistem, pengembangan aplikasi berbasis MVC, pengujian fungsional menggunakan Black Box Testing, serta evaluasi pengguna melalui kuesioner skala Likert. Aplikasi yang dikembangkan memiliki fitur utama berupa autentikasi berbasis peran, pesan pribadi dan grup, forum diskusi, unggah-unduh dokumen, notifikasi otomatis, dan dashboard monitoring aktivitas mahasiswa. Hasil pengujian menunjukkan seluruh modul berjalan sesuai spesifikasi tanpa kegagalan fungsional. Evaluasi pengguna memperlihatkan tingkat keberterimaan tinggi pada aspek kemudahan penggunaan, manfaat sistem, dan kualitas antarmuka. Temuan penelitian membuktikan bahwa pemanfaatan framework ringan dengan desain berbasis kebutuhan spesifik MBKM mampu meningkatkan efektivitas komunikasi, konsistensi dokumentasi, serta efisiensi monitoring pelaksanaan program. Aplikasi ini dinilai layak untuk diimplementasikan sebagai media komunikasi resmi MBKM di lingkungan perguruan tinggi
Perancangan Peningkatan Tata Kelola Ti Kliping Digital di Instansi Pemerintahan Menggunakan Pendekatan Manajemen Informasi Andysah Putera Utama Siahaan; Efriansyah Putra Bahari Barus; Muhammad Hasanuddin; Zulfan; Fakhri Rizaldi
Jurnal Komputer Teknologi Informasi Sistem Komputer (JUKTISI) Vol. 4 No. 3 (2026): Februari 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juktisi.v4i3.762

Abstract

Transformasi digital dalam sektor pemerintahan menuntut tersedianya tata kelola teknologi informasi (TI) yang efektif untuk mendukung strategi pengelolaan informasi dan pengambilan keputusan berbasis data. Salah satu layanan informasi yang memiliki peran penting adalah sistem kliping digital, yang berfungsi sebagai sarana pemantauan pemberitaan media dan opini publik. Namun pemanfaatan sistem kliping digital di instansi pemerintah sering kali belum didukung oleh tata kelola TI yang matang dan terstandarisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menyoroti tingkat kapabilitas tata kelola TI pada sistem kliping digital di lingkungan instansi pemerintah menggunakan kerangka COBIT 2019, dengan fokus pada domain APO01 (Manage the IT Management Framework), APO11 (Manage Quality), dan APO14 (Manage Data). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif-korelasional. Data primer dikumpulkan melalui survei menggunakan kuesioner Skala Likert yang disusun berdasarkan praktik-praktik COBIT 2019 dan disebarkan kepada pegawai yang terlibat langsung dalam pengelolaan kliping digital. Analisis data dilakukan melalui pengukuran tingkat kemampuan dan analisis gap antara tingkat kapabilitas aktual dan tingkat kapabilitas yang diharapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa domain ketiga COBIT 2019 berada pada tingkat kapabilitas Level 2 (Managed), dengan nilai rata-rata masing-masing sebesar APO01 = 2,54, APO11 = 2,47, dan APO14 = 2,51, sementara tingkat kapabilitas yang diharapkan adalah Level 3 (Established). Temuan ini mengindikasikan adanya kesenjangan tata kelola TI yang perlu ditangani, terutama pada aspek kerangka tata kelola, manajemen kualitas layanan, dan pengelolaan data kliping digital. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan kajian tata kelola TI berbasis COBIT 2019 serta kontribusi praktis bagi instansi pemerintah dalam merancang strategi peningkatan tata kelola TI guna mendukung efektivitas dan kelangkaan layanan kliping digital.