Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Workshop Pengenalan Media Interaktif untuk Guru PAUD di Kecamatan Gadingrejo Ajeng Ninda Uminar; Wardah Anggraini; Tuti Puspitasari; Yuli Martuti; Sumartira
Jurnal Sinergi Bangsa Vol. 1 No. 1 (2025): Jurnal Sinergi Bangsa
Publisher : Madiha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan media interaktif dalam pembelajaran anak usia dini dapat meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa. Namun, masih banyak guru PAUD yang belum memahami dan menguasai teknologi pembelajaran berbasis digital. Oleh karena itu, workshop ini diselenggarakan untuk memperkenalkan dan melatih guru PAUD di Kecamatan Gadingrejo dalam memanfaatkan media interaktif. Kegiatan ini meliputi sesi penyampaian materi, demonstrasi, dan praktik langsung. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam menggunakan berbagai aplikasi pembelajaran berbasis teknologi. Meskipun terdapat kendala berupa keterbatasan akses terhadap perangkat dan infrastruktur teknologi, workshop ini memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kompetensi guru PAUD dalam menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan efektif. Keberlanjutan kegiatan serupa dengan dukungan fasilitas yang memadai direkomendasikan untuk memperluas manfaatnya.
Strategi Penguatan Literasi Digital dalam Pembelajaran Tematik di Madrasah Ibtidaiyah: Tinjauan Literatur Integrasi Nilai-Nilai Islam Miranda Yustikasari; Sumartira Sumartira; Yuli Martuti
Quantum Edukatif: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 3 No. 1 (2026): Quantum Edukatif
Publisher : Madiha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mensintesis literatur mengenai strategi penguatan literasi digital dalam pembelajaran tematik di Madrasah Ibtidaiyah (MI) melalui integrasi nilai-nilai Islam. Menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) terhadap 19 artikel dari rentang waktu 2015-2025 yang diperoleh dari basis data Google Scholar, penelitian ini menemukan bahwa literasi digital di MI tidak sekadar kecakapan teknis, melainkan mencakup dimensi kognitif, sosial, dan etis. Strategi yang terbukti efektif meliputi penggunaan bahan ajar tematik digital, model Project-Based Learning, serta peran aktif guru sebagai fasilitator dan teladan. Temuan utama menegaskan bahwa nilai-nilai Islam seperti tabayyun (klarifikasi), qaulan sadida (komunikasi santun), dan hifdzul waqt (manajemen waktu) berfungsi sebagai self-defense mechanism yang krusial bagi siswa di ruang digital. Tantangan utama berupa kesenjangan infrastruktur dan kompetensi pendidik dapat diatasi melalui sinergi kebijakan, pemanfaatan Open Educational Resources (OER) Islami, dan kolaborasi madrasah-keluarga. Kesimpulannya, literasi digital berbasis nilai Islam mampu membentuk generasi yang cakap teknologi sekaligus berakhlak mulia.
Dampak Paparan Screen Time Terhadap Perkembangan Sosio-Emosional Anak Usia Dini di Era Digital Yuli Martuti; Desi Windari; Ridwana
Jurnal Iqra: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 1 No 02 (2026): IQRA: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI
Publisher : PRODI PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI STIT TANGGAMUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era digital telah mengubah pola asuh dan interaksi anak usia dini, di mana penggunaan gawai (screen time) menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Meskipun menawarkan stimulasi visual yang kaya, paparan screen time yang berlebihan tanpa pengawasan berpotensi mengganggu proses tumbuh kembang anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak paparan screen time terhadap perkembangan sosio-emosional anak usia dini di era digital, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif menggunakan desain korelasional. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang diisi oleh orang tua, observasi perilaku anak, serta wawancara mendalam. Sampel penelitian 15 orang tua yang memiliki anak berusia 3–6 tahun. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik regresi linear untuk melihat hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas screen time yang tinggi (lebih dari 1–2 jam per hari) berkorelasi signifikan dengan penurunan kemampuan sosio-emosional anak. Dampak negatif yang ditemukan meliputi keterlambatan dalam berempati, kesulitan meregulasi emosi (tantrum), penurunan fokus, serta berkurangnya minat untuk berinteraksi dengan teman sebaya. Sebaliknya, anak dengan batasan screen time yang ketat disertai pendampingan aktif dari orang tua (active mediation) menunjukkan stabilitas emosi dan keterampilan sosial yang lebih baik. Paparan screen time yang tidak terkontrol secara signifikan menghambat perkembangan sosio-emosional anak usia dini di era digital. Peran aktif orang tua dalam membatasi durasi, menyeleksi konten, dan memberikan stimulasi interaksi interpersonal di dunia nyata sangat krusial untuk meminimalkan dampak negatif tersebut.