Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kampung Adat Pulo: Preserving the Harmony of Customs, Religion, and Traditional Sundanese Architecture Reni Fitriani; Sarah Febriyani Nur Ahyar; Iis Aisah; Habib Badrussalam; Egi Nurholis
JAMASAN: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 1 No 1 (2025): Tradisi dan Budaya
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jamasan.v1i1.5367

Abstract

Pulo traditional village is the embodiment of a unique combination of customs, history and architecture. The Kampung Adat Pulo has a mix of religions, starting with the community embracing Hinduism, Islam emerged with the arrival of Embah Dalem Arif Muhamad who stopped by after the defeat of the Dutch VOC and spread Islam. There are still strong customs that must be adhered to in the Kampung Adat Pulo, including not being allowed to add buildings, the traditional village can only be occupied by six houses of six heads of families from the lineage of Embah Dalem's daughters, which until now cannot be violated. And there are many other customs that cannot be violated, such as not being able to keep four-legged animals, not being allowed to hit large musical instruments such as gongs and many more. The architecture of Kampung Adat Pulo buildings is valued as a characteristic of traditional Sundanese buildings that are based on nature. which is still preserved.
Pemberdayaan Kelompok Pengrajin Gula Aren di Desa Batulawang Melalui Branding Produk dan Digital Marketing Untuk Peningkatan Pendapatan Masyarakat Wulan Sondarika; Nana Yudi Permana; Muhtar Abdul Kader; Sarah Febriyani Nur Ahyar; Dadan Ramdani; Ilham Setiawan; Triyadi Mijayana; Ari Fitriaya
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.22463

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk menjawab berbagai permasalahan yang dihadapi oleh kelompok pengrajin gula aren di Dusun Pagerbatu, Desa Batulawang, Kota Banjar. Permasalahan utama meliputi keterbatasan alat produksi gula aren semut dan standar produksi gula aren gandu, lemahnya manajemen sumber daya manusia karena minimnya regenerasi pengrajin, strategi pemasaran yang masih bersifat konvensional dengan ketergantungan pada pengepul, serta belum adanya identitas dan legalitas usaha yang kuat seperti branding, izin PIRT, sertifikasi halal, dan media promosi. Metode yang digunakan dalam program pengabdian ini adalah pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi penyuluhan peningkatan kualitas produksi gula aren, pelatihan digital marketing, pendampingan desain kemasan dan branding produk, serta fasilitasi pengurusan legalitas usaha. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mitra pengrajin mulai mampu menghasilkan produk gula aren dengan kualitas yang lebih baik, memahami pentingnya identitas dan legalitas usaha, serta memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi dan pemasaran. Penerapan branding dan digital marketing terbukti meningkatkan daya saing produk sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas. Dengan demikian, program pemberdayaan ini berkontribusi pada peningkatan kapasitas usaha pengrajin gula aren dan berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat di Desa Batulawang.