Anemia kehamilan dan kekurangan energi kronis (KEK) menjadi permasalahan gizi serius secara nasional dan global. Di Indonesia prevalensi anemia 32% dan KEK 17,3%. Faktor risiko terjadinya anemia dan KEK adalah rendahnya pengetahuan ibu hamil. Upaya peningkatan pengetahuan ibu hamil dapat dilakukan melalui edukasi yang intensif melalui program pendampingan dengan memanfaatkan Kelas Ibu Hamil. Tujuan PkM adalah meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang upaya pencegahan dan penanggulangan anemia dan KEK. Metode yang digunakan pre-post test one group design dengan pendekatan pasrtisipatif dengan jumlah sasaran 25 orang. Kegiatan yang dilaksanakan adalah pemeriksaan ibu hamil, skrining status gizi untuk mengetahui status anemia dan KEK, edukasi dan konseling dan pengukuran pengetahuan ibu hamil sebelum dan sesudah pendampingan. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner, hemoglobinometer, pengukur lingkar lengan atas, modul dan leaflet. Data diolah dengan analisis univariat pada variabel karakteristik peserta, anemia, KEK serta analisis peningkatan persentase pengetahuan sebelum dan sesudah pendampingan. Hasil kegiatan didapatkan 20% ibu hamil umur ≥35 tahun, 68% ibu tidak bekerja, 28% dengan tingkat pendidikan rendah, 56% berpenghasilan rendah, 64% multigravida, 80% dengan riwayat abortus, 50% dengan indeks masa tubuh tidak normal, 60% ibu hamil anemia, 68% ibu hamil KEK. Terdapat peningkatan pengetahuan pada kelompok sasaran tentang pencegahan dan penanggulangan anemia dan KEK ibu hamil berdasarkan nilai skor pre test dan post test sebesar 57%. Tim PkM merekomendasikan upaya skrining dan edukasi yang berkelanjutan sebagai bentuk kelestarian program melalui penggunaan modul secara luas, pemetaan faktor risiko stunting dan pelatihan kader.