Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kolokasi dan Efektivitas Bahasa Study Teks Iklan Arab Dalam Video Youtube Putri Humairoh; Zaki Muhammad Fathullah; Wati Susiawati; Mauidlotun Nisa'
An-Nuriyah: Journal of Islamic Technology and Informatics Education Vol. 2 No. 01 (2026): An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education
Publisher : An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji fungsi linguistik kolokasi (al-talāzum al-lafẓī) dalam membangun makna persuasif pada teks iklan digital berbahasa Arab Baku Modern (Modern Standard Arabic). Penelitian-penelitian sebelumnya telah membahas kolokasi dalam kajian leksikologi secara umum, namun kajian yang secara khusus menyoroti peran retoris kolokasi dalam iklan digital berbahasa Arab masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengisi kekosongan tersebut dengan menelaah bagaimana pola-pola kolokasi berkontribusi terhadap kejelasan pesan, pembentukan identitas merek, resonansi budaya, serta daya tarik emosional. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menganalisis empat iklan digital berbahasa Arab yang dipilih secara purposif, berdasarkan teori kolokasi Sinclair serta teori kohesi leksikal Halliday dan Hasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolokasi memiliki tiga fungsi utama, yaitu: (1) memperkuat citra merek melalui makna asosiatif yang positif, (2) meningkatkan kohesi dan koherensi teks, serta (3) memperkuat daya persuasif melalui pemilihan leksikal yang konotatif dan efektivitas bahasa dalam teks iklan digital berbahasa Arab. Kolokasi dipahami sebagai gabungan kata-kata yang sering muncul secara berdampingan dan membentuk makna konvensional yang kuat, sehingga mampu memengaruhi persepsi khalayak. Sampel penelitian terdiri atas empat iklan digital berbahasa Arab Baku (fuṣḥā) yang dipilih secara purposif karena menampilkan penggunaan kolokasi secara jelas dalam membangun citra merek. Data dianalisis secara kualitatif dengan pendekatan linguistik deskriptif untuk mengungkap peran kolokasi dalam meningkatkan pesan persuasif dalam iklan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kolokasi berkontribusi signifikan terhadap efektivitas bahasa dengan memperkuat citra merek, membangun keterlibatan emosional, serta meningkatkan kredibilitas pesan iklan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kolokasi memainkan peran penting dalam meningkatkan daya persuasif iklan digital berbahasa Arab sehingga menjadi lebih menarik dan berdampak bagi audiens.
HIPERBOLA DAN NARASI BENCANA ALAM: STUDI SURAH AL-ZALZALAH Ainatus Syifa; Nabila Miftahul Husna; Hafiz Abdillah; Wati Susiawati; Mauidlotun Nisa'
Ihya al-Arabiyah: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/ihya.v12i1.27793

Abstract

This study examines the use of hyperbolic language (mubalaghah) within the linguistic structure of the Qur’an and how such stylistic devices represent natural disaster phenomena occurring in Aceh, North Sumatra, and West Sumatra, as well as their connection to the cataclysmic earthquake of the Day of Judgment as depicted in Surah Al-Zalzalah. Hyperbole functions to emphasize meaning through deliberately exaggerated rhetorical expressions that evoke emotional, spiritual, and persuasive effects on the reader. This study outlines the concept of hyperbole in the science of balaghah, the forms that appear in Surah Al-Zalzalah, and the analysis of their rhetorical functions based on both classical and contemporary tafsir. The findings show that the use of hyperbole in Surah Al-Zalzalah not only enhances the aesthetic dimension of the Qur’anic language but also presents a powerful representation of natural disasters as a theological warning about the tremendous severity of the Day of Recompense. Thus, hyperbole serves as a bridge between the literary beauty of the Qur’an and the profound conveyance of its eschatological message.