Darmawati Manda
Manajemen, Universitas Bosowa

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DIGITAL MARKETING BAGI KELOMPOK TANI HUTAN MANGRUVE DALAM MEMPROMOSIKAN EKOWISATA DAERAH PESISIR Darmawati Manda; Andi Tenri Sose; Kamran Aksa; Syahril Idris
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v%vi%i.35711

Abstract

Abstrak: Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas Kelompok Tani Hutan Mangrove Monro Monro dalam memanfaatkan digital marketing untuk mempromosikan potensi ekowisata pesisir berbasis mangrove. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya kemampuan pemasaran digital dan belum optimalnya pemanfaatan teknologi dalam promosi wisata. Tujuan kegiatan ini adalah memperkuat soft skill dan hard skill anggota KTH dalam manajemen promosi digital, pembuatan konten, dan branding ekowisata. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta keberlanjutan program dengan melibatkan 15 anggota kelompok tani hutan mangrove. Teknologi yang diterapkan mencakup Sistem Informasi Mangrove berbasis Website, SEO & Digital Marketing Tools, Media Sosial Instagram, Reservasi Online berbasis WhatsApp Business, serta Software Monitoring Pengunjung berbasis Kamera. Evaluasi dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis SWOT dan GAP. Analisis SWOT digunakan untuk menilai kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam pelaksanaan program, sedangkan analisis GAP bertujuan mengidentifikasi kesenjangan antara kondisi kemampuan peserta sebelum dan sesudah pelatihan. Penggunaan kedua metode ini untuk menilai efektivitas kegiatan serta mengukur peningkatan keterampilan (soft skill dan hard skill) anggota kelompok secara komprehensif. Hasil menunjukkan peningkatan soft skill sebesar 75%, hard skill sebesar 70%, serta nilai ekonomis kelompok meningkat 55% melalui peningkatan kunjungan wisata dan penjualan produk olahan mangrove.Abstract: This community service program aims to increase the capacity of the Monro Monro Mangrove Forest Farmers Group in utilizing digital marketing to promote the potential of mangrove-based coastal ecotourism. The main problems faced by partners are low digital marketing capabilities and the suboptimal use of technology in tourism promotion. The objective of this activity is to strengthen the soft skills and hard skills of KTH members in digital promotion management, content creation, and ecotourism branding. The implementation method includes socialization, training, technology application, mentoring and evaluation, and program sustainability by involving 15 members of the mangrove forest farmer group. The technologies implemented include a website-based Mangrove Information System, SEO & Digital Marketing Tools, Instagram Social Media, WhatsApp Business-based Online Reservations, and Camera-based Visitor Monitoring Software. The evaluation was conducted using a qualitative approach through SWOT and GAP analysis. The SWOT analysis is used to assess the strengths, weaknesses, opportunities, and threats in program implementation, while the GAP analysis aims to identify gaps between the condition of participants' abilities before and after training. The use of these two methods is to assess the effectiveness of the activity and measure the improvement of group members' skills (soft skills and hard skills) comprehensively. The results showed an increase in soft skills of 75%, hard skills of 70%, and the group's economic value increased by 55% through increased tourist visits and sales of processed mangrove products.
KOMBINASI ARTIFICIAL INTELLIGENCE DAN DRONE DALAM PEMANTAUAN KONDISI TANAMAN KOPI DI LAHAN PERTANIAN Sudirman Sudirman; Hedianto Hedianto; Darmawati Manda
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v%vi%i.33841

Abstract

Abstrak: Penggunaan teknologi dalam pertanian terus berkembang untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh Kelompok Tani Aroma Arabika adalah keterbatasan dalam memantau kondisi tanaman kopi secara efisien di lahan yang luas. Tujuan pengabdian ini adalah mengenalkan dan menerapkan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang terintegrasi dengan drone untuk pemantauan tanaman kopi, meningkatkan keterampilan (hardskill) mitra dalam pengoperasian drone dan sistem AI serta softskill dalam pengelolaan data, analisis informasi, dan pengambilan keputusan berbasis teknologi. Kegiatan ini dilaksanakan bersama Kelompok Tani Kopi Jenetallasa yang beranggotakan 23 orang dan berdomisili di Desa Jenetallasa, Kabupaten Jeneponto, melalui beberapa tahapan: sosialisasi program, pelatihan penggunaan drone dan sistem AI, implementasi teknologi di lapangan, pendampingan intensif, evaluasi, serta penyusunan rencana keberlanjutan program. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner dan observasi dengan pendekatan kualitatif menggunakan analisis SWOT dan analisis GAP. Hasil menunjukkan adanya peningkatan keterampilan anggota kelompok, yaitu 78% peningkatan softskill dan hardskill, serta peningkatan efisiensi pemantauan lahan yang berdampak pada kenaikan nilai ekonomis hingga 35%. Program ini mendorong petani untuk lebih adaptif terhadap teknologi dan membuka peluang pengembangan pertanian berbasis digital.Abstract: The use of technology in agriculture continues to evolve to increase productivity and efficiency. One of the challenges faced by the Aroma Arabica Farmers Group is the limited ability to efficiently monitor coffee crop conditions across large areas. The purpose of this community service is to introduce and implement Artificial Intelligence (AI) technology integrated with drones for coffee crop monitoring, while simultaneously improving partners' hard skills in operating drones and AI systems, as well as soft skills in data management, information analysis, and technology-based decision-making. This activity was carried out with the Jenetallasa Coffee Farmers Group, which has 23 members and is domiciled in Jenetallasa Village, Jeneponto Regency, through several stages: program socialization, training on drone and AI system use, technology implementation in the field, intensive mentoring, evaluation, and preparation of a program sustainability plan. The evaluation was conducted through questionnaires and observations with a qualitative approach using SWOT analysis and GAP analysis. The results showed an increase in group members' skills, namely a 78% increase in soft skills and hard skills, as well as an increase in land monitoring efficiency that has an impact on increasing economic value of up to 35%. This program encourages farmers to be more adaptive to technology and opens up opportunities for digital-based agricultural development.