Ima Aryani
Pendidikan Biologi, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA DALAM PENGOLAHAN SAMPAH MAKANAN (FOOD WASTE) MENJADI PAKAN IKAN Windi Wulandari; Rezania Asyfiradayati; Ima Aryani; Fairus El Had; Inessima Addhabie
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35919

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh penumpukan sampah makanan di Desa Gajahan yang memerlukan penanganan berupa pemanfaatan teknologi terapan dalam pengolahan sampah sisa makanan. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan keterampilan tambahan terkait pengolahan sampah makanan menjadi pakan ikan mandiri yang bernilai guna. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini terdiri dari tiga tahapan utama, yaitu tahapan persiapan, pelaksanaan dan evaluasi dengan sasaran Kelompok Warga Tani (KWT) dan kelompok perikanan Mina Mandiri Desa Gajahan sebanyak 30 orang. Pemantauan kemandirian produksi dilakukan guna melihat keberlanjutan dalam produksi pakan secara mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari peserta dan keberhasilan dalam penguasaan keterampilan, yang dievaluasi berdasarkan observasi partisipasi aktif peserta selama pelatihan dan penilaian praktik langsung. Selain itu, uji coba pakan ikan menunjukkan hasil positif. Keberhasilan ini diukur melalui observasi kualitatif terhadap tingkat penerimaan pakan, di mana ikan menunjukkan respon positif dan mau mengonsumsi pakan yang diberikan sesuai jadwal makan rutin. Secara keseluruhan program ini berhasil memberikan solusi pengolahan limbah sekaligus peningkatan ekonomi melalui produksi pakan secara mandiri.Abstract: This community service activity was motivated by the accumulation of food waste in Gajahan Village, which required treatment in the form of applied technology in food waste management. The objective of this community service activity was to provide additional skills related to processing food waste into useful fish feed. The method used in this community service activity consisted of three main stages, namely the preparation, implementation, and evaluation stages, targeting the Farmer Group and the Mina Mandiri fishing group in Gajahan Village, totaling 30 people. Production independence was monitored to observe the sustainability of independent feed production. The result of the activity showed high enthusiasm from the participants and success in mastering the skills, which was evaluated based on observation of active participant involvement during the training and direct practical assessment. Furthermore, the fish feeding trial demonstrated positive result. This success was measured through qualitative observation of the feed acceptance level, where the fish showed a positive response and willingly consumed the feed given according to the regular feeding schedule. Overall, the program successfully provided a solution for waste management while simultaneously boosting the economy through independent feed production.
PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA BERBASIS KOMUNITAS MELALUI PENDIRIAN BANK SAMPAH Windi Wulandari; Dwi Astuti; Kusuma Estu Werdani; Rezania Asyfiradayati; Ima Aryani; Salsabila Purnamasari; Athania Diva Casimira; Jenita Berlian Nindyasari; Widya Kusuma Muslim
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.38288

Abstract

Abstrak: Pengelolaan sampah masih menjadi masalah serius di Indonesia, termasuk di Desa Batan, Boyolali. Keterbatasan fasilitas pemilahan dan sistem pengelolaan sampah di tingkat desa menyebabkan masyarakat masih mengelola sampah secara individu melalui pembakaran, penimbunan, atau pembuangan ke sungai yang berdampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam pengelolaan sampah rumah tangga secara berkelanjutan melalui pendirian bank sampah. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi dengan media powerpoint, Focus Group Discussion (FGD) dan pelatihan praktis. Sasaran dari kegiatan pengabdian ini adalah ibu PKK sebanyak 21 peserta. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan membandingkan hasil antara skor pre-test dan post-test sejumlah 10 soal yang disertai dengan observasi selama sesi pelatihan, indikator keberhasilan dilihat dari adanya peningkatan pengetahuan dan pengurus bank sampah bisa menjalankan tahapan pengelolaan bank sampah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program ini berhasil meningkatkan pengetahuan pengelolaan sampah dengan rata-rata skor meningkat sebesar 13.45%, bersamaan dengan peningkatan kemampuan mitra dalam mengelola bank sampah sebesar 41%. Pendirian bank sampah dan pelatihan ekoenzim menjadi solusi nyata masyarakat bagi permasalahan sampah di Desa Batan.Abstract: Waste management remains a critical challenge in Indonesia, including in Batan Village, Boyolali. The lack of sorting facilities and village-level management systems has led residents to manage waste individually through burning, burying, or disposing of it into rivers, all of which adversely affect health and the environment. This community service initiative aims to enhance the knowledge and skills of partners in sustainable household waste management through the establishment of a waste bank. The methods employed included socialization using PowerPoint presentations, Focus Group Discussions (FGD), and practical training. The target participants were 21 members of the local Family Welfare Movement (PKK). Activity evaluation was conducted by comparing pre-test and post-test scores via a 10-item questionnaire, supplemented by observations during the training sessions. Success indicators were defined by an increase in knowledge and the ability of the waste bank management team to execute operational stages. Results demonstrate that the program successfully improved waste management knowledge, with average scores increasing by 13.45%, alongside a 41% enhancement in the partners' capacity to manage the waste bank. The establishment of the waste bank and eco-enzyme training serve as tangible solutions for the community to address waste-related issues in Batan Village.