Syukur Muhaymin Adang Djaha
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Nusa Cendana

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBERDAYAAN LEMBAGA ADAT DESA MELALUI PENYULUHAN DAN RENCANA AKSI KOMUNITAS DI MALAKA BARAT Ajis Salim Adang Djaha; Syukur Muhaymin Adang Djaha; Ernestus Holivil
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.33152

Abstract

Abstrak: Lembaga adat di wilayah perbatasan menghadapi tantangan serius akibat modernisasi, lemahnya pengakuan formal, dan minimnya kaderisasi. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat dalam penguatan lembaga adat di Desa Lasaen, Kecamatan Malaka Barat, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan dilaksanakan melalui metode penyuluhan, diskusi kelompok, dan penyusunan rencana aksi berbasis komunitas, dengan melibatkan 30 peserta yang terdiri dari tokoh adat, perangkat desa, pemuda, dan masyarakat umum. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, serta survei kepuasan peserta. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman: pemahaman eksistensi masyarakat hukum adat naik dari 60% menjadi 83%, kesadaran terhadap ancaman meningkat dari 70% ke 87%, partisipasi aktif naik dari 71% menjadi 93%, dan kemampuan menyusun rencana aksi meningkat dari 72% ke 94%. Survei kepuasan juga menunjukkan bahwa 100% peserta puas terhadap pelatihan, terutama dari aspek metode pengajaran dan relevansi materi.Abstract: Customary institutions in border areas face serious challenges due to modernization, weak formal recognition, and lack of regeneration. This community service aimed to enhance public understanding and participation in strengthening customary institutions in Lasaen Village, Malaka Barat District, East Nusa Tenggara. Activities included counseling, group discussions, and community-based action planning, involving 30 participants comprising traditional leaders, village officials, youth, and local residents. Evaluation was conducted using pre- and post-tests as well as participant satisfaction surveys. Results indicated significant improvement: understanding of customary law communities increased from 60% to 83%, awareness of threats rose from 70% to 87%, active participation improved from 71% to 93%, and action plan formulation skills increased from 72% to 94%. Satisfaction surveys revealed that 100% of participants were satisfied with the training, particularly regarding teaching methods and content relevance.
PENGUATAN KAPASITAS PEMERINTAH DESA WEULUN MELALUI OPTIMALISASI PROFIL DESA Belandina Liliana Long; Ernestus Holivil; Syukur Muhaymin Adang Djaha; Mariayani Oktafiana Rene; Theny I. B. K Pah; Delila A. N. Seran; Made N. D. Andayana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.34907

Abstract

Abstrak: Pengelolaan data melalui Profil Desa masih menjadi tantangan bagi banyak pemerintah desa, termasuk Desa Weeulun, akibat keterbatasan kapasitas aparatur dan minimnya keterampilan teknis. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas pemerintah desa dalam optimalisasi Profil Desa sebagai instrumen strategis perencanaan pembangunan, serta meningkatkan komunikasi, kolaborasi, pemecahan masalah (soft skill) dan pengisian, analisis, dan pemanfaatan data (hard skill). Metode meliputi sosialisasi, ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan praktik pengisian data dengan 20 peserta. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test berisi 10 pertanyaan serta survei kepuasan berbasis Likert. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman dasar 26%, keterampilan teknis 16%, kemampuan analisis 16%, dan pemanfaatan data 12%. Mayoritas peserta (66,6%) sangat puas. Kegiatan ini berhasil memperkuat kapasitas aparatur melalui peningkatan soft skill dan hard skill serta tata kelola desa berbasis data.Abstract: Village data management through the Village Profile remains a challenge for many local governments, including Weeulun Village, due to limited staff capacity and inadequate technical skills. This community service aims to strengthen village government capacity in optimizing the Village Profile as a strategic tool for development planning while enhancing soft skills (communication, collaboration, problem-solving) and hard skills (data entry, analysis, and utilization). The methods included socialization, interactive lectures, group discussions, and data entry practice involving 20 participants. Evaluation was conducted through pre- and post-tests consisting of 10 questions each, and a Likert-scale satisfaction survey. Results showed improvements in basic understanding (26%), technical skills (16%), analytical ability (16%), and data utilization (12%). Most participants (66.6%) were highly satisfied. This activity successfully strengthened both soft and hard skills of village officials and promoted data-based, transparent, and participatory village governance.