Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Konsep Keadilan dalam Hukum Pidana : Antara Hukum Positif dan Living Law Fitra Ardiansyah; Naufal Rizky Fadhilah; Yardah Annisi Ahdy Sitorus
Jurnal Cendikia ISNU SU Vol. 2 No. 1 (2025): Mei : JCISNU
Publisher : ISNU Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70826/jcisnu.v2i1.787

Abstract

Konsep keadilan dalam hukum pidana di Indonesia menjadi topik yang krusial dalam memahami dinamika penegakan hukum. Dua pendekatan utama, yaitu hukum positif dan living law, menawarkan perspektif yang berbeda dalam mencapai keadilan. Hukum positif berfokus pada kepastian hukum dan penerapan norma yang tertulis, tetapi sering kali mengabaikan konteks sosial dan nilai-nilai masyarakat. Sebaliknya, living law menekankan adanya peraturan yang hidup di suatu lingkup masyarakat, mencakup norma dan praktik yang berkembang seiring waktu, sehingga lebih responsif terhadap kebutuhan dan keadilan substantif. Artikel ini menganalisis berbagai kasus hukum di Indonesia untuk menunjukkan bagaimana kedua pendekatan ini berinteraksi dalam praktik. Dengan menggali contoh-contoh seperti pencurian untuk memenuhi kebutuhan hidup, kekerasan dalam rumah tangga, dan konflik agraria, artikel ini menyoroti tantangan dan peluang yang muncul dalam upaya mencapai keadilan. Ditemukan bahwa integrasi antara hukum negara dan hukum yang hidup di masyarakat dapat menciptakan aturan yang lebih adil, menjembatani kesenjangan antara norma hukum dan realitas sosial. Penelitian ini berimplikasi pada pentingnya mengadopsi pendekatan yang holistik dalam penegakan hukum pidana untuk memastikan keadilan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Konsep Keadilan dalam Hukum Pidana : Antara Hukum Positif dan Living Law Fitra Ardiansyah; Naufal Rizky Fadhilah; Yardah Annisi Ahdy Sitorus
Jurnal Cendikia ISNU SU Vol. 2 No. 1 (2025): Mei : JCISNU
Publisher : ISNU Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70826/jcisnu.v2i1.787

Abstract

Konsep keadilan dalam hukum pidana di Indonesia menjadi topik yang krusial dalam memahami dinamika penegakan hukum. Dua pendekatan utama, yaitu hukum positif dan living law, menawarkan perspektif yang berbeda dalam mencapai keadilan. Hukum positif berfokus pada kepastian hukum dan penerapan norma yang tertulis, tetapi sering kali mengabaikan konteks sosial dan nilai-nilai masyarakat. Sebaliknya, living law menekankan adanya peraturan yang hidup di suatu lingkup masyarakat, mencakup norma dan praktik yang berkembang seiring waktu, sehingga lebih responsif terhadap kebutuhan dan keadilan substantif. Artikel ini menganalisis berbagai kasus hukum di Indonesia untuk menunjukkan bagaimana kedua pendekatan ini berinteraksi dalam praktik. Dengan menggali contoh-contoh seperti pencurian untuk memenuhi kebutuhan hidup, kekerasan dalam rumah tangga, dan konflik agraria, artikel ini menyoroti tantangan dan peluang yang muncul dalam upaya mencapai keadilan. Ditemukan bahwa integrasi antara hukum negara dan hukum yang hidup di masyarakat dapat menciptakan aturan yang lebih adil, menjembatani kesenjangan antara norma hukum dan realitas sosial. Penelitian ini berimplikasi pada pentingnya mengadopsi pendekatan yang holistik dalam penegakan hukum pidana untuk memastikan keadilan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Fiqh Study on Bank Interest and Its Development Fitra Ardiansyah; Syifa Pajastia; Khairil Alfi Syahri
Jurnal Cendikia ISNU SU Vol. 2 No. 3 (2025): Vol.2 No.3 Desember 2025
Publisher : ISNU Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70826/jcisnu.v2i3.941

Abstract

Bank interest is a controversial issue in the study of Islamic jurisprudence, especially in the context of the development of the modern banking system which makes it the main mechanism in conventional economic activities. The majority of classical fiqh scholars view bank interest as a form of riba that is prohibited because it contains additional elements of the principal of the loan that has the potential to cause injustice and exploitation, as affirmed in the Qur'an and hadith. However, some contemporary scholars offer a more contextual approach by taking into account the principles of emergency, benefits, and global economic realities. This study aims to analyze the legal position of bank interest in the perspective of Islamic jurisprudence and examine the development of ijtihad of classical and contemporary scholars in responding to conventional banking practices. The research method used is qualitative research with a literature study approach, through the study of classical fiqh sources, the thoughts of contemporary scholars, and literature related to Islamic economics and finance. The results of the study show that there are different views among scholars regarding the law of bank interest, which reflects the dynamics of ijtihad in responding to changes in the modern economic system. The majority of scholars still prohibit bank interest because of its similarity to riba, while some contemporary scholars provide limited space of abilities on the condition that they are not exploitative and intended for benefit. In conclusion, the fiqh study of bank interest emphasizes the importance of a comprehensive and contextual understanding of sharia principles in modern economic practice, as well as the need to strengthen the Islamic financial system as a fair alternative and in accordance with Islamic values.
DIGITAL BRANDING STRATEGY MSMES FOR SNACKS IN TANJUNG MULIA VILLAGE Nurbaiti; Jeane Agretta Mandalika; Dian Novita Dinata; Ikhwan Rinaldi Lubis; Fitra Ardiansyah
Algebra : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Sains Vol. 5 No. 4 (2025): Algebra : Jurnal Pendidikan Sosial dan Sains
Publisher : Yayasan Amanah Nur Aman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58432/bnnvgz58

Abstract

Digital transformation provides significant opportunities for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) to strengthen their brand identity and expand market reach. This study analyzes the impact of digital transformation on brand identity development of unbranded MSMEs in Tanjung Mulia Village, Langkat Regency. Using a qualitative case study method through interviews, observations, documentation, and focus group discussions, the research focused on Handayani Crispy, a traditional snack business without an official brand. The findings show that digital interventions—such as creating a website, providing digital literacy training, and introducing a consistent brand identity—significantly enhanced product visibility, consumer trust, and the owner’s self-confidence. Consumers responded positively to the branded products, viewing them as more professional and suitable as gifts. However, challenges remain, including limited digital literacy, unstable internet infrastructure, and the owner’s time constraints. This study highlights the importance of integrating digital technology with branding strategies to empower MSMEs in rural areas. Recommendations include continuous digital literacy training, packaging innovation, product diversification, social media utilization, and collaboration with local stakeholders to ensure sustainable digital transformation.