Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendidikan Karakter dalam Novel Kata Karya Rintik Sedu: Kajian Sastra dan Relevansinya dalam Kurikulum Sekolah Intan Indriyani; Sindi Apriliyanti; Muhamad Loudry Prastyo; Abdul Rozak; Andi Sutisno
Aksara Vol 37, No 2 (2025): AKSARA, EDISI DESEMBER 2025
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v37i2.4898.557-566

Abstract

This research aims to explain the values of character education contained in the novel Kata karya Rintik Sedu and its relevance to literary learning at the high school level based on the Independent Curriculum. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. Data was obtained through reading and recording techniques for the text of the novel Kata karya Rintik Sedu. The research instruments include researchers as data collectors and analyzers as well as a categorization sheet of character education values, namely care, hard work, and responsibility. Data were analyzed by qualitative descriptive analysis techniques through the stages of collecting, grouping, and interpreting character education values that appeared in the text. The results of the study show that the novel Kata contains character education values in the form of care, hard work, and responsibility that are implicitly conveyed through the experience and development of the main character. These findings show that the Kata novel has the potential as a literary teaching material that supports the formation of students' character and is relevant to be integrated in literary learning in schools in accordance with the goals of the Independent Curriculum. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menjelaskan nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam novel Kata karya Rintik Sedu serta relevansinya dengan pembelajaran sastra pada jenjang pendidikan menengah atas berdasarkan Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui teknik baca dan catat terhadap teks novel Kata karya Rintik Sedu. Instrumen penelitian meliputi peneliti sebagai pengumpul dan penganalisis data serta lembar kategorisasi nilai-nilai pendidikan karakter, yaitu kepedulian, kerja keras, dan tanggung jawab. Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif melalui tahap pengumpulan, pengelompokan, dan penafsiran nilai-nilai pendidikan karakter yang muncul dalam teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Kata memuat nilai-nilai pendidikan karakter berupa kepedulian, kerja keras, dan tanggung jawab yang disampaikan secara implisit melalui pengalaman dan perkembangan tokoh utama. Temuan ini menunjukkan bahwa novel Kata memiliki potensi sebagai bahan ajar sastra yang mendukung pembentukan karakter peserta didik dan relevan untuk diintegrasikan dalam pembelajaran sastra di sekolah sesuai dengan tujuan Kurikulum Merdeka.
Representasi Ideologi Humanisme dan Kritik Kolonialisme dalam Novel Bumi Manusia Karya Pramoedya Ananta Toer Puad Fatoni; Andi Sutisno; Tri Pujiatna
Khazanah Multidisiplin Vol. 7 No. 2 (2026): Khazanah Multidisiplin
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/kl.v7i2.54385

Abstract

This study aims to examine the ideology of humanism and the critique of colonialism in Bumi Manusia (This Earth of Mankind) by Pramoedya Ananta Toer as a representation of humanitarian consciousness and resistance to colonial oppression. The urgency of this study lies in the importance of utilizing literary works as a medium for character education and the development of historical awareness in the teaching of Indonesian language and literature. Theoretically, this research is grounded in the concept of humanism, which emphasizes human dignity, freedom, and justice, as well as the critique of colonialism, which questions power relations, domination, and the marginalization of colonized peoples. This study employs a descriptive qualitative approach using the content analysis method. The primary data source is the novel Bumi Manusia by Pramoedya Ananta Toer, while the research data consist of narrative excerpts, dialogues, and descriptions that represent the ideology of humanism and the critique of colonialism. Data were collected through literature review and text documentation techniques, and subsequently analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing by relating textual findings to the theoretical framework employed.
Tindak Tutur Slang Bahasa Indonesia dalam Konten Digital Publik Figur dan Idola K-Pop Serta Implikasinya Terhadap Representasi Bahasa Baku Navila Ayuni Kartika; Andi Sutisno; Maya Dewi Kurnia
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 8 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i8.7996

Abstract

Perkembangan YouTube menciptakan interaksi lintas budaya, seperti konten antara publik figur Indonesia dan idola K-Pop. Bahasa yang diajarkan figur publik banyak berupa slang. Penelitian ini bertujuan menggambarkan bentuk tindak tutur slang, menganalisis fungsi pragmatik berdasarkan tindak tutur, mendeskripsikan makna kata slang, serta menjelaskan dampaknya terhadap representasi bahasa baku. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa tuturan lisan dari video YouTube yang menampilkan interaksi anatar publik figur Indonesia dan Idola K-Pop. Teknik pengumpulan data menggunakan simak dan catat. Analisis data dilakukan dengan mengelompokkan tuturan berdasarkan lokusi, ilokusi, perlokusi, makna, dan dampaknya terhadap representasi bahasa baku. Hasil penelitian menunjukkan beragamnya fungsi pragmatik, yaitu deklaratif, direktif, asertif, komisif, dan ekspresif, dengan dampak yang bervariasi terhadap pemahaman penutur asing. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa tindak tutur slang dalam konten tersebut dapat memfasilitasi pemahaman lintas budaya, namun berpotensi menimbulkan kesalahpahaman jika tanpa konteks yang jelas, sehingga penggunaannya harus disertai penjelasan agar efektif bagi penutur asing.