Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Resitusi Tanah yang Dikuasai Negara untuk Kepentingan Proyek Kawasan Inti Pusat Pemerintah Ibu Kota Nusantara dalam Perseptif Hak Asasi Manusia Arief Kurniawan; Siti Saniah; Ongky Almus
Mahkamah : Jurnal Riset Ilmu Hukum Vol. 3 No. 1 (2026): Januari : Mahkamah : Jurnal Riset Ilmu Hukum
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/mahkamah.v3i1.1408

Abstract

The development of the Central Government Core Area (KIPP) of the Capital City of Nusantara (IKN) is a national strategic project that has significant implications, particularly in relation to state control/domination of land. The relocation of the national capital to the Capital City of Nusantara (IKN) has become a strategic agenda of the Indonesian government, which aims to realize equitable development and a new administrative center in Indonesia (Law Number 3 of 2022 concerning the National Capital) and has an impact on all aspects of the lives of indigenous peoples in the IKN Nusantara region, particularly in the field of land. However, this project raises serious issues related to state control of land, especially in terms of the rights of the surrounding communities whose land is affected by the Development of the Central Government Area of the Capital City of Nusantara (KIPP IKN). Land restitution is a central issue because it concerns the guarantee of human rights, particularly the right to ownership, access to land, and social justice (Satjipto Rahardjo, Hukum dan Masyarakat [Law and Society] (Bandung: Alumni, 2000). This study analyzes how land restitution in the KIPP IKN development project is viewed from a human rights perspective, emphasizing the need for a balance between national development interests and the protection of citizens' rights.
TRADISI BAU NYALE: KEARIFAN LOKAL YANG TETAP HIDUP DI ERA MODERN Widiyanti widi; Siti Saniah; Dian Astuti; Duwiq Wahyu Febrianti; Yuliana Zahraini; Hamidsyukrie ZM; Jepri Utomo
Journal of Social Education Sasambo Vol 3 No 4 (2025): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/socedsasambo.v3i4.9791

Abstract

ABSTRAK Tradisi bau nyale merupakan salah satu warisan budaya masyarakat suku sasak di Lombok Tengah yang memiliki nilai spiritual, sejarah, dan budaya yang mendalam. Tradisi ini dilakukan secara rutin setiap tahun dengan tujuan untuk menghormati legenda Putri Mandalika, simbol pengorbanan dan keberkahan. Dalam perkembangannya, bau nyale tidak hanya berfungsi sebagai ritual keagamaan, tetapi juga menjadi atraksi wisata yang menarik perhatian ribuan pengunjung local maupun internasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literature (studi pustaka) untuk menggambarkan dinamika keberlanjutan tradisi bau nyale di tengah arus modernisasi serta upaya menjaga keaslian dan maknanya agar tetap relevan di era modern. Data dikumpulkan melalui sumber pustaka seperti buku, jurnal ilmiah, artikel, tesis, dan sumber terpercaya lainnya yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi bau nyale mengahdapi pergeseran makna dari yang sacral menjadi lebih profane dan konsumtif, upaya pelestarian melalui pendidikan dan promosi budaya mampu mempertahankan esensi nilai-nilai spiritual dan simbolik dari tradisi bau nyale. Selain itu, integrasi nilai-nilai lokal ke dalam pendidikan dan kegiatan budaya menjadi strategi penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi ini di era modern.
DEKONSTRUKSI MAKNA BAHASA DALAM TRADISI KEAGAMAAN WETU TELU MASYARAKAT BAYAN Wahyu Firman Agil; Siti Saniah; Sri Wahyuni; Sukma Maulida Afriani; Ulfi Kamalia; Hamidsyukrie ZM; Agung Firmansyah
Journal of Social Education Sasambo Vol 3 No 03 (2025): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/socedsasambo.v3i03.9806

Abstract

Penelitian ini mengkaji makna bahasa adat Bayan dalam tradisi keagamaan Wetu Telu masyarakat Lombok Utara menggunakan pendekatan etnografi linguistik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi linguistik untuk memahami bagaimana bahasa adat digunakan dalam aspek sosial dan budaya. Data diperoleh dari wawancara dengan tokoh adat, dan masyarakat setempat, serta melalui pengamatan atau observasi langsung di lokasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa adat Bayan tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai simbol identitas budaya yang menyimpan makna spiritual, kosmologis, dan filosofis terkait hubungan manusia dengan Tuhan, alam, dan leluhur. Wetu Telu sendiri lebih dari sekadar praktik ritual, melainkan mencerminkan sistem kepercayaan yang kompleks dan bernilai tinggi. Namun, pengaruh modernisasi dan minimnya penggunaan bahasa adat berpotensi mengikis warisan budaya ini. Oleh karena itu, pelestarian bahasa dan pemahaman mendalam terhadap makna simboliknya sangat penting untuk menjaga keberlanjutan identitas budaya masyarakat Bayan di tengah dinamika zaman.