Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PERAN SISTEM KEKERABATAN DALAM PEMBENTUKAN POLA PERMUKIMAN SUKU BAYAN DI LOMBOK UTARA Yuliana Zahraini; Yulianti Saputri; Yennysa Puspita Dewi; Ahmad Dianul Hayezi; Yusni Febrian; Agung Firmansyah; Hamidsyukrie ZM
Journal of Social Education Sasambo Vol 3 No 03 (2025): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/socedsasambo.v3i03.9804

Abstract

Suku Bayan yang berada di wilayah Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, dikenal dengan budaya dan tradisi yang kaya serta sistem kekerabatan yang kuat. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran sistem kekerabatan dalam pembentukan pola organisasi suku Bayan dan pengaruhnya terhadap kehidupan sosial dan budaya mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem kekerabatan suku Bayan, yang didasarkan pada prinsip patrilineal, mempengaruhi struktur keluarga dan komunitas, serta pola organisasi yang dibangun di lokasi strategis. Keluarga-keluarga yang saling berhubungan kekerabatan menciptakan jaringan sosial yang solid, yang mendukung interaksi sosial dan pengelolaan sumber daya. Implikasi sosial dan budaya dari pola organisasi ini menciptakan rasa solidaritas dan tanggung jawab bersama, serta memudahkan pelestarian tradisi dan nilai-nilai budaya. Kesimpulannya, pemahaman tentang sistem kekerabatan dan pola organisasi sangat penting untuk menjaga kelangsungan kehidupan sosial dan budaya suku Bayan di masa depan.
Easy Steps to Build a Digital Business Showcase by Creating a Simple Website Nasirul Haq, Muhammad; Khalisah Hasna Naila Shifa; Agung Firmansyah; Fadli Indra Guci; Rully Mujiastuti; Sitti Nurbaya Ambo; Popy Meilina; Yana Adharani; Nurvelly Rosanti; Sukmawandana Gilang Nurmawan
Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Maret
Publisher : Edumedia Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55824/ydged593

Abstract

The digital divide phenomenon in the era of the Industrial Revolution 4.0 remains a major barrier to the growth of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). Many business actors still rely on manual showcases or social media platforms that are vulnerable to algorithm changes. This community service activity aims to provide a solution through a Webinar and Workshop program entitled “Rakit Etalase Digitalmu,” which introduces websites as professional and independent digital showcases. The program was implemented in two stages: community education (webinar) and technical training (workshop) covering basic HTML, CSS, and JavaScript. Evaluation through pre-tests and post-tests showed an average correct response rate of 86% in the pre-test and 82% in the post-test, which does not yet indicate a quantitative improvement, although participants’ understanding remained in the good category. Feedback results revealed a high level of participant satisfaction, with an average rating of approximately 4.2 out of 5, and demonstrated meaningful gains in knowledge and experience in developing websites as digital showcases for MSMEs.
Transformasi Perilaku Sosial Gen Z Akibat Media Sosial TikTok Di Desa Setanggor, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur Nurmayanti, Nurmayanti; Sumitro; Agung Firmansyah
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/dtcrmg29

Abstract

TikTok telah menjadi salah satu media sosial yang paling dominan digunakan oleh Generasi Z dan terbukti membawa perubahan signifikan terhadap perilaku sosial penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk transformasi perilaku sosial Gen Z akibat media sosial TikTok serta faktor-faktor yang mempengaruhinya di Desa Setanggor, Kabupaten Lombok Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus yang melibatkan 15 partisipan, terdiri atas 10 subjek Gen Z berusia 15-22 tahun dan 5 informan pendukung, yang dipilih melalui teknik purposive sampling dan dikembangkan dengan snowball sampling. Data dikumpulkan melalui observasi partisipasi pasif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman serta diinterpretasikan melalui teori Interaksionisme Simbolik George Herbert Mead untuk memahami proses pembentukan makna di balik perilaku sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan TikTok mendorong tiga bentuk transformasi perilaku sosial. Pertama, terjadi pergeseran pola interaksi sosial yang semakin berorientasi pada komunikasi digital, di mana waktu kebersamaan fisik justru diisi dengan aktivitas individual di TikTok. Kedua, terjadi perubahan nilai dan norma sosial melalui adopsi bahasa gaul viral serta tren yang berkembang di media sosial, yang secara bertahap mulai menggeser etika komunikasi dan tata krama lokal masyarakat Sasak. Ketiga, terjadi perubahan pola konsumsi yang dipengaruhi oleh konten viral, di mana keputusan membeli tidak lagi semata-mata didasarkan pada kebutuhan melainkan juga dorongan mengikuti tren. Transformasi tersebut dipengaruhi oleh faktor internal berupa kebutuhan eksistensi diri, motivasi, dan Fear of Missing Out (FoMO), serta faktor eksternal berupa lingkungan keluarga, pengaruh teman sebaya, algoritma, dan tren di TikTok. Secara teoretis, temuan ini memperkuat relevansi teori Interaksionisme Simbolik Mead dalam menjelaskan bagaimana simbol-simbol digital dimaknai dan diinternalisasi menjadi perilaku sosial baru. Temuan penelitian menunjukkan bahwa TikTok tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga menjadi ruang sosial digital yang berperan sebagai agen sosialisasi baru yang membentuk perilaku sosial Gen Z, bahkan di masyarakat pedesaan yang masih kental dengan nilai-nilai budaya lokal.
DEKONSTRUKSI MAKNA BAHASA DALAM TRADISI KEAGAMAAN WETU TELU MASYARAKAT BAYAN Wahyu Firman Agil; Siti Saniah; Sri Wahyuni; Sukma Maulida Afriani; Ulfi Kamalia; Hamidsyukrie ZM; Agung Firmansyah
Journal of Social Education Sasambo Vol 3 No 03 (2025): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/socedsasambo.v3i03.9806

Abstract

Penelitian ini mengkaji makna bahasa adat Bayan dalam tradisi keagamaan Wetu Telu masyarakat Lombok Utara menggunakan pendekatan etnografi linguistik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi linguistik untuk memahami bagaimana bahasa adat digunakan dalam aspek sosial dan budaya. Data diperoleh dari wawancara dengan tokoh adat, dan masyarakat setempat, serta melalui pengamatan atau observasi langsung di lokasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa adat Bayan tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai simbol identitas budaya yang menyimpan makna spiritual, kosmologis, dan filosofis terkait hubungan manusia dengan Tuhan, alam, dan leluhur. Wetu Telu sendiri lebih dari sekadar praktik ritual, melainkan mencerminkan sistem kepercayaan yang kompleks dan bernilai tinggi. Namun, pengaruh modernisasi dan minimnya penggunaan bahasa adat berpotensi mengikis warisan budaya ini. Oleh karena itu, pelestarian bahasa dan pemahaman mendalam terhadap makna simboliknya sangat penting untuk menjaga keberlanjutan identitas budaya masyarakat Bayan di tengah dinamika zaman.
Peningkatan Kesadaran Keamanan Data dan Jaringan Melalui Webinar dan Workshop Luqman Ali Dinul Ramadhan; Agung Firmansyah; Muhammad Kamal Ibrahim; Muhammad Bilal Taqwa; Muhammad Azril Naufal Shadiq; Muhammad Jihan Maulana Zuhri; Popy Meilina; Rita Dewi Risanty; Yana Adharani; Sitti Nurbaya Ambo; Hendra; Rully Mujiastuti
KENDURI : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): May-August
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/kenduri.v6i2.2798

Abstract

Public Wi-Fi users in Indonesia remain largely unaware of how easily unencrypted traffic exposes their login credentials, a gap that has enabled data theft and fraudulent online loan applications filed under stolen identities. This community service activity, part of the KKN Diseminasi Magang dan Studi Independen Bersertifikat Batch 10 program, aimed to raise data and network security awareness among students and teachers from three partner schools, SMA Dewan Dakwah Bekasi, MTsN 24 Jakarta Timur, and SMK Perguruan Cikini Jakarta, along with the general public. The team carried out four stages: a needs analysis of the partner schools, preparation of teaching materials and event administration, a one-day online webinar and workshop held via Zoom on 27 June 2026, and an evaluation using pre-test, post-test, and feedback instruments. Of 98 registrants, 53 participants completed the full session. Material covered network threats, the HTTP/HTTPS distinction, encryption and hashing, public-network attack techniques, a Wireshark-based sniffing demonstration, Have I Been Pwned checks, and two-step verification. Average scores rose from 82.68 before the session to 93.45 afterward, a gain of 10.77 points, while feedback showed most participants rated the material's relevance and delivery highly. These results indicate that pairing conceptual explanation with hands-on demonstration measurably improved participants' understanding of public network security risks.
ANALISIS KEMAMPUAN KEUANGAN DAERAH PEMERINTAH KABUPATEN SEMARANG TAHUN ANGGARAN 2019-2020 Agung Firmansyah
Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang Vol. 4 No. 2 (2022): Desember: Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sinov.v4i2.335

Abstract

Otonomi daerah adalah kewenangan daerah dalam mengatur dan mengelola secara penuh kepemilikan sumber daya yang dimilkinya. Kondisi pengelolaan keuangan daerah Kabupaten Semarang oleh Badan Keuangan Daerah Kabupaten Semarang belum dilakukan adanya standar atau acuan kapan suatu daerah dikatakan mandiri, efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kemampuan keuangan daerah Kabupaten Semarang Tahun Anggaran 2019 sampai 2020. Penelitian ini menggunakan analisis rasio keuangan yaitu rasio kemampuan keuangan (Derajat Desentralisasi Fiskal), rasio efektivitas keuangan, rasio efisiensi keuangan dan rasio kemandirian keuangan. Hasil penelitian menyatakan Kemampuan keuangan daerah Kabupaten Semarang Tahun Anggaran 2019-2020 berdasarkan analisis rasio keuangan memiliki efektivitas keuangan kategori Sangat Efektif dengan mengalami kenaikan sebesar 5,85%. Efisiensi keuangan Kabupaten Semarang termasuk kategori kurang efisien dengan tingkat efisiensi mencapai > 100%. Kemandirian keuangan daerah Kabupaten Semarang  mengalami peningkatan sebesar 3,96% dan menunjukkan pola hubungan Konstruktif. Sedangkan kemampuan keuangan daerah Kabupaten Semarang Tahun Anggaran 2019-2020 berdasarkan analisis Derajat Desentralisasi Fiskal terjadi peningkatan kemampuan keuangan sebesar 1,47%.