Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Hubungan Asosiasi Antara Daerah Asal Mahasiswa Dalam Keaktifan Berorganisasi Di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Muhammad Ibnu Dzikraa F; Imelda Khairunnisa; Fadila Salva Swastika; Agung Firmansyah; Roffif Robbani
Journal of Creative Student Research Vol. 1 No. 5 (2023): Oktober : Journal of Creative Student Research
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jcsrpolitama.v1i5.2705

Abstract

In simple terms, an organization can be defined as a unit that serves as a container or means to achieve various goals or objectives. It has many components that underlie it, including many people, work relationships, job specialization, and rational awareness of members according to their respective abilities and specializations. However, student activity in organizations is influenced by the origin of the students because each region has different cultural values. The origin of students determines the choice of organizations and organizational activity followed. This study aims to determine whether there is a relationship between the origin of students and organizational activity on the campus of Sultan Ageng Tirtayasa University. This research uses a questionnaire research method using Google Forms. The population subjects in this study were all students of Sultan Ageng Tirtayasa University by taking a sample of 56 students. Data collection techniques used multiple-choice questions consisting of only 2 valid and reliable questions.
PERAN SISTEM KEKERABATAN DALAM PEMBENTUKAN POLA PERMUKIMAN SUKU BAYAN DI LOMBOK UTARA Yuliana Zahraini; Yulianti Saputri; Yennysa Puspita Dewi; Ahmad Dianul Hayezi; Yusni Febrian; Agung Firmansyah; Hamidsyukrie ZM
Journal of Social Education Sasambo Vol 3 No 03 (2025): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/socedsasambo.v3i03.9804

Abstract

Suku Bayan yang berada di wilayah Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, dikenal dengan budaya dan tradisi yang kaya serta sistem kekerabatan yang kuat. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran sistem kekerabatan dalam pembentukan pola organisasi suku Bayan dan pengaruhnya terhadap kehidupan sosial dan budaya mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem kekerabatan suku Bayan, yang didasarkan pada prinsip patrilineal, mempengaruhi struktur keluarga dan komunitas, serta pola organisasi yang dibangun di lokasi strategis. Keluarga-keluarga yang saling berhubungan kekerabatan menciptakan jaringan sosial yang solid, yang mendukung interaksi sosial dan pengelolaan sumber daya. Implikasi sosial dan budaya dari pola organisasi ini menciptakan rasa solidaritas dan tanggung jawab bersama, serta memudahkan pelestarian tradisi dan nilai-nilai budaya. Kesimpulannya, pemahaman tentang sistem kekerabatan dan pola organisasi sangat penting untuk menjaga kelangsungan kehidupan sosial dan budaya suku Bayan di masa depan.
Easy Steps to Build a Digital Business Showcase by Creating a Simple Website Nasirul Haq, Muhammad; Khalisah Hasna Naila Shifa; Agung Firmansyah; Fadli Indra Guci; Rully Mujiastuti; Sitti Nurbaya Ambo; Popy Meilina; Yana Adharani; Nurvelly Rosanti; Sukmawandana Gilang Nurmawan
Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Maret
Publisher : Edumedia Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55824/ydged593

Abstract

The digital divide phenomenon in the era of the Industrial Revolution 4.0 remains a major barrier to the growth of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). Many business actors still rely on manual showcases or social media platforms that are vulnerable to algorithm changes. This community service activity aims to provide a solution through a Webinar and Workshop program entitled “Rakit Etalase Digitalmu,” which introduces websites as professional and independent digital showcases. The program was implemented in two stages: community education (webinar) and technical training (workshop) covering basic HTML, CSS, and JavaScript. Evaluation through pre-tests and post-tests showed an average correct response rate of 86% in the pre-test and 82% in the post-test, which does not yet indicate a quantitative improvement, although participants’ understanding remained in the good category. Feedback results revealed a high level of participant satisfaction, with an average rating of approximately 4.2 out of 5, and demonstrated meaningful gains in knowledge and experience in developing websites as digital showcases for MSMEs.
Transformasi Perilaku Sosial Gen Z Akibat Media Sosial TikTok Di Desa Setanggor, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur Nurmayanti, Nurmayanti; Sumitro; Agung Firmansyah
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/dtcrmg29

Abstract

TikTok telah menjadi salah satu media sosial yang paling dominan digunakan oleh Generasi Z dan terbukti membawa perubahan signifikan terhadap perilaku sosial penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk transformasi perilaku sosial Gen Z akibat media sosial TikTok serta faktor-faktor yang mempengaruhinya di Desa Setanggor, Kabupaten Lombok Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus yang melibatkan 15 partisipan, terdiri atas 10 subjek Gen Z berusia 15-22 tahun dan 5 informan pendukung, yang dipilih melalui teknik purposive sampling dan dikembangkan dengan snowball sampling. Data dikumpulkan melalui observasi partisipasi pasif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman serta diinterpretasikan melalui teori Interaksionisme Simbolik George Herbert Mead untuk memahami proses pembentukan makna di balik perilaku sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan TikTok mendorong tiga bentuk transformasi perilaku sosial. Pertama, terjadi pergeseran pola interaksi sosial yang semakin berorientasi pada komunikasi digital, di mana waktu kebersamaan fisik justru diisi dengan aktivitas individual di TikTok. Kedua, terjadi perubahan nilai dan norma sosial melalui adopsi bahasa gaul viral serta tren yang berkembang di media sosial, yang secara bertahap mulai menggeser etika komunikasi dan tata krama lokal masyarakat Sasak. Ketiga, terjadi perubahan pola konsumsi yang dipengaruhi oleh konten viral, di mana keputusan membeli tidak lagi semata-mata didasarkan pada kebutuhan melainkan juga dorongan mengikuti tren. Transformasi tersebut dipengaruhi oleh faktor internal berupa kebutuhan eksistensi diri, motivasi, dan Fear of Missing Out (FoMO), serta faktor eksternal berupa lingkungan keluarga, pengaruh teman sebaya, algoritma, dan tren di TikTok. Secara teoretis, temuan ini memperkuat relevansi teori Interaksionisme Simbolik Mead dalam menjelaskan bagaimana simbol-simbol digital dimaknai dan diinternalisasi menjadi perilaku sosial baru. Temuan penelitian menunjukkan bahwa TikTok tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga menjadi ruang sosial digital yang berperan sebagai agen sosialisasi baru yang membentuk perilaku sosial Gen Z, bahkan di masyarakat pedesaan yang masih kental dengan nilai-nilai budaya lokal.
DEKONSTRUKSI MAKNA BAHASA DALAM TRADISI KEAGAMAAN WETU TELU MASYARAKAT BAYAN Wahyu Firman Agil; Siti Saniah; Sri Wahyuni; Sukma Maulida Afriani; Ulfi Kamalia; Hamidsyukrie ZM; Agung Firmansyah
Journal of Social Education Sasambo Vol 3 No 03 (2025): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/socedsasambo.v3i03.9806

Abstract

Penelitian ini mengkaji makna bahasa adat Bayan dalam tradisi keagamaan Wetu Telu masyarakat Lombok Utara menggunakan pendekatan etnografi linguistik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi linguistik untuk memahami bagaimana bahasa adat digunakan dalam aspek sosial dan budaya. Data diperoleh dari wawancara dengan tokoh adat, dan masyarakat setempat, serta melalui pengamatan atau observasi langsung di lokasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa adat Bayan tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai simbol identitas budaya yang menyimpan makna spiritual, kosmologis, dan filosofis terkait hubungan manusia dengan Tuhan, alam, dan leluhur. Wetu Telu sendiri lebih dari sekadar praktik ritual, melainkan mencerminkan sistem kepercayaan yang kompleks dan bernilai tinggi. Namun, pengaruh modernisasi dan minimnya penggunaan bahasa adat berpotensi mengikis warisan budaya ini. Oleh karena itu, pelestarian bahasa dan pemahaman mendalam terhadap makna simboliknya sangat penting untuk menjaga keberlanjutan identitas budaya masyarakat Bayan di tengah dinamika zaman.