Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Optimalisasi Potensi Lokal Desa Basseang melalui Inovasi Produk Saus Cabai dan Digital Marketing Nursyawal Nacing; Wilda Widiawati; Cennawati Cennawati
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v5i3.7831

Abstract

Leveraging local village potential through product innovation and digital marketing strategies is a strategic approach to supporting the economic independence of rural communities. This Community Service Program (PKM) aims to optimize the abundant chili commodities in Basseang Village by developing innovative chili sauce products based on local potential. This program is implemented through a participatory approach involving the "Harapan Baru" farmer group in a series of training and mentoring activities. The training includes processing harvested products into ready-to-sell products, packaging with attractive designs and branding, and utilizing social media as a digital marketing tool. The main objective of this activity is to increase community capacity in the technical aspects of production and promotion, as well as to create superior local products that are competitive in the wider market. The results of the activity show that the community is able to improve their skills in processing and marketing products more effectively. The innovative chili sauce has a distinctive flavor and is attractively packaged, making it popular in both local and online markets. Furthermore, the use of social media such as Instagram and WhatsApp Business provides broader and more efficient distribution access than conventional methods. Conceptually, this activity demonstrates that the integration of product innovation and digital marketing can overcome the limitations of traditional distribution and create added value for the village-based economy. This program is expected to become an empowerment model that can be replicated in other villages with similar commodity potential. Recommendations from this activity emphasize the importance of ongoing support from local governments, academics, and the private sector to ensure sustainability, develop community capacity, and systematically and sustainably expand the program's impact to other areas.
Implementasi Inovasi Trichokompos untuk Meningkatkan Kesehatan Tanah dan Produktivitas Pertanian Berkelanjutan di Desa Basseang Basri Basri; Meliani Meliani; Aida Trihapsari Ismail; Muhammad Iqbal; Muhammad Irfan; Ahmad Norman; Resky Andreansyah; Cennawati Cennawati; Suharman Suharman; Hikmahwati Hikmahwati
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 3 (2025)
Publisher : PT. Edutech Inovatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64109/4ttwp327

Abstract

Pertanian adalah salah satu sektor kunci yang memainkan peran vital dalam memperkuat ketahanan pangan yabg mulai menghadapi beragam tantangan yang semakin rumit, seperti merusak unsur kesuburan tanah, dan rendahnya prtoduksi pertanian, sehungga diperlukan teknologi yang sesuai menggunakan mikroorganisme lokal yang ramah lingkungan, seperti Trichoderma sp. untuk menhasilkan produk yang dapat meningkatkan produksi.  Desa Basseang sebagai wujud dedikasi mahasiswa kepada masyarakat dengan konsentrasi pada penerapan teknologi tepat guna dalam sektor pertanian berkelanjutan. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan masyarakat dalam mengelola limbah pertanian agar dapat menjadi produk yang berguna seperti Trichokompos, salah satunya melalui pelatihan dan pendampingan pembuatan Trichokompos yang menggunakan mikroorganisme dari Trichoderma sp. yang berfungsi sebagai agen hayati dekomposer yang dapat mempercepat proses pengomposan serta meningkatkan unsur hara dalam pupuk organik. Kegiatan yang dilakukan meliputi penyuluhan pentingnya Trichoderma didalam peningkatan produktivitas tanaman dan kandungan unsur hara pada limbah pertanian, pelatihan perbanyakan Trichoderma menggunakan media beras, pelatihan pembuatan trichokompos, dan pelatihan cara pemupukan. Pelatihan ini berhasil meningkatkan kesadaran serta partisipasi masyarakat terkait pentingnya pertanian yang ramah lingkungan, tingginya manfaatan dan kandungan limbah pertanian, perananan Trichoderma bagi pertanian dan juga menumbuhkan kemandirian dalam produksi pupuk organik. Bagi mahasiswa, aktivitas ini menjadi medium untuk menerapkan ilmu dalam bidang pertanian, mikrobiologi, pertanian organik serta pemberdayaan masyarakat secara praktis di lapangan. Sasaran akhir kegiatan ini adalah dimanfaatkannya limbah pertanian menjadi pupuk organik sehingga struktur tanah menjadi lebih baik, peningkatan produksi hingga terwujud pertanian organik yang berkelanjutan.
INOVASI TEKNOLOGI BIOKONVERSI TRICHOKOMPOS (BIOTRICHO) LIMBAH JAGUNG DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN KWT BUNGA CENGKEH DI DESA KALUPPANG Baharuddin Baharuddin; Haerusman Haerusman; Erwin Djamaluddin; Suharman Suharman; Nurafni Nurafni; Risma Risma; Rista Astari Rusdin; Muh Achyar Ardat; Cennawati Cennawati; Nursyawal Nacing
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 9 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i9.3529-3536

Abstract

       Tujuan dari program pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani perempuan mengenai Teknologi Biokonversi Trichokompos dari Limbah Jagung. Langkah-langkah yang diambil meliputi: 1) Persiapan dan Observasi, 2) Sosialisasi Pengenalan Teknologi, 3) Pelatihan Perbanyakan Trichoderma, 4) Aplikasi Praktis Pembuatan Pupuk Biotricho dari Limbah Jagung, 5) Pemantauan dan Evaluasi Program. Instrumen evaluasi yang digunakan meliputi kuisioner pre-test dan post-test, serta pengamatan langsung terhadap proses pengenalan teknologi. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Hasil dari program pengabdian masyarakat ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan petani perempuan mengenai penggunaan teknologi berbasis biotricho dengan memanfaatkan mikroba Trichoderma. Mitra juga mengalami peningkatan dalam kemampuan mereka untuk mengelola produk Biotricho secara mandiri dan berkelanjutan, serta meningkatkan pendapatan mereka
PELATIHAN PERBANYAKAN Trichoderma sp. DAN DEMONSTRASI PLOT PEMBUATAN PUPUK TRICHOKOMPOS SEBAGAI UPAYA BUDIDAYA CABAI CAKRA (Capsicum frutescens L. var. Cakra) YANG RAMAH LINGKUNGAN Nursyawal Nacing; Wilda Widiawati; Cennawati Cennawati; Nirma Septia Ramlan Anjas; Suharman Suharman
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 2 JANUARI 2026
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v11i2.45908

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang dihadapi petani di Desa Basseang, Kabupaten Pinrang, seperti ketergantungan terhadap pupuk kimia, rendahnya kesuburan tanah, dan belum optimalnya pemanfaatan limbah pertanian. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam memanfaatkan limbah jagung menjadi Trichokompos berbasis Trichoderma sp. sebagai pupuk organik ramah lingkungan. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan demonstration plot (demplot), yang mencakup perbanyakan Trichoderma sp. skala rumah tangga, pembuatan Trichokompos dari limbah jagung, serta pengaplikasiannya secara langsung pada tanaman cabai rawit varietas Cakra. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa petani mendapatkan informasi baru mengenai manfaat Trichoderma sp., memahami proses pembuatan Trichokompos, dan mampu mengaplikasikannya pada lahan pertanian mereka. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam peningkatan wawasan petani terhadap praktik pertanian berkelanjutan serta mendorong pemanfaatan limbah lokal menjadi sumber pupuk yang berguna. Diharapkan kegiatan ini dapat berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas tanaman cabai rawit varietas Cakra.    Kata kunci: Trichoderma sp., Trichokompos, Limbah jagung, Cabai Cakra.   ABSTRACT This community service activity was motivated by several challenges faced by farmers in Basseang Village, Pinrang Regency, such as dependence on chemical fertilizers, low soil fertility, and the suboptimal utilization of agricultural waste. The objective of this program was to improve farmers’ knowledge and skills in converting corn waste into Trichocompost based on Trichoderma sp. as an environmentally friendly organic fertilizer. The method employed involved training and demonstration (demonstration plots), including household-scale multiplication of Trichoderma sp., the production of Trichocompost from corn waste, and its direct application to Cakra variety bird’s eye chili (Capsicum frutescens L.) plants. The results of the activity showed that farmers acquired new information about the benefits of Trichoderma sp., understood the process of Trichocompost production, and became capable of applying it in their agricultural practices. This activity had a positive impact in expanding farmers’ knowledge of sustainable agricultural practices and encouraged the use of local agricultural waste as a valuable input for organic fertilizer. It is expected that this activity will contribute to increasing the productivity of Cakra variety of cayenne chili. Keywords: Trichoderma sp., Trichocompost, corn waste, Cakra chili pepper.