Hikmahwati Hikmahwati
Program Studi Agroteknologi Universitas Al Asyariah Mandar

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Identifikasi Cendawan Penyebab Penyakit Moler Pada Tanaman Bawang Merah (Allium Ascolonicum L.) Di Kabupaten Enrekang Hikmahwati Hikmahwati; Muhammad Rifqy Auliah; Ramlah Ramlah; Fitrianti Fitrianti
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 5, No 2 (2020): AGROVITAL : Volume 5, Nomor 2 November 2020
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v5i2.1745

Abstract

Bawang merah (Allium ascolonicum L.) ialah kelompok hortikultura yang mempunyai banyak khasiat, serta ialah salah satu dari 10 komoditas hortikultura yang difokuskan pengembangannya di Indonesia.  Produksi Bawang Merah di Kabupaten Enrekang pada tahun 2018 sebanyak 73. 58 ton, tetapi terjadi penerunan dari tahun 2017 sebesar 111. 61 ton. Salah satu gangguan di dalam upaya kenaikan produksi bawang merah ialah terdapatnya penyakit tumbuhan yang diakibatkan oleh cendawan. Tujuan riset untuk mengenali tipe serta morfologi cendawan patogen pada tumbuhan bawang merah di Kabupaten Enrekang. Studi dilakukan  di Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang dan  di Laboratorium Penyakit Tumbuhan, Universitas Hasanuddin. Prosedur Peneliatan adalah : (a) Pengambilan tanaman bergejala memakai tata cara Purpossive Randomized Sampling( b) Persiapan Media tumbuh, yaitu Media PDA( Potato Dextro Agar),( c) Isolasi serta Identifikasi Cendawan. Hasil peneilitian memperlihatkan corak koloni pada pengamatan makroskopis yaitu bercorak putih, kream dan keunguan, serta pengamatan mikroskopis menampilkan makrokonidia semacam bulan sabit yang memanjang, ataupun berupa pipih memanjang dengan kedua ujungnya runcing serta mempunyai 2- 3 sekat, mikrokonidia lonjong, panjang, bagian tengah ramping serta kedua ujung tumpul, serta terdapat pula yang berupa oval. Isolat yang diperoleh disimpulkan sebagai tipe Fusarium oxysporum pemicu penyakit moler pada tumbuhan bawang merah di Kabupaten Enrekang. 
Karakterisasi Molekuler Isolat-Isolat Penyebab Bulai (Peronosclerospora spp) Pada Tanaman Jagung Berbasis Simple Sequence Repeat (SSR) Hikmahwati Hikmahwati; Tutik Kuswinanti; Melina Melina
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3, No 1 (2018): Agrovital Volume 3, Nomor 1, Mei 2018
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v3i1.212

Abstract

Karakterisasi Molekuler Isolat-Isolat Penyebab Bulai (Peronosclerospora spp.) pada Tanaman Jagung Berbasis Simple Sequence Repeat (SSR).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) spesies Peronosclerospora  spp yang diperoleh dari beberapa lokasi di Indonesia dan (2) keragaman genetik dan pengelompokkan antara isolat  Peronosclerospora  spp.  yang diperoleh dari beberapa lokasi di Indonesi.  Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Balai Penelitian Sereal (Balitsereal) Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan dan di Pusat Kegiatan Penelitan Universitas Hasanuddin.  Isolat yang digunakan berasal dari Medan, Kediri dan Maros.  Metode karakterisasi dilakukan secara molekuler dengan metode SSR. Hasil pengamatan dengan metode SSR efektif digunakan dalam studi keragaman genetik Peronosclerospora spp., Analisis kluster dengan UPGMA menghasilkan 3 kelompok, kelompok I terdiri dari 3 isolat asal Kediri, kelompok II terdiri dari 3 isolat asal Medan dan kelompok III terdiri dari 3 isolat asal Maros.  Berdasarkan karakterisasi dan analisis kluster isolat dari 3 lokasi yang berbeda memiliki kemungkinan adalah spesies yang berbeda.
Uji Produktivitas Berbagai Varietas Jagung (Zea mays L.) Hibrida dan Non Hibrida yang Sesuai pada Agroekosistem Kabupaten Polewali Mandar Harli A. Karim; M. Yasin HG; Hasanuddin Kandatong; Hasan Hasan; Hikmahwati Hikmahwati; Fitrianti Fitrianti
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 5, No 1 (2020): Agrovital Volume 5, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v5i1.635

Abstract

Jagung merupakan komoditas strategis setelah komoditas padi, yakni selain dikonsumsi sebagai bahan pangan langsung dan pakan ternak, juga digunakan sebagai bahan baku industri lainnya, seperti bahan bakar alternatif (biofuel), polymer, minyak jagung dan lainnya. Permintaan jagung baik untuk industri pangan, pakan, dan kebutuhan industri lainnya dalam beberapa tahun ke depan diproyeksikan akan terus meningkat. Berbagai varietas jagung telah dilepas. Namun demikian masih terdapat varietas jagung yang belum mencapai produktivitas optimum. Salah satunya disebabkan ketidaksesuai ekosistem. Kabupaten Polewali Mandar  merupakan daerah pengembangan jagung. Penelitian ini bertujuan untuk menguji Pertumbuhan dan Produksi berbagai Varietas Jagung yang Sesuai dengan Agroekosistem Kabupaten Polewali Mandar. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-April 2019 di Desa Tumpiling Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali mandar Provinsi Sulawesi Barat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 7 varietas jagung yaitu, varietas BISI 18, Pertiwi,  OPV Srikandi A. Depu, Anoman 1, Bima 12Q,  URI 3, dan Sukmaraga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji berbagai varietas jagung memberikan pengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman jagung 2 MST dan berpengaruh nyata 10 MST, umur berbunga, panjang tongkol. BISI 18 dan Pertiwi memberikan hasil terbaik terhadap jumlah daun 8 MST, Pertiwi memberikan pengaruh terbaik terhadap jumlah biji dalam baris namun tidak berbeda nyata dengan BISI 18, Pertiwi memberikan hasil terbaik terhadap berat biji tanaman jagung namun tidak berbeda nyata dengan BISI 18 dan Sukmaraga, Pertiwi memberikan hasil terbaik terhadap produktivitas tanaman jagung namun tidak berbeda nyata dengan BISI 18 dan Sukmaraga.
Pelatihan Pembuatan Triko-Kompos dan Perbanyakan Trichoderma Kelompok Wanita Tani Dian Alam Lestari di Kabupaten Polewali Mandar Hikmahwati Hikmahwati; Andi Fausiah; Sri Nengsih
SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 3 (2021): Sipissangngi Volume 1, Nomor 3, September 2021
Publisher : Lembaga Penelitan dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5111.325 KB) | DOI: 10.35329/sipissangngi.v1i3.2476

Abstract

Kelompok Wanita Tani (KWT) Dian Alam Lestari berada  di desa Sidorejo, Kecamatan Wonomulyo, kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat yang menjadi mitra target dalam Program Kemitraan Masyarakat skema Pengabdian. Mitra memiliki beberapa produk yang dijadikan unit usahanya diantaranya abon cabe, tanaman hias dan dan Triko-kompos. Mitra memiliki permasalahan a) Produktivitas Triko-kompos yang dihasilkan masih rendah, b) Rendahnya penguasaan teknologi, c) Kurangnya kegiatan sosialisasi dalam hal pemanfaatan triko-kompos di pertanaman jagung, d) Tidak terdapat demo plot percontohan. Metode yang akan dipakai adalah dengan (1) Pelatihan perbanyakan Trichoderma sp, (2) Praktik pembuatan Triko-kompos (3) Pengaplikasian Triko-kompos pada demo plot percontohan tanaman jagung (4) Penyuluhan dampak negatif produk kimia bagi kesehatan dan lingkungan. Hasil akhir yang dicapai dalam program pemberdayaan ini adalah keterampilan dan kemandirian mitra di dalam memproduksi Tricho-kompos hingga tercapainya jumlah produksi dan penerimaan yang lebih besar dibandingkan sebelum PKM. 
EKSPLORASI TRICHOKOMPOS KOTORAN KAMBING DAN JERAMI PADI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) Joesviawati Arruan Solo; Hasanuddin Kandatong; Hikmahwati Hikmahwati
Jurnal Agroterpadu Vol 1, No 2 (2022): : Jurnal Agroterpadu Volume 1, Nomor 2, Desember 2022
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v1i2.3089

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Darma Kecamatan Polewali Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat berlangsung pada bulan Agustus sampai bulan Oktober 2021, bertujuan untuk mempelajari tingkat keberhasilan pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah dengan pemberian Trichokompos kotoran kambing dan jerami padi. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan factor perlakuan penggunaan limbah organic kotoran kambing dan jerami padi yang terdiri dari TK1 : Kotoran Kambing = 80 gram / tanaman TK2 : Kotoran Kambing = 100 gram / tanaman TK3 : Limbah Jerami Padi = 80 gram / tanaman TK4 : Limbah Jerami Padi = 100 gram / tanaman TK5 : Kotoran Kambing + Limbah Jerami Padi = 80 gram / tanaman TK6 : Kotoran Kambing + Limbah Jerami Padi = 100 gram / tanaman Setiap perlakuan masing-masing diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 18 unit penelitian, setiap unit terdapat 16 tanaman sehingga tanaman yang digunakan sebanyak 288 tanaman.Hasil pengamatan dan analisis data statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat salah satu perlakuan eksplorasi Trichokompos kotoran kambing dan jerami padi yang memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.). Keywords: Trichokompos Kotoran Kambing, Trichokompos Jerami Padi, bawang merah
EFEKTIFITAS TRICHOKOMPOS TERHADAP PENGENDALIAN PENYAKIT PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) Harli A. Karim; Nur Aksan; Hikmahwati Hikmahwati
Jurnal Agroterpadu Vol 1, No 1 (2022): Jurnal Agroterpadu Volume 1, Nomor 1, Agustus 2022
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v1i1.2831

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditi Hortikultura dengan permintaan pasar tinggi dan 10 komoditas Hortikultura yang di fokuskan pengembangannya di Indonesia, Penelitian ini dilaksanakan di UPTD Balai Benih Induk Hortikultura Provinsi Sulawesi Barat. Yang berlansung pada bulan September - Desember 2020. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Efektifitas Trichokompos terhadap pengendalian Penyakit Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicum, L.) Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terpisah (RPT) yang terdiri dari 2 faktor yaitu faktor pertama waktu pemberian trichokompos yang terdiri dari 2 taraf yaitu 7 dan 14 hari sebelum tanam dan faktor kedua dosis trichokompos yang terdiri dari 4 taraf yaitu 1 kg; 1.5 kg; 2 kg; dan 2.5 kg / petak. Hasil penelitian menunjukan bahwa interaksi kombinasi pemberian trichokompos tidak meberikan pengaruh pada parameter Tinggi tanaman, Jumlah daun, Jumlah umbi, Berat Basah, Berat kering, Intensitas serangan penyakit. Pemberian trichokompos dengan dosis 2,5 kg petak-1  di umur 15 hst meberikan pengaruh terbaik pada parameter Tinggi tanaman dan interaksi pemberian trichokompos dengan dosis 1,5 kg petak-1 Di umur 30 hst menunjukan pengaruh baik pada parameter pengamatan jumlah daun.