Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Digitalisasi Pemasaran Syariah Program Pekarangan Pangan Bergizi di Desa Winong Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung Lantip Susilowati; Sri Eka Astutiningsih; Binti Nur Asiyah; Nita Agustina Nurlaila Eka Erfiana; Lisa Yuni Lestari; M. Nanang Febrianto; Vina Marotus Salsabila; Mey Susanti
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v5i4.8831

Abstract

Limited access to marketing local products is one of the main challenges in efforts to increase halal food security. Sharia digital marketing technology can be used as a marketing platform to obtain market accessibility and strengthen the branding of a product. This study aims to analyze the strengthening of digitalization of sharia marketing in supporting the Nutritious Food Yard (P2B) program in Winong Village. The method used in this study is Asset Based Community Development (ABCD) which emphasizes the use of local potential as the basis for program development. The results of the service show that Winong Village has potential assets in the form of P2B physical assets and organic agricultural products, social assets of the Women Farmers Group (KWT), and digital assets that are starting to develop. The implementation of the sharia digital marketing training program has succeeded in creating greenheavenumkm.com website as a digital marketing forum for MSMEs. The evaluation of training based on the results of the pre-test and post-test showed a significant increase in public understanding of sharia-based digital marketing strategies. This program has a positive impact, expands the reach of local product marketing, and is an effective strategy in strengthening the digitalization of sharia marketing in the P2B Program in Winong Village.
Pengaruh Pembiayaan Murabahah, Ijarah, Dan Hiwalah Terhadap Tingkat Profitabilitas Pada BMT Agawe Makmur Tulungagung Periode 2024 Pengaruh Pembiayaan Murabahah, Ijarah, Dan Hiwalah Terhadap Tingkat Profitabilitas Pada BMT Agawe Makmur Tulungagung Periode 2024 Mey Susanti; Rifa Nur Alifah; Hania Nuril Aida Rochmah
EKSISBANK (Ekonomi Syariah dan Bisnis Perbankan) Vol 10 No 1 (2016): EKSISBANK (Ekonomi Syariah dan Bisnis Perbankan)
Publisher : STIES INDONESIA PURWAKARTA Dan MES PURWAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37726/bn0h1t59

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh beberapa pembiayaan yang diterapkan pada BMT Agawe Makmur Tulungagung yang menjadi penopang operasional lembaga, namun untuk kontribusinya pada profitabilitas belum banyak diteliti. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembiayaan murabahah, pembiayaan ijarah, dan pembiayaan hiwalah terhadap tingkat profitabilitas. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Objek dalam penelitian ini adalah laporan keuangan BMT setiap bulan pada tahun 2024. Teknik pengumpulan data menggunakan data sekunder. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji asumsi klasik, dan regresi linier berganda. Hasil penelitian pembiayaan murabahah berpengaruh positif signifikan terhadap tingkat profitabilitas dengan nilai sig 0.036. Sedangkan pembiayaan ijarah berpengaruh positif signifikan terhadap tingkat profitabilitas dengan nilai sig 0,021. Sedangkan untuk pembiayaan hiwalah memiliki pengaruh positif tetapi tidak signifikan dengan nilai sig 0,577. Sedangkan secara simultan ketiga variabel memiliki nilai sebesar F hitung (5.491) di peroleh lebih besar dari F tabel (4.066) dengan niali signifikansi (sig) sebesar 0,035 yang lebih rendah dari 0,05 maka dapat disimpulak bahwa ketiga variabel memiliki pengaruh yang signifikan terhadap profitabilitas, dengan nilai Adjusted R-squared sebesar 0.789 yang dapat diartikan bahwa ketiga variabel memiliki pengaruh sebesar 78,9% terhadap tingkat profitabilitas pada lembaga keuangan syariah pada periode 2024, yang sisanya 21,1% dipengaruhi oleh faktor-faktor lainya yang tidak diteliti oleh penulis dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini memberikan implikasi bahwa penguatan portofolio pembiayaan murabahah dan ijarah dapat menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan profitabilitas BMT. Selain itu, temuan ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi manajemen BMT dalam menentukan kebijakan pembiayaan yang lebih optimal guna mendukung keberlanjutan dan kinerja keuangan lembaga.