Penelitian ini dilatarbelakangi oleh beberapa pembiayaan yang diterapkan pada BMT Agawe Makmur Tulungagung yang menjadi penopang operasional lembaga, namun untuk kontribusinya pada profitabilitas belum banyak diteliti. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembiayaan murabahah, pembiayaan ijarah, dan pembiayaan hiwalah terhadap tingkat profitabilitas. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Objek dalam penelitian ini adalah laporan keuangan BMT setiap bulan pada tahun 2024. Teknik pengumpulan data menggunakan data sekunder. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji asumsi klasik, dan regresi linier berganda. Hasil penelitian pembiayaan murabahah berpengaruh positif signifikan terhadap tingkat profitabilitas dengan nilai sig 0.036. Sedangkan pembiayaan ijarah berpengaruh positif signifikan terhadap tingkat profitabilitas dengan nilai sig 0,021. Sedangkan untuk pembiayaan hiwalah memiliki pengaruh positif tetapi tidak signifikan dengan nilai sig 0,577. Sedangkan secara simultan ketiga variabel memiliki nilai sebesar F hitung (5.491) di peroleh lebih besar dari F tabel (4.066) dengan niali signifikansi (sig) sebesar 0,035 yang lebih rendah dari 0,05 maka dapat disimpulak bahwa ketiga variabel memiliki pengaruh yang signifikan terhadap profitabilitas, dengan nilai Adjusted R-squared sebesar 0.789 yang dapat diartikan bahwa ketiga variabel memiliki pengaruh sebesar 78,9% terhadap tingkat profitabilitas pada lembaga keuangan syariah pada periode 2024, yang sisanya 21,1% dipengaruhi oleh faktor-faktor lainya yang tidak diteliti oleh penulis dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini memberikan implikasi bahwa penguatan portofolio pembiayaan murabahah dan ijarah dapat menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan profitabilitas BMT. Selain itu, temuan ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi manajemen BMT dalam menentukan kebijakan pembiayaan yang lebih optimal guna mendukung keberlanjutan dan kinerja keuangan lembaga.