Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Uji Organoleptik dan Kandungan Gizi Makro pada Menu Diet Tb Paru Berbasis Pangan Lokal di RSUD Ulin Banjarmasin Bandawati Bandawati; Yustin Prihandini; Aulia Ramadhani; Eka Rusliana
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 10 (2025): Volume 7 Nomor 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i10.20443

Abstract

ABSTRACT Tuberculosis (TB) is a chronic infectious disease that requires nutritional therapy to accelerate the healing process and improve the nutritional status of patients. High protein intake and food that is easily accepted organoleptically are essential components in the diet of TB patients.This study aims to evaluate the macro nutrient content and the acceptance level (organoleptic test) of patin fish pepes as a local food-based diet menu at RSUD Ulin Banjarmasin. The research was conducted using a descriptive quantitative approach with laboratory analysis of the nutritional content and organoleptic testing by 30 respondents. The results of the analysis showed that patin fish pepes contained 35.22% protein, 23.33% carbohydrates, 12.38% fat, and 3.08% fiber. Meanwhile, the organoleptic test results showed a very high acceptance level for aroma (100%), color (96.7%), taste (93.3%), and texture (90.0%). The majority of respondents were in the young adult age group (21–45 years) and were male. These findings indicate that patin fish pepes is a nutritious, well-accepted menu option with local potential. This menu is recommended for implementation in hospital nutritional services as part of the dietary intervention for TB patients. Keywords: Tuberculosis, Patin Fish Pepes, Local Food, Nutritional Content, Organoleptic Test.  ABSTRAK Tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit infeksi kronis yang memerlukan dukungan terapi gizi untuk mempercepat proses penyembuhan dan meningkatkan status gizi pasien. Asupan protein yang tinggi serta makanan yang mudah diterima secara organoleptik menjadi komponen penting dalam diet pasien TB. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kandungan gizi makro dan tingkat penerimaan (uji organoleptik) terhadap pepes ikan patin sebagai menu diet berbasis pangan lokal di RSUD Ulin Banjarmasin. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan analisis laboratorium kandungan gizi serta uji organoleptik oleh 30 responden. Hasil analisis menunjukkan bahwa pepes ikan patin mengandung protein sebesar 35,22%, karbohidrat 23,33%, lemak 12,38%, dan serat 3,08%. Sementara itu, hasil uji organoleptik menunjukkan tingkat kesukaan yang sangat tinggi terhadap aroma (100%), warna (96,7%), rasa (93,3%), dan tekstur (90,0%). Mayoritas responden berusia dewasa muda (21–45 tahun) dan berjenis kelamin laki-laki. Temuan ini menunjukkan bahwa pepes ikan patin merupakan alternatif menu diet yang bernilai gizi tinggi, disukai secara sensorik, serta relevan dengan potensi lokal. Menu ini direkomendasikan untuk diterapkan dalam pelayanan gizi rumah sakit sebagai bagian dari intervensi diet pasien TB paru. Kata Kunci: Tuberkulosis Paru, Pepes Ikan Patin, Pangan Lokal, Kandungan Gizi, Uji Organoleptik.
Optimalisasi Pemanfaatan Tanaman Lokal Melalui Demonstrasi Pembuatan Teh Daun Pegagan Bagi Siswa Eka Rusliana; Gusti Muhammad Raja Putra Perdana; Nurbidayah Nurbidayah; Abdurrahma Abdurrahma
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/mapkvr43

Abstract

Pemanfaatan tanaman lokal sebagai bahan pangan fungsional merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam serta memberikan manfaat kesehatan. Pegagan (Centella asiatica) merupakan tanaman herbal yang memiliki kandungan senyawa bioaktif dan berpotensi diolah menjadi produk pangan herbal. Namun, pemanfaatan pegagan di SMA Negeri 2 Karang Intan masih terbatas pada kegiatan budidaya dan pengeringan daun tanpa pengolahan lebih lanjut menjadi produk bernilai tambah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam memanfaatkan pegagan melalui demonstrasi pembuatan teh daun pegagan serta edukasi pelabelan produk. Kegiatan dilaksanakan dengan metode demonstrasi yang disertai praktik langsung oleh siswa. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan kuesioner untuk mengukur keterampilan siswa setelah mengikuti kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 85% siswa tergolong terampil dalam pembuatan teh daun pegagan dan 55% siswa mampu memilih bahan baku pegagan yang berkualitas. Selain itu, siswa juga mampu merancang label kemasan produk sesuai dengan informasi pelabelan pangan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa metode demonstrasi efektif dalam meningkatkan keterampilan siswa dalam mengolah tanaman pegagan menjadi produk teh herbal yang bernilai tambah.
Sosialisasi Izin PIRT Produk bagi Siswa dan Guru SMAN 2 Karang Intan: Dissemination of PIRT Product Licensing Information for Students and Teachers at SMAN 2 Karang Intan Gusti Muhammad Raja Putra Perdana; Nurbidayah Nurbidayah; Abdurrahman Abdurrahman; Eka Rusliana
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 6 (2026): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v11i6.11800

Abstract

Understanding product legality is a crucial aspect of school entrepreneurship development, yet it is often overlooked. This activity aimed to increase literacy on Home Industry Food (PIRT) licensing, particularly regarding food safety standards and product labeling procedures, among students and teachers at SMAN 2 Karang Intan. The methodology used included interactive counseling, lectures, and focus group discussions (FGDs) using visual media of product packaging samples. Activity evaluation used a one-group pre-test and post-test design to measure the increase in participant knowledge. The results show a significant increase in participants' understanding of the urgency of distribution permits and the administrative requirements for SPP-IRT submission, as well as their ability to identify food labels that meet BPOM standards. It is concluded that socialization methods accompanied by label check simulations are effective in introducing business licensing procedures in an applicable manner to the school community.