Rendahnya kemampuan numerasi siswa sekolah dasar, khususnya pada penguasaan operasi hitung dasar, masih menjadi permasalahan yang sering ditemukan dalam proses pembelajaran matematika. Kondisi serupa ditemukan di SDN Tarokan 3 Kabupaten Kediri, di mana terdapat 13 siswa kelas I hingga kelas III yang mengalami kesulitan dalam melakukan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan operasi hitung dasar siswa melalui Program SIGAPPPP (Siswa Gemar Penjumlahan, Pengurangan, Perkalian, dan Pembagian). Metode yang digunakan berupa pendampingan belajar yang dilaksanakan dua kali dalam seminggu dengan memanfaatkan Buku SIGAPPPP sebagai media pembelajaran. Kegiatan dilakukan melalui tahapan identifikasi kebutuhan, penyusunan media pembelajaran, pelaksanaan pendampingan, dan evaluasi. Pendampingan dilaksanakan melalui penjelasan konsep, demonstrasi metode berhitung, latihan soal, serta bimbingan individual sesuai kemampuan peserta didik. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan siswa dalam menyelesaikan operasi hitung dasar, khususnya perkalian dan pembagian. Selain itu, siswa menunjukkan peningkatan minat belajar, keaktifan, dan kepercayaan diri selama mengikuti kegiatan pembelajaran. Luaran program berupa Buku SIGAPPPP sebagai media pembelajaran numerasi sederhana yang dapat dimanfaatkan oleh guru maupun peserta didik secara berkelanjutan. Dengan demikian, Program SIGAPPPP dapat menjadi alternatif model pendampingan numerasi yang efektif untuk membantu meningkatkan kemampuan operasi hitung dasar siswa sekolah dasar.