Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Intensitas Penggunaan Gadget dengan Kecemasan pada Siswa SMP Negeri 1 Kota Ternate Siti Umairah; Novi Elisadevi
CANANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : PELANTAR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52364/canang.v5i2.62

Abstract

The intensity of gadget use that is too frequent in a day or a week will certainly lead to the lives of teenagers who tend to only care about their gadgets rather than doing activities outside the home. The training is based on the use of gadgets, especially smartphones, which are increasingly popular among teenagers, especially students of SMP Negeri 1, Ternate City. This training aims to determine the significance of the intensity of gadget use with anxiety in students of SMP Negeri 1, Ternate City, totaling 35 students. The training technique was carried out through observation, interviews, test scales, and documentation. The pre-test and post-test sampling used was total sampling. Data collection used a Likert scale consisting of two scales, namely the gadget addiction anxiety scale using normality tests, reliability tests, and hypothesis tests. The results of the normality test training variable that for the pretest results the significance value in the significance column is 0.073 because the significance value is more than 0.05, it can be said that the distribution is normal. While the posttest results are known the significance value in the significance column is 0.223 because the significance value is more than 0.05, it can be said that the distribution is normal. Cronbach Alpha reliability value = 0.8720.60 so that from the analysis it can be stated that the Anxiety Pre-Test scale is reliable. The significance value is 0.002, where the testing criteria are if, Sig 0.05 then Ho is accepted if, Sig 0.05 then Ho is rejected. So, 0.002 0.005 which means Ho is rejected and H1 is accepted. So it can be concluded that, psycho education can reduce anxiety in students so that students can use gadgets more positively.
Self Neurotic pada Pengguna Akun Alter Twitter Irma Dasi; Avin Fadilla Helmi; Novi Elisadevi; Happy Cahyani Sunusi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2030

Abstract

Media sosial pada remaja memberikan kompleksitas baru pada pembentukan identitas diri remaja ilmu psikologi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami proses pembentukan Identitas diri pada remaja yang menggunakan akun alter. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif fenomenologi. Responden dalam penelitian ini berjumlah 3 orang (2 perempuan dan 1 laki-laki). Hasil penelitian ini menyebutkan ada tiga komponen self yang muncul sebagai aspek pembentukan identitas diri daring yaitu, self image, Self Neurotic dan True self. Self Neurotic bagi pengguna akun alter menjadi pemisahan diri bagi identitas remaja yang tidak sesuai norma sehingga membentuk dunia fantasi melalui akun alter. Diri neurotik "terpecah", menjadi diri yang dibenci dan diri yang ideal. Diri neurotik berayun bolak-balik antara membenci diri sendiri dan berpura-pura menjadi sempurna. Fenomena akun alter twitter merupakan subkultur global yang terbentuk sebagai akibat adanya media sosial yang memberikan kebebasan para penggunanya. Akun alter secara halus masuk dalam area yang membentuk konsep diri remaja tanpa melibatkan realitas sosial masyarakat dan agama.
Peran Komunikasi terhadap Kepuasan Pernikahan pada Pasangan Commuter Marriage Nugraheni Putri Utami; Novi Elisadevi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4615

Abstract

Fenomena commuter marriage semakin meningkat di Indonesia seiring dengan tuntutan karier dan mobilitas kerja yang tinggi. Pasangan commuter marriage menghadapi tantangan yang unik dalam mempertahankan kualitas hubungan. Komunikasi menjadi elemen krusial dalam menjaga kepuasan pernikahan ketika pasangan hidup terpisah secara geografis. Tujuan. Penelitian bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi terhadap kepuasan pernikahan pada pasangan commuter marriage. Metode. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Partisipan penelitian berjumlah 215 orang menjalani commuter marriage yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan Skala Komunikasi Pernikahan (α = 0,934) dan Skala Kepuasan Pernikahan (α = 0,947) yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan teknik analisis regresi linier sederhana dan analisis regresi berganda dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara komunikasi dengan kepuasan pernikahan (r = 0,687; p<0,001). Komunikasi memberikan sumbangan efektif sebesar 47,2% terhadap kepuasan pernikahan pasangan commuter marriage. Aspek komunikasi paling berpengaruh terhadap kepuasan pernikahan pasangan commuter marriage adalah keterbukaan diri (β = 0,412), diikuti oleh empati (β = 0,331), dan frekuensi komunikasi (β = 0,289). Kesimpulan. Komunikasi memiliki peran signifikan dalam membentuk kepuasan pernikahan pada pasangan commuter marriage. Kualitas komunikasi mampu menjadi mekanisme adaptif dalam menghadapi tantangan perpisahan geografis.