Atikah Nurul Asdah
Universitas Negeri Makassar, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Praktik Campur Kode dalam Interaksi Digital Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Media Sosial: Kajian Sosiolinguistik Atikah Nurul Asdah; Nur Anita Syamsi Safitri
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1590

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk campur kode serta menganalisis faktor sosial-linguistik yang memengaruhi penggunaannya dalam interaksi digital mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI). Ruang lingkup kajian difokuskan pada penggunaan campur kode di platform media sosial seperti WhatsApp, Instagram, dan Twitter (X) sebagai cerminan praktik berbahasa generasi digital. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan teori campur kode dari Muysken serta didukung kerangka sosiolinguistik digital dari Androutsopoulos. Data diperoleh melalui dokumentasi tangkapan layar dan wawancara semi-terstruktur terhadap mahasiswa PBSI aktif semester empat ke atas. Model data dianalisis menggunakan taksonomi campur kode yang mencakup bentuk insertion, alternation, dan congruent lexicalization. Hasil temuan menunjukkan bahwa bentuk insertion paling dominan digunakan, diikuti oleh alternation dan congruent lexicalization. Praktik campur kode dipengaruhi oleh faktor identitas, efisiensi berbahasa, serta adaptasi terhadap konteks sosial digital. Mahasiswa PBSI menunjukkan kesadaran pragmatis dalam menyesuaikan gaya bahasa sesuai audiens dan situasi, sekaligus mencerminkan dilema antara norma kebahasaan akademik dan ekspresi digital.
Reperesentasi Bahasa Gaul pada Generasi Z di Media Sosial Instagram Devi Apyunita; Atikah Nurul Asdah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1608

Abstract

Penelitian ini membahas penggunaan bahasa gaul oleh Generasi Z dalam interaksi mereka di media sosial Instagram. Bahasa gaul yang digunakan mencerminkan dinamika sosial dan identitas kelompok yang terbentuk melalui komunikasi digital. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk bahasa gaul serta memahami fungsi sosial dan makna yang terkandung dalam penggunaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiolinguistik. Data diperoleh melalui observasi partisipatif dan dokumentasi unggahan serta komentar pada akun-akun Instagram milik remaja Generasi Z. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahasa yang digunakan oleh remaja di media sosial, khususnya Instagram, sangat dinamis dan menunjukkan beragam bentuk kreativitas linguistik. Mencakup penggunaan leksikal khas Gen Z, campur kode, pelesetan fonologis, hingga penciptaan istilah baru yang mencerminkan budaya digital dan tren populer. Penelitian ini menunjukkan bahwa media sosial menjadi ruang penting bagi perkembangan dan pelestarian bentuk-bentuk bahasa tidak baku yang bersifat dinamis dan kontekstual. Kata Kunci: Bahasa gaul, Generasi Z, Sosiolinguistik, Media sosial. Abstract This research explores the use of slang by Generation Z in their interactions on the social media platform Instagram. The slang used reflects social dynamics and group identities formed through digital communication. The aim of this research is to identify various forms of slang and to understand the social functions and meanings embedded in its use. The research method employed is descriptive qualitative with a sociolinguistic approach. Data were obtained through participatory observation and documentation of posts and comments on Instagram accounts owned by Generation Z teenagers. The findings of this research reveal that the language used by teenagers on social media, particularly Instagram, is highly dynamic and showcases diverse forms of linguistic creativity. This includes the use of Gen Z-specific lexical items, code-mixing, phonological wordplay, and the creation of new terms that reflect digital culture and popular trends. The research demonstrates that social media serves as a crucial space for the development and preservation of non-standard language forms that are dynamic and contextual. Keywords: Slang, Generation Z, Sociolinguistics, Social Media
Strategi Linguistik Perempuan dalam Menegosiasikan Identitas Sosial di Forum Digital Atikah Nurul Asdah; Muhammad Musawir
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.1657

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk strategi linguistik yang dominan digunakan oleh perempuan di ruang digital, serta menganalisis praktik stance-taking, positioning, dan indexicality berkontribusi dalam konstruksi representasi diri. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan lensa sosiolinguistik, khususnya teori identitas dan interaksi dari Bucholtz dan Hall. Data berupa tiga belas data naratif dari forum digital dianalisis secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan tujuh strategi linguistik dominan: emotif-ekspresif, repetisi dan afirmasi, kontras dan antitesis, afiliatif-kolektif, retoris-reflektif, naratif otobiografis, serta deklaratif-imperatif. Strategi-strategi ini mencerminkan perempuan yang menyuarakan ketahanan emosional, menantang norma gender konvensional, dan membangun solidaritas kolektif. Analisis terhadap stance, positioning, dan indexicality mengungkap bahwa identitas dalam ruang digital bersifat relasional dan emergen dinegosiasikan melalui ekspresi afektif, pemilihan posisi sosial, serta tanda-tanda semiotik yang mencerminkan nilai budaya dan ideologi gender. Kebaruan studi ini terletak pada integrasi antara sosiolinguistik interaksional dan teori wacana feminis dalam memahami praktik kebahasaan perempuan di era digital. Kontribusi penelitian ini penting bagi pengembangan kajian bahasa dan gender, dengan menyoroti penggunaan bahasa sebagai alat perlawanan simbolik dan pemberdayaan identitas dalam komunikasi yang dimediasi teknologi.