Saffanah Dhiyaan
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perkembangan Fonologi Anak Usia Dini: Perspektif Psikolinguistik pada Pemerolehan Bahasa Pertama Saffanah Dhiyaan; Sintia Agustin; Sundawati Tisnasari
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1744

Abstract

Bahasa adalah alat komunikasi utama manusia yang penting untuk menyampaikan pikiran, perasaan, dan emosi. Pemerolehan bahasa, terutama pemerolehan bahasa pertama, dipengaruhi oleh banyak hal, seperti lingkungan dan interaksi sosial. Metode psikolinguistik digunakan dalam penelitian ini untuk menemukan kesalahan fonologis pada anak usia dini. Metode deskriptif kualitatif digunakan, dan subjek penelitian adalah Rayyanza, seorang anak laki-laki berusia tiga tahun tiga bulan yang mengalami hambatan artikulasi. Jenis kesalahan pengucapan diidentifikasi melalui analisis ujaran yang dilakukan pada video YouTube. Terdapat 28 ujaran dalam penelitian, 20 di antaranya mengalami kesalahan pada fonem /r/ yang berubah menjadi /l/ (cadel), dan 8 ujaran lainnya menunjukkan variasi kesalahan seperti penambahan, penghilangan, dan perubahan fonem. Kesalahan ini menunjukkan pola fonologis yang umum pada anak usia dini karena perkembangan artikulasi yang belum sempurna. Penelitian ini menegaskan bahwa proses pemerolehan bahasa anak harus diperhatikan sejak dini agar anak tidak mengalami gangguan artikulasi yang dapat memengaruhi kemampuan komunikasi mereka di masa depan.
Karya Sastra sebagai Cermin Masyarakat: Analisis Sosiologis Cerpen Neka Karya Eep Saefulloh Fatah Sintia Agustin; Saffanah Dhiyaan; Ahmad Supena
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1745

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra untuk mempelajari cerpen Neka oleh Eep Saefulloh Fatah. Penelitian berfokus pada ranah teks yang menggambarkan perubahan sosial, politik, dan ideologis yang terjadi di Timor Leste setelah kemerdekaan. Sebagian besar kritikus dan pakar sastra berpendapat bahwa karya sastra tidak hanya merupakan produk budaya tetapi juga merupakan sarana estetika yang mengandung konstruksi nilai dan realitas sosial. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, analisis cerpen ini difokuskan pada tokoh, latar, konflik, dan narasi sebagai representasi hubungan antara kuasa, identitas, dan resistensi. Studi menunjukkan bahwa Neka berbicara tentang tujuh masalah utama: ketimpangan sosial-ekonomi, tekanan politik yang disebabkan oleh konflik identitas, kekerasan ideologis, keterasingan sosial, kekerasan berbasis gender, kritik terhadap hegemoni kekuasaan, dan ketegangan antara nasionalisme dan marginalisasi identitas lokal. Melalui cerita yang diceritakan oleh tokohnya, cerpen ini menunjukkan bahwa sastra dapat menjadi alat untuk berpikir dan menentang sistem politik dan sosial yang menindas.