Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Tantangan Kebahasaan Terkini: Dampak Negatif TikTok terhadap Bahasa Gaul di Kalangan Masyarakat Indonesia Muh. Syukri Gaffar; Nurrahma Nurrahma; Siti Nafida
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.1924

Abstract

Perkembangan media sosial telah membawa perubahan signifikan terhadap cara berkomunikasi di masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda. TikTok sebagai salah satu platform yang paling populer saat ini, tidak hanya menjadi media hiburan, tetapi juga ruang pembentukan gaya bahasa baru. Salah satu dampak yang mencolok adalah meningkatnya penggunaan bahasa gaul yang menyimpang dari kaidah bahasa Indonesia yang baku. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak negatif penggunaan TikTok terhadap kecenderungan berbahasa gaul di masyarakat Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa gaul secara berlebihan dapat menurunkan kemampuan berbahasa formal, melemahkan struktur kalimat, dan mengurangi kesadaran terhadap norma kebahasaan yang benar. TikTok juga membentuk pola komunikasi yang cenderung spontan, tidak santun, dan minim struktur, terutama di kalangan remaja. Fenomena ini dikhawatirkan dapat memengaruhi fungsi bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi resmi dan identitas nasional. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi awal dalam memahami tantangan kebahasaan yang muncul di era digital serta mendorong kesadaran linguistik di tengah derasnya arus media sosial
Terapi Terapi Sastra untuk Mengatasi Masalah Komunikasi dan Kepercayaan Diri Anak Yatim Usman Usman; Baharman Baharman; Muh. Syukri Gaffar; Nurrahma Nurrahma
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i4.2419

Abstract

Permasalahan terkait kepercayaan diri dan komunikasi sering dialami oleh siapa saja, termasuk anak-anak. Permasalahan ini akan menurunkan kesehatan mental anak-anak yang berakibat pada masalah kemampuan bersosialisasi di masyarakat. Terapi sastra adalah salah satu upaya untuk mengatasi masalah komunikasi dan kepercayaan diri pada anak-anak, khususnya pada anak-anak penghuni panti asuhan. Program terapi meliputi tahap persiapan, tahap pendekatan sastra, tahap pelatihan penulisan sastra, dan tahap pendampingan pelaksanaan terapi sastra. Terapi berjalan selama 2 kali pertemuan dan menghasilkan 10 karya dari anak-anak penghuni panti LSKA Panti Asuhan Nur Faisal, Samata Kabupaten Gowa. Hasil terapi sastra menunjukkan bahwa sastra, khususnya puisi dapat menjadi solusi untuk masalah komunikasi dan kepercayaan diri anak yatim dan memberi dampak yang signifikan bagi kemampuan berkomunikasi anak-anak yatim penghuni panti. Kepercayaan diri anak-anak dalam menuangkan ide dan perasaan mereka melalui puisi dan membacakan di depan anak-anak yang lain telah menunjukkan bahwa sastra menjadi salah satu media yang baik untuk meningkatkan kepercayaan diri anak-anak yatim. Kemampuan komunikasi juga terasah melalui tanya jawab antara penghuni panti dengan pengabdi sehingga anak-anak tidak lagi merasa malu untuk berbicara dengan orang lain.
Revitalisasi Peran Karang Taruna melalui Penguatan Literasi Kritis dan Kompetensi Komunikasi Publik di Desa Bonto Tangnga, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng Usman Usman; Baharman Baharman; Andi Karman; Muh. Syukri Gaffar; Nurrahma Nurrahma
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i1.681

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pemuda Karang Taruna Desa Bonto Tangnga, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng melalui penguatan literasi kritis dan kompetensi komunikasi publik. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya partisipasi pemuda dalam kegiatan sosial desa, minimnya literasi kritis sosial, keterbatasan kompetensi komunikasi publik (public speaking dan moderasi diskusi), serta belum optimalnya pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi dan kampanye sosial komunitas. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui lima tahap, yaitu: (1) sosialisasi program, (2) pelatihan literasi kritis sosial, (3) pelatihan komunikasi publik dan pengelolaan media sosial komunitas, (4) pendampingan penyusunan program kerja partisipatif dan pelaksanaan mini project sosial, serta (5) evaluasi dan keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman peserta terhadap isu sosial dan pembangunan desa, peningkatan keterampilan public speaking, terbentuknya forum diskusi pemuda desa, dan terbentuk dan aktifnya akun media sosial resmi organisasi Karang Taruna. Kegiatan ini relevan dengan SDGs Goal 4 (pendidikan berkualitas), Goal 16 (kelembagaan kuat dan masyarakat inklusif), serta mendukung IKU perguruan tinggi dan arah kebijakan Asta Cita
P THE ROLE OF INFLUENCERS IN THE SPREAD OF NEW VOCABULARY Laeli Qadrianti; Muh. Syukri Gaffar; Nurrahma; A. Anna Fauziah; Putri Amalia; Al Mutazam
Lingue : Jurnal Bahasa, Budaya, dan Sastra Vol. 7 No. 1 (2025): Language and Literature Studies
Publisher : LP2M UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/lingue.v7i1.9490

Abstract

The purpose of this study is to examine the role of influencers in the dissemination of new vocabulary through social media. This research employs a qualitative research method involving social media content analysis and literature review. The study focuses on the mechanisms of new vocabulary dissemination and its impact on social communication and the development of the Indonesian language. The findings reveal that influencers utilize social media platforms such as Instagram, TikTok, and YouTube to create engaging and relevant content. Creative content in the form of short videos, memes, or interactive stories is often used to introduce new terms. Examples of vocabulary such as "Santuy," "Asyiap," and "Mager" have gained popularity through these platforms. Social media algorithms accelerate the spread of terms by increasing the visibility of content with high interaction. Additionally, direct interactions with followers through live broadcasts or Q&A sessions strengthen the emotional connection between influencers and their audience, facilitating the adoption of new vocabulary. The impact of this phenomenon is the enrichment of colloquial language, the creation of group identity, and the strengthening of relationships within digital communities. This phenomenon has also changed perceptions of the formality of the Indonesian language, with an increasing use of non-standard terms in various contexts, including in marketing. Some companies have even started adopting new vocabulary in their branding strategies. The contribution of this study can serve as a guide for educators and policymakers to understand the dynamics of language development among the younger generation, as well as to design language learning strategies that are more relevant to the language evolving on social media.
Bahasa Slang dan Fenomena Brain Rot di Kalangan Generasi Alpha: Tinjauan Psikolinguistik terhadap Masalah Kebahasaan dan Perkembangan Kognitif Nurrahma Nurrahma; Muh. Syukri Gaffar
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.1.2026.1419

Abstract

Fenomena penggunaan bahasa slang di kalangan Generasi Alpha semakin berkembang pesat seiring dominasi media digital dan budaya pop. Istilah seperti “brain rot” kini bukan hanya merujuk pada kondisi neurologis, tetapi telah bergeser menjadi metafora bagi degradasi kognitif akibat konsumsi konten digital berlebihan. Artikel ini bertujuan menganalisis fenomena bahasa slang dan implikasinya terhadap perkembangan bahasa, kognisi, dan interaksi sosial anak-anak Generasi Alpha melalui perspektif psikolinguistik. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka sistematis terhadap berbagai penelitian mutakhir yang diterbitkan dalam kurun waktu 2010–2025, bersumber dari Google Scholar, ResearchGate, dan Consensus dengan menggunakan kata kunci: slang language, brain rot, Generation Alpha, psycholinguistics, dan language development. Dari 47 artikel yang diidentifikasi, 18 artikel dipilih berdasarkan kriteria relevansi dan kualitas metodologi. Hasil kajian menunjukkan bahwa bahasa slang berfungsi sebagai identitas kelompok dan sarana ekspresi kreatif, namun penggunaannya yang masif juga dapat mengaburkan struktur bahasa formal dan menurunkan keterampilan berbahasa standar. Paparan konten digital yang cepat dan repetitif berkorelasi dengan penurunan rentang perhatian, gangguan akuisisi sintaksis dan semantik, serta hambatan pada perkembangan fungsi eksekutif anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan slang merupakan gejala linguistik yang alami dalam perkembangan bahasa remaja, namun pemantauan dan edukasi dari orang tua serta lembaga pendidikan tetap diperlukan agar perkembangan kebahasaan Generasi Alpha tetap adaptif dan seimbang.
Penguatan Kompetensi Public Speaking Berbasis Seni Performa bagi Taruna Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar Fitriansal Fitriansal; Muh. Syukri Gaffar; Abdullah Azzam; Nurrahma Nurrahma; Ahmad Rizal Abdullah
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.556

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk menguatkan kompetensi public speaking taruna Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar melalui pendekatan seni performa. Public speaking memegang peranan penting dalam dunia pelayaran karena taruna, sebagai calon perwira, dituntut mampu menyampaikan instruksi, laporan, dan informasi keselamatan secara jelas, tegas, serta efektif. Namun, hasil observasi awal menunjukkan bahwa sebagian besar taruna masih mengalami hambatan seperti kurangnya kepercayaan diri, intonasi monoton, kurangnya ekspresi, dan gestur yang kurang terkontrol. Untuk menjawab permasalahan tersebut, kegiatan ini menerapkan pelatihan public speaking berbasis seni performa yang menekankan pengembangan ekspresi tubuh, teknik vokal, penggunaan ruang, serta kontak audiens. Metode pelaksanaan mencakup sesi pengenalan konsep, latihan teknis, praktik performatif, dan umpan balik terstruktur. Evaluasi dilakukan melalui observasi performa dan kuesioner persepsi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek kepercayaan diri, kualitas vokal, gestur, ekspresi, serta efektivitas penyampaian pesan. Hal ini menegaskan bahwa pendekatan seni performa relevan diterapkan dalam pendidikan vokasional maritim karena mampu mengintegrasikan aspek teknis dan performatif komunikasi secara holistik. Program ini berpotensi dikembangkan menjadi pelatihan berkelanjutan dalam pembinaan kompetensi komunikasi taruna.
Peningkatan Kompetensi Guru Bahasa Indonesia MTs Arifah Gowa dalam Pengembangan Bahan Ajar Digital Berbasis NLP Muh. Syukri Gaffar; Nurrahma Nurrahma; Ahmad Rizal Abdullah
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.563

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan, khususnya Natural Language Processing (NLP), membuka peluang besar bagi guru untuk merancang bahan ajar digital yang lebih dinamis, personal, dan relevan dengan kebutuhan pembelajaran masa kini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di MTs Arifah Gowa dengan tujuan meningkatkan keterampilan guru Bahasa Indonesia dalam mengintegrasikan NLP ke dalam pembuatan bahan ajar digital. Program dilakukan melalui lima tahap: sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan-evaluasi, dan perencanaan keberlanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi guru dalam memanfaatkan perangkat berbasis NLP, yang ditunjukkan melalui kemampuan mereka memproduksi modul digital interaktif. Selain itu, program menghasilkan beberapa luaran seperti modul ajar, dokumentasi video, serta artikel ilmiah. Secara keseluruhan, kegiatan ini mendorong transformasi pembelajaran Bahasa Indonesia menuju pendekatan yang lebih modern, kreatif, dan selaras dengan perkembangan teknologi abad ke-21