Naila Nur Sabila
Universitas Negeri Medan, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Integrasi Fungsi dan Makna Lokusi, Ilokusi, dan Perlokusi dalam Lirik Lagu “Alamak” Karya Rizky Febian : Suatu Kajian Pragmatik Dia Ananda Putri; Naila Nur Sabila; Nur Fatimah; Poppy Amalia; Ferdinand Simbolon
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2247

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan fungsi dan makna tuturan dalam lirik lagu "Alamak" karya Rizky Febian dan Adrian Khalif dengan pendekatan pragmatik, melalui analisis tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini menganalisis tuturan dalam lirik yang telah dipublikasikan. Hasilnya menunjukkan bahwa tindak tutur lokusi menggambarkan keterkejutan dan kebingungan tokoh lirik terhadap cinta yang mendadak. Ilokusi mencakup ekspresi kekaguman, gugup, dan ketakutan kehilangan, serta permintaan kejujuran. Perlokusi memberikan efek emosional dan sosial-budaya, membuat pendengar merasakan suasana cinta. Secara keseluruhan, lagu "Alamak" menunjukkan nilai pragmatik yang dalam, membuktikan bahwa lirik bukan hanya karya seni, tetapi juga alat komunikasi yang efektif untuk menyampaikan pesan dan membangun kedekatan emosional dengan audiens.
Dari Ujaran Sederhana Hingga Narasi: Kajian Psikolinguistik Pemerolehan Bahasa Anak Usia 3 Tahun Kezia Erica Agave; Yuliza Rahma Lubis; Ribka Elstin Sigab; Naila Nur Sabila; Septi Permai Natasya Tambunan; Muhammad Ali Hakim; Rosmawaty Rosmawaty; Hidayat Herman
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2249

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana anak berusia tiga tahun belajar bahasa dari sudut pandang psikologi bahasa, dengan fokus pada kemajuan suara, tata bahasa, dan kerumitan ucapan yang diukur dengan Mean Length of Utterance (MLU). Usia tiga tahun adalah waktu penting ketika anak mulai bergerak dari ucapan yang sederhana ke kalimat yang lebih rumit dan penuh makna. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggabungkan hasil penelitian dari berbagai sumber ilmiah yang berkaitan dengan perkembangan bahasa anak usia 3-4 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak berusia tiga tahun umumnya sudah bisa menggunakan kalimat pernyataan dan pertanyaan yang mudah, meskipun mereka masih mengalami kesulitan dalam mengucapkan beberapa suara seperti /r/, /s/, dan kelompok konsonan. Berdasarkan pengukuran MLU, anak berusia tiga tahun berada di tahap VII menurut teori Brown, dengan rata-rata panjang ucapan 3,0-3,5 morfem per kalimat. Ini menunjukkan bahwa kemampuan bahasa mereka berkembang dengan baik. Dari sudut pandang psikologi bahasa, perkembangan ini dipengaruhi oleh faktor biologis, lingkungan, dan rangsangan sosial yang diterima oleh anak. Jadi, cara anak berusia tiga tahun belajar bahasa adalah cerminan dari proses yang menggabungkan kemampuan berpikir, bersocial, dan bahasa yang terus berkembang dari ucapan sederhana menuju struktur kalimat yang lebih rumit.
Pengaruh Penggunaan TikTok Terhadap Kemampuan Ekspresi Diri dan Regulasi Emosi Siswa di SMA Negeri 11 Medan Jesika Lolo Karina Manik; Naila Nur Sabila; Grace Tampubolon; Debora Saputri Manihuruk; Suci Zaharani; Lasenna Siallagan
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2828

Abstract

Siswa di tingkat SMA merupakan anak remaja yang sedang mengalami masa peralihan dari kanak kanak menuju dewasa. Tentunya dalam fase ini siswa mengalami perkembangan bukan hanya secara fisik, namun juga pola perilaku, pikiran dan juga emosi. Perkembangan ini juga didukung dengan kemajuan teknologi digital khususnya pada penggunaan media sosial Tiktok yang digunakan oleh peserta didik dalam kehidupan sehari hari. Tiktok tidak hanya sebagai sarana hiburan, namun juga digunakan untuk mendukung kemampuan siswa dalam mengekspresikan dirinya dan mengatur regulasi emosi yang dialami. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan aplikasi TikTok terhadap kemampuan ekspresi diri dan regulasi emosi siswa di SMA Negeri 11 Medan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan kuesioner, wawancara dan observasi yang dilaksanakan langsung di sekolah dan juga melibatkan siswa dan guru sebagai dasar pengumpulan data sebagai pendukung pelaksanaan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perkembangan teknologi digital, melalui aplikasi TikTok sudah sangat baik dan juga berdampak positif bagi siswa di sekolah, termasuk dalam ekspresi diri dan regulasi emosi. Teknologi tidak hanya sekedar tapi digunakan secara optimal untuk mendukung perkembangan siswa dalam hal akademik dan juga psikologis.