Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan fungsi dan makna tuturan dalam lirik lagu "Alamak" karya Rizky Febian dan Adrian Khalif dengan pendekatan pragmatik, melalui analisis tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini menganalisis tuturan dalam lirik yang telah dipublikasikan. Hasilnya menunjukkan bahwa tindak tutur lokusi menggambarkan keterkejutan dan kebingungan tokoh lirik terhadap cinta yang mendadak. Ilokusi mencakup ekspresi kekaguman, gugup, dan ketakutan kehilangan, serta permintaan kejujuran. Perlokusi memberikan efek emosional dan sosial-budaya, membuat pendengar merasakan suasana cinta. Secara keseluruhan, lagu "Alamak" menunjukkan nilai pragmatik yang dalam, membuktikan bahwa lirik bukan hanya karya seni, tetapi juga alat komunikasi yang efektif untuk menyampaikan pesan dan membangun kedekatan emosional dengan audiens.
Copyrights © 2025