Hidayat Herman
Universitas Negeri Medan, Indonesia

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Dari Ujaran Sederhana Hingga Narasi: Kajian Psikolinguistik Pemerolehan Bahasa Anak Usia 3 Tahun Kezia Erica Agave; Yuliza Rahma Lubis; Ribka Elstin Sigab; Naila Nur Sabila; Septi Permai Natasya Tambunan; Muhammad Ali Hakim; Rosmawaty Rosmawaty; Hidayat Herman
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2249

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana anak berusia tiga tahun belajar bahasa dari sudut pandang psikologi bahasa, dengan fokus pada kemajuan suara, tata bahasa, dan kerumitan ucapan yang diukur dengan Mean Length of Utterance (MLU). Usia tiga tahun adalah waktu penting ketika anak mulai bergerak dari ucapan yang sederhana ke kalimat yang lebih rumit dan penuh makna. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggabungkan hasil penelitian dari berbagai sumber ilmiah yang berkaitan dengan perkembangan bahasa anak usia 3-4 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak berusia tiga tahun umumnya sudah bisa menggunakan kalimat pernyataan dan pertanyaan yang mudah, meskipun mereka masih mengalami kesulitan dalam mengucapkan beberapa suara seperti /r/, /s/, dan kelompok konsonan. Berdasarkan pengukuran MLU, anak berusia tiga tahun berada di tahap VII menurut teori Brown, dengan rata-rata panjang ucapan 3,0-3,5 morfem per kalimat. Ini menunjukkan bahwa kemampuan bahasa mereka berkembang dengan baik. Dari sudut pandang psikologi bahasa, perkembangan ini dipengaruhi oleh faktor biologis, lingkungan, dan rangsangan sosial yang diterima oleh anak. Jadi, cara anak berusia tiga tahun belajar bahasa adalah cerminan dari proses yang menggabungkan kemampuan berpikir, bersocial, dan bahasa yang terus berkembang dari ucapan sederhana menuju struktur kalimat yang lebih rumit.
Pendidikan Keterlambatan Bahasa pada Anak Usia 3–5 Tahun: Studi Faktor Biologis, Sosial, dan Teknologi dalam Perkembangan Bahasa Dia Ananda Putri; Kezia Tarila Rubina Br Sitepu; Icut Aprilla; Nabilla Agustina Batu Bara; Tesalonica Evelin Sitorus; Filomena Nova Julianti Sinurat; Chintiah Lafaezah Sihaloho; Rosmawaty Harahap; Hidayat Herman
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2642

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab keterlambatan bahasa pada anak usia 3–5 tahun ditinjau dari aspek biologis, sosial, dan teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam terhadap tiga anak yang mengalami keterlambatan bahasa dan orang tua mereka. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan metode analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlambatan bahasa dipengaruhi oleh beberapa faktor yang saling berinteraksi, yaitu kondisi biologis seperti kelahiran prematur dan gangguan organ artikulasi, faktor sosial berupa minimnya interaksi verbal antara orang tua dan anak, serta faktor teknologi berupa penggunaan gadget yang berlebihan tanpa pendampingan. Namun, stimulasi verbal aktif, kegiatan bercerita, dan pembatasan waktu penggunaan gadget terbukti mampu meningkatkan kemampuan bahasa anak secara bertahap. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran keluarga dalam memberikan stimulasi bahasa dan pengawasan penggunaan teknologi untuk mendukung perkembangan bahasa anak usia dini.
Analisis Pengaruh Konten YouTube “Rabbids Invansion” terhadap Pemerolehan Bahasa Anak Usia 3-5 Tahun di Era Digital Erfriani Sekar Talenta Simangunsong; Arlin Septia Basana Siagian; Jesica Simanjorang; Fadilla Aura Ramadani; Ela Emayusnita Sirait; Rahma Hidayati; Kristin Dwi Amsari Pasaribu; Rosalina Tautainam; Johannes Bagas Sitorus; Rosmawaty Harahap; Hidayat Herman
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2646

Abstract

This study aims to examine the influence of the animated series Rabbids Invasion on language acquisition in children aged 3–5 years in the digital era. Rabbids Invasion, produced by Ubisoft Film & Television, TeamTO, and Nickelodeon Animation Studios, is popular among children both on television and YouTube. However, the series contains minimal meaningful dialogue, relying heavily on nonsensical sounds such as “Bwaaaaa,” which children tend to imitate. The research employed a qualitative descriptive method using direct observation of children’s language behavior and interviews with parents to gather in-depth information about their children’s responses to the program. The findings indicate that frequent exposure to this series is associated with limited vocabulary development and imitation of character gestures, expressions, and sounds, which can negatively affect daily communication skills. These results highlight the importance of parental guidance in selecting educational content that supports vocabulary growth, meaningful language input, and overall language development in early childhood.
Pengaruh Lingkungan Sosial dan Teknologi dalam Pemerolehan Bahasa Anak di Era Digital Yesika Simbolon; Lusinda Sigiro; Rotua Lumbantoruan; Talenta Sembiring; Eny Sihite; Dian Maharani; Jelita Sitorus; Rosmawaty Harahap; Hidayat Herman
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2647

Abstract

Penelitian ini membahas pengaruh lingkungan sosial dan teknologi digital dalam pemerolehan bahasa anak di era modern. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk mengeksplorasi pola interaksi anak dan keluarga terkait penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi digital memperkaya kosakata dan pemahaman bahasa anak melalui akses konten edukatif, namun penggunaan gadget yang berlebihan mengurangi interaksi sosial langsung yang esensial untuk pengembangan kemampuan berbahasa fungsional dan pragmatik. Fenomena "kebersamaan yang terpisah" menyebabkan keterbatasan latihan bahasa komunikatif anak serta risiko keterlambatan bicara. Simpulan penelitian menegaskan peran penting orang tua dalam mengatur penggunaan teknologi agar menjadi alat pendukung perkembangan bahasa anak secara optimal dan seimbang. Penelitian ini menyoroti pentingnya integrasi teknologi dan lingkungan sosial sebagai ekosistem digital-sosial dalam mendukung pemerolehan bahasa anak.
Kesenjangan Stimulasi Pemerolehan Bahasa Anak Usia 3 Tahun Antara Lingkungan Kaya Bahasa dan Lingkungan Minim Interaksi Poppy Amalia; Ratna Lolane Sianipar; Stevani Br Situmorang; Nasya Nabila Said; Stela Parta Siagian; Erfanintiya Siringoringo; Rosmawati Harahap; Hidayat Herman
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2800

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan stimulasi pemerolehan bahasa pada anak usia 3 tahun yang dibesarkan dalam dua lingkungan berbeda lingkungan kaya bahasa dan lingkungan minim interaksi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan dua subjek penelitian, yaitu Arsyi (anak dari lingkungan kaya bahasa) dan Dina (anak dari lingkungan minim interaksi). Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif terhadap aktivitas sehari-hari anak dan interaksi verbal dengan orang tua, wawancara mendalam dengan pengasuh atau orang tua, serta dokumentasi berupa catatan perkembangan anak dan rekaman interaksi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis tematik, melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Arsyi, yang berada dalam lingkungan kaya bahasa, memiliki jumlah kosakata aktif lebih dari 250 kata, struktur kalimat kompleks, serta kemampuan berinteraksi verbal yang aktif dan responsif. Sebaliknya, Dina hanya menguasai kurang dari 100 kata, menggunakan kalimat sederhana, dan menunjukkan keterbatasan dalam komunikasi dua arah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas dan kuantitas interaksi verbal dalam keluarga sangat mempengaruhi pemerolehan bahasa anak usia dini. Lingkungan kaya bahasa mampu merangsang kemampuan linguistik anak secara signifikan, sementara lingkungan minim interaksi berisiko menghambat perkembangan bahasa pada masa golden age.